Unpad Luncurkan Platform Pembelajaran “Unpad Luhung” – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melakukan peluncuran awal platform layanan Massive Open Online Courses (MOOC) bertajuk “Unpad Luhung” atau “Learning and Upskilling Hub for Next Generations” secara hybrid dari Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Jumat (2/12/2022).

Peluncuran awal Unpad Luhung dilakukan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti dengan Ketua Senat Akademik Unpad Prof. Ganjar Kurnia. Acara peluncuran tersebut dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Dr. Arief Yahya, pimpinan universitas dan fakultas, serta perwakilan mahasiswa secara daring maupun luring.

Rektor mengatakan, Unpad Luhung merupakan salah satu platform yang dikembangkan untuk mewujudkan Unpad sebagai hybrid university. “Dengan cara hybrid, menggunakan teknologi dan digital, Unpad akan konsisten menjadi perguruan tinggi terkemuka di dalam mendiseminasikan berbagai pengetahuan baru, pengetahuan praktis, maupun hasil penelitian,” kata Rektor.

Platform yang beralamat di https://luhung.unpad.ac.id/ ini dapat diakses tidak hanya oleh sivitas akademika Unpad, tetapi juga oleh mahasiswa, masyarakat umum, praktisi, maupun pelaku usaha di seluruh dunia.

Melalui platform ini, Unpad konsisten menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui program kursus dan pelatihan yang berbasis teknologi informasi sekaligus memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang dimiliki Unpad.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, nama “Luhung” sendiri diambil dari bahasa Sunda yang bermakna berbudi luhur, berhati mulia, serta berilmu tinggi. Makna ini kemudian direpresentasikan ke dalam layanan platform MOOC yang memiliki tujuan mendorong penggunanya menambah wawasan dan keilmuan.

“Siapapun yang berinteraksi dengan Unpad, diharapkan akan memiliki tiga karakter dan sifat dari Luhung tersebut,” kata Rektor.

Diharapkan, platform Unpad Luhung ini dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika maupun masyarakat umum. Akses pengetahuan di platform ini ada yang bisa diakses secara gratis/tidak berbayar sampai kepada akses ilmu pengetahuan yang mendorong dilakukan sertifikasi secara berbayar.

“Secara terstruktur, kami akan mengemas berbagai modul menjadi kredensial dan berikutnya bisa dikonversi menjadi kredit kuliah, sehingga mereka yang tadinya non-gelar bisa dikonversi menjadi gelar,” jelas Rektor.

Secara umum, Unpad Luhung adalah layanan MOOC yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna dalam jumlah takterbatas, terbuka, dan sebagian besar dilakukan secara daring. Mengusung tema Upskilling, Hybrid, Flexible, platform ini tidak sekadar menjadi bagian dari proses perkuliahan bergelar, tetapi juga menyediakan berbagai modul kursus non-gelar besertifikat.

Saat ini, materi pada platform Unpad Luhung, yaitu: peningkatan keterampilan bidang kesehatan dan kedokteran, komunikasi, bisnis manajemen, hukum, linguistik, ilmu humaniora, matematika, dan pelatihan pengembangan diri.

Akses pada platform Unpad Luhung dapat dilakukan dengan menggunakan akun Google ataupun menggunakan email yang terdaftar pada sistem.*

Mahasiswa OKK Unpad Berikan Penyuluhan Kesehatan Mental ke Pelajar SMA – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa OKK kelompok 34 Universitas Padjadjaran di bawah bimbingan Dr. Budi Irawan, M.Si mengadakan aksi sosial “Mental Health Preparation” (Mention) di SMA Karsa Madya Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa (29/11/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mempersiapkan mental siswa SMA tingkat akhir dalam menghadapi kehidupan pra-kampus.

Mention merupakan bentuk penyuluhan kesehatan mental yang berguna bagi siswa menengah atas tingkat akhir mengingat banyak siswa atau calon mahasiswa yang mengalami stres, cemas, dan takut gagal menjelang seleksi masuk perguruan tinggi,” kata Ketua Pelaksana Ikmalludin dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Pada acara tersebut, kelompok 34 OKK Unpad yang terdiri dari 27 mahasiswa membagi pengalaman dan memberi  motivasi para siswa agar siap melanjutkan ke perguruan tinggi.

Kegiatan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, terdiri dari dua kelas IPA dan empat kelas IPS. Setiap kelas mendapat materi yang sama, yaitu tentang strategi memilih jurusan kuliah, manajemen waktu, dan support system.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi games dan sharing session. Pada sharing session terlihat beberapa siswa sudah menargetkan perguruan tinggi dan jurusan apa yang akan menjadi tempat belajar mereka selanjutnya.

Di akhir kegiatan, siswa menuliskan impian mereka di atas kertas lalu ditempelkan pada papan tulis kelas. Kegiatan ini sebagai langkah untuk saling tahu dan saling mendukung impian antar masing-masing siswa.

Berdasarkan kuesioner yang dibagikan oleh tim OKK Unpad kepada siswa, hampir seluruh siswa merasa kegiatan ini sangat berguna karena menambah pengetahuan mereka tentang apa saja yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke perguruan tinggi.

Siswa juga menjadi tahu cara supaya tetap sehat secara fisik dan psikis selama persiapan masuk perguruan tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan siswa sekolah menengah atas tingkat akhir lebih sadar mengenai pentingnya menjaga kesehatan khususnya secara psikis,” harap Ikmalludin. (rilis)*

SNPMB 2023 Jembatani Transformasi Pendidikan di Sekolah dengan Perguruan Tinggi – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Proses seleksi penerimaan perguruan tinggi negeri pada 2023 menggunakan nama Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Ada beberapa perbedaan dari sistem SNPMB dibandingkan dengan proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi RI Prof. Nizam, PhD, mengatakan, SNPMB digelar sebagai jembatan dari transformasi pendidikan yang telah dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) di tingkat pendidikan dasar, menengah, dan atas, dengan transformasi di perguruan tinggi.

“Seleksi nasional ini merupakan simpul yang menghubungkan transformasi yang terjadi di dikdasmen dengan di perguruan tinggi. Simpul ini sangat penting,” kata Prof. Nizam saat menggelar konferensi pers SNPMB tahun 2023 secara daring, Kamis (1/12/2022).

Perbedaan yang ada lebih pada perbedaan di tingkat teknis. Sementara jalur seleksi yang dilakukan tetap sama dengan tahun sebelumnya, yaitu: Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) atau yang sebelumnya disebut SNMPTN, Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBP) atau sebelumnya SBMPTN, serta Jalur Mandiri.

Di tingkat SNBP, kata Prof. Nizam, seleksi tetap didasarkan atas prestasi siswa selama mengikuti pendidikan di sekolah menengah tingkat atas. Hanya, kriteria penilaian yang dulu disesuaikan dengan kriteria perguruan tinggi, saat ini dilakukan penyeragam kriteria.

“Dibuat acuan bersama sehingga ada kesetaraan seleksi masuk melalui jalur prestasi,” kata Prof. Nizam.

Sementara SNBT tetap mengacu pada mekanisme berdasarkan penilaian Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Prof. Nizam menjelaskan, SNBT mengacu pada akses yang fleksibel. Dalam artian, tes ini memfasilitasi calon mahasiswa untuk memilih program studi sesuai minatnya, serta memfasilitasi kebutuhan perguruan tinggi yang memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima merupakan kandidat terbaik.

Tes yang diujikan pada UTBK 2023 menggunakan tes potensi skolastik yang menitikberatkan kemampuan kognitif, tes literasi, dan numerasi.

“Kita menerapkan seleksi masuk perguruan tinggi tidak lagi subject based, tetapi lebih pada potensi calon mahasiswa yang diukur melalui tes skolastik, kemudian tes kemampuan dia bernalar dan memecahkan masalah,” tuturnya.

