UNJ Selenggarakan Rapat Kerja Evaluasi Tahun 2022

Humas UNJ, Jakarta-menjelang akhir tahun Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan rapat kerja evaluasi kerja UNJ tahun 2022. Rapat dan evaluasi kerja tahun ini bertajuk “Goal Capaian 2022 Menuju Kemandirian”. Acara tersebut digelar selama 3 hari yaitu pada tanggal 14—16 Desember 2022 dan bertempat di Naraya Ballroom UTC UNJ lantai 8.

Hadir dalam kesempatan hari ini 2 narasumber yakni Dr. Lukman, S.T., M.Hum. selaku Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti ristek dan Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. selaku Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti ristek. Sementara dari inner dihadiri, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, Prof. Hafid Abbas selaku Ketua Senat, para wakil rektor, sekretaris senat dan ketua komisi senat, para ketua lembaga, para dekan dan direktur pascasarjana, para wakil dekan dan kepala UPT, para kepala kantor dan para pejabat lainnya di lingkungan UNJ.

Mengawali acara, Dr. Totok Bintoro selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama dalam laporannya mengatakan, tema rapat kerja ini diharapkan menjadi gambaran kesiapan UNJ untuk menuju PTN-BH, dalam paparan narasumber nanti akan dimoderatori oleh Prof. Zid selaku Ketua LP3M UNJ.  Setelah itu akan dilanjutkan paparan oleh masing-masing unit kerja. Dimulai dari wakil rektor sampai dengan kepala satuan. Dan tentunya setelah paparan ada pertanyaan atau pernyataan dari ketua senat dan para ketua komisi senat.

Foto ketika narasumber memaparkan materi (dalam vidiotron) Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed, (duduk di tengah) Dr. Lukman, S.T., M.Hum, dan (sebelah kanan) Prof. Zid.

Pada hari Jumat nanti, kita akan melihat hasil paparan pengembangan masterplan UNJ Cikarang sebelum nanti disahkan menjadi masterplan. Tentu perlu mendapat legitimasi dari seluruh stake holder UNJ.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Komarudin mengawali sambutannya dengan menyinggung sudah ada dua vendor parkir atau calon operator parkir, sudah lama sekali kita menginginkan parkir tertib. Prof. Komarudin juga memohon maaf karena raker saat ini berbeda dan berada di dalam kampus dengan tujuan untuk efisiensi dimulai dari raker ini.

Ini juga evaluasi kinerja, patokan utama evaluasi berdasarkan IKU. Khusus untuk pimpinan pusat dan ketua lembaga diminta 4 tahun laporannya, kenapa 4 tahun? Supaya tahun depan kita tidak usah pusing menyusun laporannya dan tentu saja untuk mempermudah dalam menyusun memorandum akhir jabatan. Tetapi untuk pimpinan unit mungkin 2 tahun. Walaupun semuanya tersimpan lengkap di dalam knowledge PTN-BH.

foto Dr. Totok Bintoro selaku wakil rektor bdiang perencanaan dan kerja sama ketika melakukan paparan materi

Selain paparan capaian kinerja, kemudian ada knowledge analisis. Jika ada yang belum tercapai kenapa bisa belum tercapai. Prof. Komarudin juga berterima kasih kepada pascasarjana, FMIPA dan FT karena sudah menyumbang akreditasi internasional, karena knowledge tersebut menunjang untuk IKU.

Tahun kemarin karena ada indikator kriteria untuk apa saja, pendanaan belum dibagi belum berdasarkan unit, tetapi berdasarkan kebutuhan.

Prof. Komarudin berkeinginan Lab yang ada di UNJ seperti yang ada di UNP. Di mana di UNP ada satu Lab yang datanya dari mana-mana menuju ke UNP untuk sumbernya dan itu berbayar. Oleh karena itu silakan diajukan Kembali proposal mengenai pembuatan Lab terpadu.

Dari hasil analisis itu bisa menghasilkan knowledge untuk dikembangkan sehingga dapat bersiap untuk menuju PTN-BH dan mencapai visi misi yang sudah ditetapkan bersama, tema kali ini menuju kemandirian karena untuk menunggu kemandirian itu akan sulit. Oleh karena itu kemandirian sendiri adalah sebuah proses, dan proses itu harus kita melakukan dan menetapkan. Maka itu kita butuh komitmen. Yang paling utama tentu memperbesar revenue producing.

Untuk menuju PTN-BH tentu saja kita harus memanfaatkan aset kita lebih optimum, seperti yang dikatakan ibu Sri Mulyani, bahwa perbedaan kita (Indonesia) dengan negara maju itu di pemanfaatan aset. Oleh karena itu kita berusaha ke sana, bergerak menuju ke sana. Tentu saja ini butuh kerelaan para pimpinan unit. Karena aset-aset itu akan menghasilkan revenue dan langsung menuju UNJ, bukan lagi ke fakultas atau unit-unit lagi. Bahwa ada bagian tertentu yang diperhitungkan sebagai pendapatan fakultas, itu bisa diperhitungkan. Tapi kalau yang namanya aset itu nanti akan jadi temuan.

foto bersama para peserta raker

Kita juga akan membuat alokasi dan menyiapkan formulanya, mungkin masih memakai Excel tapi ke depannya akan menggunakan aplikasi yang akan dibuat oleh programmer Pustikom yang hebat. Jadi optimalisasi aset menjadi hal yang penting dan saya yakin kita bisa. Kalau kita hanya BLU kita tidak bisa leluasa dalam mengelola aset.

“Kita tinggal tahap akhir, untuk menyelesaikan PR kita menuju PTN-BH. Terakhir, maka setelah pendapatan kita banyak, tata kelola menjadi hal penting. Pentingnya berkeadilan, karena biar terjadi saling mengerti. Semoga ini menjadi pijakan kita untuk menuju kemandirian.” Tutup Prof. Komarudin.

Acara dilanjutkan dengan paparan narasumber dilanjutkan dengan paparan oleh pimpinan pusat dan unit di lingkungan UNJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *