Tag: Sistem

3 Mahasiswa Sistem Informasi UNJA Juara 1 Lomba Desain di UPN Veteran Jawa Timur

MENDALO,- Raldi Fitra Dewa, Selki Fauziah, dan Hendo Prima Yudhistira, 3 orang mahasiwa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) angkatan 2019. Mereka berhasil mengharumkan nama Kampus Pinang Masak di kancah nasional dengan meraih Juara 1 Lomba UI/UX Design dalam kegiatan UI/Info System Competitors 2023 yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jawa Timur, pada 2-3 September 2023.

Mereka bertiga tergabung ke dalam 1 tim yang diberi nama “Angso Emas” dan berhasil menyisihkan 30 tim lainnya hingga ke babak remaining dengan membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan dan sertifikat.

“Motivasi awal mengikuti lomba ini karena merupakan mahasiwa akhir, kami memiliki motivasi sebelum lulus harus memberikan sesuatu untuk universitas serta untuk mengasah talenta di bidang desain antarmuka pengguna dan menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi kemajuan teknologi diindonesia,” ujar Raldi selaku perwakilan tim.

“Persiapan yang kami lakukan yaitu mempersiapkan proposal dengan melakukan wawancara ke Dinas Peternakan serta Dinas Kesehatan. Kami melakukan survei mengenai rabies karena topik yang diangkat adalah kasus rabies, karena desain aplikasi rabies yang desain kami diberi nama “Rabies Saver. Prestasi yang didapat akan kami kembangkan dan juga menjadi jalan untuk bekerja di bidang UI/UX desain” jelasnya.

Edi Saputra, S.T., M.Sc., selaku Kaprodi Sistem Informasi FST UNJA, mengapresiasi prestasi mahasiswanya dengan menyebutkan bahwa ini merupakah perolehan yang didapat karena kerja keras dari tim.

“Alhamdulillah, kerja keras tim Angso Emas membuahkan hasil dengan menjuarai lomba Desain Consumer Interface/Consumer Expertise (UI/UX). Tim tersebut telah beberapa kali mengikuti kompetisi di bidang desain, pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh salah satunya adalah hasil dari mengikuti kegiatan studi unbiased di bidang desain. Tim ini juga dipercaya mewakili UNJA dalam Lomba desain aplikasi alqur`an pada ajang MTQ Mahasiswa Nasional yang akan relationship. Semoga tim ini bisa terus berkembang dan dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat,” tutur Beliau.

Dimas Anugrah Adiyadmo / Riska / HUMAS


Submit Views: 50


Mahasiswa FTI-UBH Rancang Alat Sistem Monitoring Palang Pintu Perlintasan Kereta Api

Kereta Api salah satu alat transportasi masal yang memiliki seguadang cerita yang tumbuh di masyarakat serta rawannya kecelakaan menjadi cerita yang mengerikan. Salah satu kasus kecelakaan yang paling sering terjadi adalah diperlintasan rel kereta api.

Kecelakaan di perlintasan sering terjadi karena masih menggunakan sistim handbook, membuka dan menutup perlintasan membutuhkan operator, dan operator pun juga harus punya alat untuk berkomunikasi dengan masinis dalam menjalankan tugasnya.

Dilatar belakangi hal itu,Eko Kurnia Putra, mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta angkatan 19 merancang alat sistem monitoring pengendali palang pintu kereta api berbasis web of factor.

Disaat ujian skripsinya, Eko menyebutkan bahwa, alat rancangannya tersebut berupa robotic yang dapat mengurangi resiko kecelakaan di perlintasan kereta api karena faktor kelalaian manusia, serta dapat meningkatkan keamanan pengguna jalan maupun kereta api.

Sistim rancangannya itu dapat mendeteksi kereta api saat melintas jalan raya dan menutup palang perlintasan kereta secara otomatis serta memantau situasi dan kondisi di space palang pintu perlintasan saat kereta akan melintas.

Dijelaskan Eko, teknologi dasar dalam pengendalian palang pintu otomais kereta api itu adalah mikrokontroler nodemcu ESP8266 dengan cara membuat sebuah sistim untuk memonitoring sebuah perlintasan dan sistim peringatan bagi pengguna yang akan melintasi jalan agar lebih waspada.