Adapun Jalur Mandiri tetap menjadi kewenangan masing-masing perguruan tinggi negeri untuk mengakomodasi berbagai macam kondisi.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Prof. Mochamad Ashari menjelaskan, SNPMB 2023 dapat diikuti oleh calon mahasiswa baru untuk program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma III.

Kuota penerimaan di jalur SNBP adalah minimal 20 persen dari total kuota penerimaan PTN. Untuk PTN BH, kuota penerimaan SNBP minimal 30 persen. Sementara kuota SNBT minimal 40 persen, serta kuota Jalur Mandiri maksimal 30 persen. Untuk PTN BH, kuota Jalur Mandiri maksimal 50 persen.

“Untuk SNBP, calon mahasiswa tidak perlu membayar,” kata Prof. Ashari.

Seleksi pada SNBP dimulai dengan pengisian PDSS oleh sekolah. Masa registrasi akun SNPMB untuk pengisian PDSS dan pendaftaran SNPB dilakukan pada 16 Januari – 15 Februari 2023. Registrasi akun SNPMB dilakukan di portal https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.

Pendaftaran SNBP dilakukan pada 14 – 28 Februari 2023, sedangkan masa registrasi akun SNPMB untuk pendaftaran UTBK-SNBT  dijadwalkan dibuka pada 16 Februari – 3 Maret 2023.*

Fapet Unpad dan Kemenkop UKM RI Gelar Bimtek Pembuatan Produk Olahan Hasil Ternak – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI menggelar Bimbingan Teknis Keterampilan Teknis Produksi UKM Bidang Peternakan. Bimtek digelar secara hybrid dari Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan Fapet Unpad, Jatinangor, 28 – 30 November 2022.

Bimtek yang diikuti sejumlah peserta koperasi dan pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia ini berisi berbagai materi teori dan praktik membuat produk olahan hasil ternak (daging dan telur), berupa produk kornet, daging asap, sosis, nuget ayam, abon, serta produk olahan susu berupa yoghurt, mentega, es krim, karamel, dan keju mozarela.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset Fapet Unpad Ir. Indrawati Yudha Asmara, M.Si., IPM, mengatakan, bimtek yang bekerja sama dengan Kemenkop UKM RI ini merupakan upaya untuk menjembatani keilmuan yang ada di perguruan tinggi untuk bisa diaplikasikan di masyarakat.

Bimtek ini menghadirkan narasumber dosen Fapet Unpad, yaitu: Dr. Ir. Lilis Suryaningsih, M.Si.; Dr. Eka Wulandari; Ir. Andry Pratama, S.Pt.,MP., IPM.; Dr. Ir. Jajang Gumilar, S.Pt. MM, IPM.; Dr. Wendry S. Putranto, S.Pt.,M.Si.; dan Dicky Tri Utama, S.Pt., Ph.D. Turut hadir Asisten Deputi Pengembangan SDM UKM Kemenkop UKM RI Dwi Andriani Sulistyowati. (rilis)*

Dr. Muhammad Fadhlillah, Saintis yang Punya Sertifikasi Barista – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Barista saat ini menjadi profesi keren bagi anak muda. Namun, untuk menjadi seorang ahli membuat minuman kopi tidak cukup hanya mengandalkan renjana (passion) dan kemampuan meracik kopi. Untuk diakui kemampuannya, barista ataupun calon barista harus mengikuti sertifikasi kompetensi di bidang tersebut.

Hal tersebut menjadi dasar bagi Dosen Program Studi Teknologi Industri Kimia (TIK) Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Dr. Muhammad Fadhlillah, M.Si. Selain menjadi dosen, Fadhlil memiliki sertifikasi keahlian sebagai barista. Tidak sekadar mengejar sebagai seorang barista profesional, sertifikasi tersebut menjadi dasar untuk mengajarkan kemampuan meracik kopi kepada mahasiswanya.

