11

Terdapat barisan sales space menarik di halaman depan Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), tempat diselenggarakannya Internasional Convention for Zakat (ICONZ) ke-7, Selasa (07/11/2023). Tiga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah binaan BAZNAS berkesempatan membuka lapak di sini untuk memeriahkan ICONZ ke 7.

Baca juga : Program Beasiswa Cendekia BAZNAS di UMJ Hasilkan wirausaha muda

Satu dari ketiga UMKM tersebut merupakan upaya pemberdayaan difabel melalui Difabel Bisa atau Difabis yang merupakan program BAZNAS BAZIS DKI Jakarta. Menurut penuturan Pendamping Difabis, Gigin Mardiansyah, Difabis Espresso and Tea diinisiasi sejak 2019 dan mulai beroperasi pada 2021.

Lebih dari 20 orang difabel di sekitar DKI Jakarta, terdiri dari tuli dan tuna daksa, turut dalam program Difabis. Sejak berdiri hingga kini cabang Difabis Espresso and Tea telah tersebar di setiap daerah di Provinsi DKI Jakarta. Mayoritas outlet Difabis Espresso and Tea ini buka di Kantor Wali Kota setempat.

Gigin menerangkan bahwa Difabis tengah melebarkan sayapnya melalui kerja sama dengan perusahaan dan Baznas di daerah lainnya. “Sudah banyak perusahaan yang berminat untuk membuka Difabis Espresso and Tea di kantor misalnya di kantin atau sekitar pabrik,” katanya.

Sebelum diterjunkan di espresso store, crew yang mayoritas difabel tuli dan tuna daksa ini telah melewati serangkaian proses mulai dari rekrutmen, pelatihan, dan magang. Antusiasme difabel untuk turut serta sangat tinggi, ini dilihat dari jumlah pelamar kerja yang berkisar 20 sampai 30 orang setiap harinya.

Gigin menambahkan bahwa para difabel sangat senang karena dapat kesempatan yang sama untuk berwirausaha, berorganisasi dan bekerja. Ini diakui oleh, Robiatin, salah seorang difabel yang merupakan mustahik sekaligus crew dari Difabis Espresso and Tea.

“Harapannya, semakin banyak Difabis di seluruh Indonesia, dan BAZNAS dapat membuka peluang UMKM untuk difabel tidak hanya di bidang kopi tapi juga jenis usaha lain misalnya barbershop, makanan kering, dan lain-lain. Disabilitas juga memiliki keterampilan yang berbagai macam. Apapun yang bisa dilakukan orang regular, juga bisa dilakukan oleh difabel,” ungkap Atin.

Di sebelah sales space Difabis Espresso and Tea, terdapat Jet Hen yang merupakan UMKM binaan BAZNAS RI. Lugi, pendamping UMKM Jet Hen awalnya adalah penerima manfaat, sebelum mendapat pendampingan dari BAZNAS ia tidak memiliki pekerjaan. Selama satu tahun Lugi mendapat pendampingan dalam mengelola usaha ayam goreng tersebut.

Kini dengan perkembangan Lugi yang cukup pesat dan dapat mengelola usaha ayamnya, Lugi kemudian diberikan amanah untuk menjadi pendamping bagi penerima manfaat dalam program yang sama.

Satu UMKM lainnya adalah Z Espresso binaan BAZNAS RI yang berawal dari program binaan petani kopi di 8 wilayah di Indonesia. Untuk memberdayakan petani kopi tersebut, maka dibuatlah unit bisnis khusus yang ditujukan bagi kaum milenial. Sejak berdiri pada akhir 2021 hingga saat ini sudah ada 12 outlet Z Espresso yang dikelola oleh mustahik zakat.

Agung, pendamping mustahik di Z Espresso menerangkan bahwa program juga berkolaborasi dengan seniman kopi. “Semoga petani kopi binaan bisa sukses dalam pemasaran kopi, dan mustahik binaan kami di Z Espresso bisa maju dalam konteks transferring out dari mustahik ke muzakki,” ungkapnya.

Dalam gelaran yang akan berlangsung hingga Rabu, 8 November 20223 ini, UMKM binaan BAZNAS masih akan hadir dan menyediakan produk dari para mustahik zakat bagi ribuan peserta ICONZ ke-7. Selain itu BAZNAS juga membuka pintu donasi yang akan disalurkan untuk warga Palestina yang terdampak serangan militer Israel.

Editor : Tria Patrianti