Sementara itu, Ir. Eddy Soesilo M.Eng dosen pembimbing mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa, alat tersebut dilengkapi dengan enam buah sensor infra crimson, di space palang pintu terdapat tampilan show untuk menghitung jumlah gerbong kereta api yang melewati perlintasan tersebut. Dibagian lain juga terdapat kamera pengawas yang berfungsi jika terjadi kecelakaan apakah disebabkan keterlambatan menutup palang pintu atau disebabkan hal lain.

Disebutkan juga, prototype alat rancangan mahasiswa tersebut saat disimulasikan berfungsi dengan baik, dia berharap sistim rancangan mahasiswanya itu dapat difungsikan dalam bentuk yang sebenarnya di berbagai perlintasan kereta api yang sering terjadi kecelakaaan, agar resiko dan kecelakaan makin berkurang, disamping itu sistim peringatan dan keamanan dan kewaspadaan pengguna jalan juga semakin tinggi. (*indrawadi).

Akademisi UBL Paparkan Penggunaan Sistem Penghubung Layanan di Lingkungan Pemprov Lampung

Bandar Lampung – Akademsi UBL Ahmad Cucus S.Kom., M.Kom yang juga praktisi di bidang teknologi informasi dan komunikasi menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi penggunaan sistem penghubung layanan di lingkungan pemerintah provinsi Lampung. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi Informasi dan Statitika provinsi Lampung pada Kamis, 03/8/2023 di Swiss Belhotel, Bandar Lampung ini diadakan dalam rangka mewujudkan pemerintahan terintegrasi di lingkungan pemerintah daerah provinsi Lampung.

Dalam paparannya, Ahmad Cucus menyampaikan materi tentang sistem penghubung layanan yang kini semakin krusial bagi pengembangan sistem dan layanan berbasis digital di lingkungan pemerintah daerah maupun pusat. “Sistem penghubung layanan (service integration system) adalah suatu infrastruktur yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan atau aplikasi yang berbeda sehingga dapat berkomunikasi dan bekerja bersama secara efisien. Sistem ini bertindak sebagai perantara yang memungkinkan berbagai sistem dan layanan untuk berinteraksi satu sama lain, berbagi information, dan menjalankan tugas-tugas yang saling terkait,” terang Cucus.

“Selain itu manfaat dari sistem penghubung layanan untuk meningkatkan fleksibilitas dan interoperabilitas antara aplikasi yang di kembangkan dan di gunakan dalam menjalankan roda pemerintahan, mengurangi duplikasi information dan fungsi, meningkatkan reusabilitas dan memungkinkan system pemerintahan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam lingkungan organisasi,” tambah kandidat Doktor salah satu universitas di Malaysia ini.

Kegiatan yang di hadiri oleh seluruh dinas di provinsi Lampung ini mendapatkan tanggapan yang baik dari peserta, beragam pertanyaan menghadirkan diskusi serta rekomendasi untuk dapat ditindaklanjuti dalam pengeimplementasian program ini ke depannya.

Bincang Ilmiah Desa Laboratorium Terpadu, Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit

Mendalo- Dalam rangka penguatan kapasitas Desa Laboratorium Terpadu (DLT) sebagai Stasion Information Lapangan guna menyediakan sarana pembelajaran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang representatif dan akomodatif, Universitas Jambi menyelenggarakan kegiatan Bincang-Bincang Ilmiah dengan tema “My Linked Farming: Blockchain Traceabilty kawasan SPR-SISKA” yang diadakan di ruang Senat Gedung Rektorat UNJA Mendalo, Jum`at (21/7/23).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., Ph.D. serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. rer.nat Rayandra Ashyar, M.Si., Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua PUI, Mitra Kerja Sama UNJA, serta undangan lainnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. rer.nat Rayandra Ashyar, M.Si. mengatakan kegiatan kegiatan bincang-bincang ilmiah ini juga dihadiri Prof. Dr. Ir. Muladno, M.Sc. (SASPRI IPB) dan Ricky Tanudibrata (DIMITRA Company).

“Ini merupakan discussion board diskusi dengan orang-orang yang luar biasa, disini kita akan bincang ilmiah tentang penguatan kapasitas Desa Laboratorium Terpadu (DLT) sebagai Stasion Information Lapangan guna menyediakan sarana pembelajaran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang representatif dan akomodatif,” ujar Prof. Rayandra.