Sebagai program studi Sarjana Terapan, salah satu peminatan di Prodi TIK FMIPA Unpad adalah Bioteknologi Pangan yang berfokus pada fermentasi pangan olahan. Di bidang ini, materi peracikan cokelat dan kopi menjadi salah satu materi yang diajarkan ke mahasiswa. Praktis, materi ini tidak hanya mengandalkan kemampuan teori, tetapi juga perlu penguatan di bidang praktiknya.

“Riset dan peminatan Prodi TIK kita arahkan ke fermentasi makanan yang bisa dikomersialisasi. Kita arahkan untuk menjadi produk yang siap dikomersialisasi,” tutur Fadhlil.

Dr. Muhammad Fadhlillah, M.Si., saat meracik kopi dengan metode natural. (Foto: Dadan Triawan)*

Fadhlil sendiri mengikuti sertifikasi barista di Balai Pelatihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja RI di Lembang pada 23 Mei – 17 Juni2022 lalu. Di sana, ia diberikan materi mengenai pengenalan jenis-jenis kopi, kunjungan ke kebun kopi, melihat fisik biji kopi, hingga membedakan antara biji kopi robusta dan arabika.

Selain itu, Fadhlil diperlihatkan mengenai proses fermentasi kopi hingga pelatihan meracik kopi, mulai dari meracik manual hingga espresso based yang menghasilkan produk turunan dari kopi. Terakhir, ia mengikuti uji kompetensi. Hasilnya, Fadhlil lulus pelatihan dan layak mendapatkan sertifikat kompetensi barista.

Dari mempelajari proses fermentasi kopi inilah Fadhlil kemudian menyukai jenis kopi yang difermentasi dengan metode honey dibandingkan metode full wash, semi wash, atau wine. “Honey rasanya lebih fruity, lebih kaya rasa. Dan after taste di lidah clean tidak meninggalkan sisa rasa apa-apa,” imbuhnya.

Sertifikasi itu Penting

Memperoleh sertifikat sebagai seorang barista menjadi modal kuat bagi Fadhlil untuk mengajarkan keahliannya kepada mahasiswa. “Kalau mengajari itu tidak asal teori saja, tetapi harus bisa ajarkan praktiknya,” sambung Fadhlil.

Proses pengajaran ini didukung penuh pihak fakultas dengan membuka kafe yang bertajuk “MIPA Corner”. Namun, tidak sembarang kafe yang dibuka, karena kafe ini juga menjadi laboratorium bagi mahasiswa TIK Unpad.

Di dalam kafe tersebut, selain memiliki area peracikan kopi juga memiliki dapur terbuka untuk membuat poduk bakery, fermentasi air susu, dan pangan olahan fermentasi lainnya. Fasilitas ini merupakan laboratorium bagi mahasiswa untuk mempraktikkan materi yang diajarkan, sehingga praktikum yang dilakukan betul-betul menghasilkan produk yang siap dikomersialkan.

Produk berupa kopi, cokelat, bakery, fermentasi air susu, dan pangan olahan fermentasi lainnya tersebut dijual dengan harga yang cukup terjangkau bagi mahasiswa.

Fadhlil menilai, sertifikasi kompetensi itu penting dimiliki oleh seseorang yang memiliki passion sebagai barista. Apalagi saat ini, tren kedai kopi tengah menjamur di Indonesia. Tidak hanya kafe berskala besar, kedai-kedai kopi juga mudah dijumpai di gang kecil.

“Potensi kedai kopi ini kuat, selain buat nongkrong, kedai kopi juga menjadi semacam relaksasi bagi pengunjungnya. Kopi itu mampu memberikan suasana hangat,” kata Fadhlil.

Melihat potensi bisnis kopi yang baik, banyak anak muda yang ngebet ingin menjadi barista. Karena itu, bagi yang ingin menjadi barista profesional, Fadhlil mendorong untuk mengikuti sertifikasi kompetensi.

 “Teman-teman bisa kejar passion-nya, ikut pelatihan, kejar sertifikasinya. Ini jadi kunci alternatif kalau teman-teman belum dapat kerja formal,” ujar Fadhlil yang mendorong Unpad membuka sertifikasi kompetensi di bidang barista.

Tantangan

Makin banyak bisnis kopi, makin banyak profesi barista, makin tinggi pula persaingan dalam bisnis kopi. Untuk itu, Fadhlil mengingatkan barista harus kreatif dalam mengembangkan produk akhir kopinya.

“Barista harus punya kekhasan dalam meracik kopinya. Kemudian juga bagaimana mengembangkan produk turunannya. Persaingan di dunia perkopian itu tinggi, sehingga suatu kedai kopi harus punya signature-nya agar pelanggan mau datang,” paparnya.

Selain mampu menyajikan kopi dengan cita rasa khas, barista harus paham karakter kopi. Tiap jenis kopi memiliki metode peracikan yang berbeda, sehingga seorang barista harus tahu metode apa yang tepat digunakan untuk meracik jenis kopi tertentu.

Kemampuan lain yang perlu dimiliki barista adalah kemampuan interpersonal. Fadhlil menjelaskan, barista harus mengenali karakter pelanggan. Bagi pelanggan yang menyukai kopi, perlakuan yang diberikan juga harus sesuai. Sementara bagi yang awam tentang kopi, barista harus melakukan pendekatan agar produk yang disajikan sesuai dengan karakter dan lidah pelanggannya.

“Kemampuan-kemampuan ini yang diberikan dalam pelatihan sertifikasi. Tidak hanya hard skill, tetapi interpersonal skill-nya juga diajari,” tutup Fadhlil.*

Rektor Resmikan Asrama Bale Wilasa 18, Hibah dari Pemkab Bandung – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan asrama Bale Wilasa 18 yang berlokasi di Kampus Unpad, Jatinangor, Kamis (1/12/2022). Asrama tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Unpad kembali memiliki tambahan satu fasilitas berupa asrama mahasiswa,” kata Rektor dalam sambutannya.

Rektor mengatakan, asrama Bale Wilasa 18 terdiri dari dua massa bangunan serta berjumlah dua lantai. Asrama tersebut mampu menampung sekira 30 mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Bandung.

Asrama ini juga memiliki lokasi strategis yang dekat dengan tempat aktivitas kemahasiswaan, seperti komplek unit kegiatan mahasiswa, Stadion Jati Padjadjaran, hingga selter angkutan umum dalam kampus.

Atas perolehan hibah tersebut, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Pemkab dan masyarakat Kabupaten Bandung yang sudah menginvestasikan fasilitas yang baik di kampus Unpad. “Fasilitas ini tentunya akan terus dimanfaatkan mahasiswa Kabupaten Bandung,” kata Rektor.

Sementara itu Dadang Supriatna mengatakan, penyediaan asrama ini merupakan upaya untuk mendukung percepatan peningkatan SDM di Kabupaten Bandung.

“Ini adalah apresiasi dari Pemkab Bandung untuk Unpad yang salah satu lokasinya ada di kabupaten kami,” kata Dadang.

Karena itu, asrama ini menjadi fasilitas yang bisa dimanfaatkan bagi mahasiswa asal Kabupaten Bandung. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu bolak-balik ke rumahnya di wilayah Kabupaten Bandung. “Diharapkan mereka bisa stay di sini,” ujar Dadang.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Prof. Dr. Arry Bainus, M.A., serta sejumlah pimpinan di lingkungan Unpad.*

Tim WCM Mobile Unpad Raih Prestasi di KMI Award XIII 2022 – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran “We Care Mom (WCM) Mobile” meraih Juara Harapan II kategori Teknologi Terapan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Award XIII 2022. Penghargaan tersebut diraih dalam Expo KMI XIII Tahun 2022 di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, 22-25 November 2022.

“We Care Mom merupakan sebuah aplikasi homecare untuk calon ibu, ibu hamil, dan pascamelahirkan,” jelas ketua tim yang juga mahasiswa Fakultas Keperawatan Unpad Rostianti saat dihubungi Kanal Media Unpad.

Selain Rostianti, anggota tim tersebut terdiri dari Siti Dahlia (Fakultas Keperawatan), Wafi Fahruzzaman (Fakultas MIPA), Luthfan Dipo Ramadhan (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan Azizah Sadrianas (Fakultas Keperawatan).

Lebih lanjut Rostianti mengatakan, WCM Mobile hadir untuk berkontribusi menurunkan  angka mortalitas dan morbiditas pada ibu dan anak di Indonesia melalui konten edukatif dan tindakan homecare.

“Dengan hadirnya WCM Mobile ini diharapkan dapat menjadi rujukan serta peluang kerja bagi perawat profesional serta menjadi sarana edukasi bagi ibu pasca-melahirkan dengan menurunkan angka mortalitas juga mordibitas pada ibu dan anak,” ujar Rostianti.

WCM Mobile ini memiliki empat fitur utama. Fitur We Teach yang berisi video tutorial seputar perawatan ibu dan bayi, fitur We Inform yang berisi informasi bermanfaat untuk ibu dan bayi, fitur We Look yang memungkinkan ibu bisa melakukan skrining mengenai kondisi kesehatannya, serta fitur We Treatment yang memfasilitasi ibu dan perawat melakukan janji temu untuk tindakan homecare.

Selain tim “We Care Mom Mobile”, tim Unpad lain yaitu Fishery Skill Lab terpilih untuk melakukan presentasi di kategori “Startup Tahap Bertumbuh” di KMI Award XIII 2022.

Expo KMI 2022

Pada Expo KMI XIII tahun 2022, tim Unpad bersama Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni serta Pusat Inkubator Bisnis/Oorange memberangkatkan lima tim yang lolos dalam pendanaan Program Pembinaan Wirausaha Mahasiswa (P2MW) dan Inovasi Wirausaha Digital Mahasiswa (IWDM).

Tim yang mendapat pendanaan P2MW, yaitu: We Care Mom Mobile (Fakultas Keperawatan), Smart Hydroponic (FTIP), Crevit Creves (Fakultas Farmasi), dan Utumi (FTIP). Sementara tim yang mendapat pendanaan IWDM adalah Fishery Skill Lab (FPIK).

Selama kegiatan expo tersebut, tim Unpad mengikuti serangkaian kegiatan, yaitu membuka stand tim mahasiswa yang lolos pendanaan P2MW dan IWDM, presentasi KMI Award, sarasehan ISEN Mahasiswa, sarasehan pendamping kewirausahaan mahasiswa, sarasehan pimpinan perguruan tinggi, dan bussines matching. (arm)*

Tim Forensik Odontologi FKG Unpad Bantu Identifikasi Jenazah Korban Gempa Cianjur – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Tim Forensik Odontologi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat melakukan proses identifikasi jenazah korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

Tim FKG yang dipimpin drg. Fahmi Oscandar, M.Kes., Sp.OF., Subsp.OFK(K)., Ph.D dan drg. Belly Sam, M.Kes., Sp.RKG(K), bersama empat Residen Radiologi Kedokteran Gigi dan 40 mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi Unpad berangkat menuju lokasi identifikasi jenazah di RSUD Sayang, Cianjur, sejak Sabtu (26/11/2022) lalu.

Di RSUD Sayang, tim bergabung dengan tim DVI Polda Jabar yang dipimpin drg. Puspa Yuwi, M.H., yang juga alumnus FKG Unpad tahun 1990. Hingga Senin (28/11/2022), tim telah berhasil mengidentifikasi sekira 191 korban. Demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Proses identifikasi yang dilakukan berupa identifikasi melalui kondisi gigi dan mulut. Gigi merupakan salah satu bukti primer selain DNA dan sidik jari dalam proses identifikasi. Gigi merupakan jaringan keras yang tidak mengalami pembusukan, bahkan dapat bertahan pada suhu 1.600 derajat Celcius.

Gambaran  gigi seperti  morfologi,  variasi  bentuk  dan  ukuran,  restorasi,  patologi,  pada  setiap individu  yang  berbeda-beda dapat meningkatkatkan ketepatan identifikasi. Maka dari itu, gigi masih dapat dikenali pada jenazah yang sudah lama ditemukan.

Tim Forensik Odontologi FKG Unpad melakukan identifikasi dengan pemeriksaan klinis gigi korban sebagai data postmortem. Selain pemeriksaan klinis gigi korban, proses identifikasi juga dilakukan dengan pengambilan foto radiografi terhadap gigi korban.

Data tersebut selanjutnya dianalisis dan dicocokkan dengan data antemortem korban. Hasil analisis data dapat digunakan untuk identifikasi usia, jenis kelamin, hingga ciri gigi yang khas dari korban.

Tim Forensik Odontologi FKG Unpad sendiri telah beberapa kali ikut serta dalam proses identifikasi jenazah melalui gigi, di antaranya identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 pada 2014, korban bencana tsunami Banten pada 2018, hingga identifikasi gigi terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap pekerja Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua pada 2018.

Pengalaman Mahasiswa

Keikutsertaan tim FKG Unpad sebagai relawan identifikasi jenazah korban gempa Cianjur memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. Dua di antaranya dirasakan Vanessa dan Whildy, mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi.

Melihat pemberitaan mengenai kondisi di Cianjur, keduanya tergerak menjadi relawan dengan bergabung bersama tim Forensik Odontologi FKG Unpad dan membantu tim DVI Polda Jabar.

“Saya melihat di berita masih banyaknya jenazah korban bencana yang ditemukan setiap harinya sehingga saya terdorong untuk membantu identifikasi jenazah melalui gigi. Ini pengalaman baru buat saya selama co-assistant. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar,” ujar Vanessa.

Whildy juga mengatakan, kegiatan identifikasi ini bukan hanya mengaplikasikan ilmu yang didapat di perkuliahan, tetapi juga menjadi upaya FKG dalam misi kemanusiaan. (rilis)*

Pusdi CSR Unpad Lakukan Kajian Kerentanan Sosial PTSL-PM di Kabupaten Bandung dan Garut – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Tim peneliti Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial, dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Padjadjaran mempresentasikan hasil penelitian sementara “Kajian Kerentanan Sosial (KKS) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Partisipasi Masyarakat (PTSL-PM) Program Percepatan Reforma Agraria Provinsi Jawa Barat”.

Penelitian yang dilakukan atas kerja sama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jabar, World Bank, dengan Unpad ini dipresentasikan di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (21/11/2022) lalu.

Ketua Pusdi CSR Unpad Dr. Santoso Tri Raharjo, M.Si., mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memantau perkembangan dan saling memberikan masukan dari hasil penelitian sementara yang dilakukan tim Unpad. Selama dua minggu, tim telah melaksanakan “living in” di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, dan Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh.

Pada kegiatan presentasi tersebut, juga dilakukan diskusi kelompok terpumpun dengan menggunakan pendekatan SOAR (strength, opportunities, aspirations, results) untuk menggali informasi dari para pemangku kepentingan. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemangku kepentingan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, pimpinan Bidang Survei dan Pemetaan BPN Kanwil Jabar, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung, Camat Kecamatan Pameungpeuk dan Camat Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, perangkat Desa Bojongkunci Kecamatan Pameungpeuk dan Desa Sindangsari serta perwakilan dari Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Bandung.

Kegiatan serupa juga dilakukan di Kabupaten Garut. Setelah melaksanakan “Living in” di Desa Banjarwangi Kecamatan Banjarwangi dan Desa Karangwangi Kecamatan Mekarmukti Kabupaten Garut selama kurang lebih dua minggu, tim Pusdi CSR Unpad mempresentasikan hasil penelitian sementara dan FGD di Ruang Rapat Wakil Bupati Kabupaten Garut (24/11/2022).

Kegiatan di Garut dihadiri pimpinan Kantor Pertanahan Kabupaten Garut, perwakilan Bidang Survei dan Pemetaan BPN Kanwil Jabar, perangkat Desa Banjarwangi Kecamatan Banjarwangi dan Desa Karangwangi, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Garut, serta perwakilan Apdesi Cabang Garut.

Santoso mengatakan, kegiatan ini menghasilkan banyak masukan praktis dari seluruh peserta. “Masukan ini akan digunakan untuk menyempurnakan hasil penelitian dan memformulasikan Rencana Aksi untuk strategi Reforma Agraria melalui program PTSL PM ke depan,” pungkasnya. (rilis)*

Dosen Perikanan PSDKU Unpad Lakukan Pemetaan Limbah Pengolahan Perikanan di Pangandaran – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Tim dosen Program Studi Perikanan PSDKU Universitas Padjadjaran di Pangandaran melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa pemetaan potensi limbah yang dihasilkan pengolah hasil perikanan di empat kecamatan di Kabupaten Pangandaran.

Penelitian yang dilakukan tim dosen Perikanan PSDKU Unpad tersebut didasarkan atas tingginya potensi perikanan dan kelautan di Pangandaran. Sebagai sentra penghasil produk perikanan, kegiatan pengolahan hasil perikanan tersebat di setiap kecamatan di Pangandaran. Produk utama yang dihasilkan di antaranya ikan asin, abon ikan, bakso ikan, olahan rumput laut yang dikelola skala rumah tangga maupun skala besar.

Di balik tingginya potensi pengolahan ikan tersebut, ada hal yang masih menjadi permasalahan dalam keberlanjutan industri pengolahan hasil perikanan di Pangandaran adalah penanganan dan pemanfaatan limbah yang tergolong masih tinggi.

Untuk itu, tim dosen Perikanan PSDKU Unpad yang diketuai Aulia Andhikawati, M.Si., melakukan pemetaan potensi limbah yang dihasilkan pengolah hasil perikanan di Kecamatan Pangandaran, Cijulang, Parigi, dan Cimerak.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, penelitian dilakukan untuk memetakan berapa banyak produksi limbah perikanan yang dihaslkan setiap bulannya beserta jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi limbah perikanan tertinggi berada di Kecamatan Pangandaran, yaitu mencapai lebih dari 30 kilogram per bulan dengan jenis limbah yang paling banyak ditemukan adalah jeroan ikan.

Umumnya limbah jenis ini dihasilkan dari kegiatan pengolahan ikan asin yang menjamur di sekitar Pangandaran.

Kegiatan yang disosialisasikan di Aula Kecamatan Pangandaran, Jumat (18/11/2022) ini mengundang Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan di sekitar Pangandaran, perwakilan ibu-ibu PKK, serta perwakilan perangkat kecamatan dan desa.

Kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi mengenai sumber dan potensi limbah perikanan yang disampaikan Aulia Andhikawati dan materi pengolahan limbah hasil perikanan yang disampaikan Rusky Intan Pratama, M.Si.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan peta secara simbolis kepada perwakilan setiap kecamatan yang dibarengi dengan pemaparan mengenai Inisasi Gerakan Pangandaran Bebas Limbah (Waste Free Pangandaran Initiative/WFPi) yang diberikan Rega Permana, M.Si.

Melalui gerakan WFPi, ke depan, tim dosen Perikanan PSDKU Unpad bersama mahasiswa akan membentuk peta jalan (roadmap) penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang fokus dalam menyelesaikan masalah limbah perikanan di Pangandaran.

Penelitian pemetaan potensi limbah ini merupakan awal dari rangkaian rencana strategis yang akan dilakukan selama beberapa tahun ke depan untuk membangun bank data yang akurat dan dapat diandalkan. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan Pangandaran. (rilis)*