Prof. Rayandra juga mengatakan salah satu manfaat yang dirasakan setelah adanya DLT ini adalah masyarakat sekitar DLT memafaatkan tanahnya untuk menjadi tanah yang produktif.

“Midset masyarakat sudah berubah kalau sekarang ada tanah sedikit saja disamping rumah langsung dimanfaatkan untuk menanam labu madu dari hasil penelitian DLT Universitas Jambi, dan labu tersebut dibantu dipasarkan oleh tim DLT UNJA,” jelas Prof. Rayandra.

Kedepan Prof. Rayandra berharap muncul ide-ide baru dari pemerintah sehingga Universitas Jambi yang memiliki banyak tenaga ahli bisa merealisasikan ide tersebut sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., Ph.D., dalam sambutannya Prof. Kamid mengatakan kegiatan ini menarik untuk diikuti karena didalam kegiatan ini nantinya akan menjadi bahan pemikiran.

“Mudah-mudahan dalam kegiatan ini kita mendapatkan pencerahan dari bincang-bincang kita hari ini sehingga apa yang bisa kita berikan pada masyarakat Jambi khususnya bukan cuman sekedar pemikiran tapi juga prakteknya tapi bagaimana peternak-peternak ini bisa menjadi peternak yang unggul, peternak yang bisa menghasilkan penghasilan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini paparan dan diskusi yang akan di bincang bersama Prof. Dr. Ir. Muladno, M.Sc. yaitu mengenai `Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) pada Kawasan Sistem Integrasi Sapi` dan Ricky Tanudibrata dengan paparan dan diskusi `Kelapa Sawit (SISKA) dan Traceability “My Linked Farmer”: Teknologi berbasis Blockchain`.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Publish Views: 193


SDI UMJ Gelar Bimbingan Teknis Sistem Informasi Kepegawaian

Biro Umum dan Sumber Daya Insani (SDI) UMJ menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kepegawaian di Ruang Rapat lt. 3 Gedung Civilization Centre UMJ, Selasa (11/07/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Kepala Tata Usaha (KTU) di setiap Fakultas yang ada di lingkungan UMJ tentang sistem informasi kepegawaian di aplikasi Siakad.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor II UMJ Dr. Mutmainah, M.M., Kepala Biro Umum dan SDI Ir. Rohman, Kepala Bagian SDI UMJ Bambang Irawan, M.Pd., Kepala PDTI Tauficqurohman, M.Kom., dan turut mengundang KTU Fakultas se-UMJ. Diisi juga oleh Narasumber dari PT. Sevima yang bekerja sama dengan UMJ Adhi Dwi Prasetyo, S.Kom.

Bimbingan teknis ini dilaksanakan tiga hari yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Juli 2023. Pada hari pertama membahas tentang bimbingan teknis sistem informasi kepegawaian, hari kedua bimbingan teknis bidang keuangan dan akademik, dan hari ketiga bimbingan teknis sistem informasi kepegawaian biro umum dan SDI, PDTI, dan KTU Fakultas.

Kepala Bagian SDI UMJ Bambang Irawan, M.Pd., mengatakan, “Kegiatan ini dilaksanakan tiga hari, pertama pemaparan sistem secara konseptual dalam perspektif kerja sama dengan PT. Sevima. Kedua, akan ada bimtek bagian akademik dan keuangan. Ketiga, yaitu untuk mereview knowledge dan proses validasi. Dalam kepegawaian UMJ untuk tenaga pendidik dan penunjang berjumlah 641 orang, dosen berjumlah 614 orang, dan whole keseluruhan 1255 orang. Bagaimana masing-masing unit kerja ini terdatabase di aplikasi Siakad.”

Selanjutnya acarapun dibuka oleh Wakil Rektor II UMJ Dr. Mutmainah, M.M. yang menyampaikan, setelah bimtek ini nantintya KTU Fakultas yang diundang dapat menjelaskan ke fakultasnya masing-masing mengenai sistem kepegawaian ini agar lebih memudahkan.

“Bimbingan teknis sistem informasi ini nantinya untuk digunakan secara optimum, supaya bisa digunakan oleh pegawai dan juga keperluan akreditasi. Untuk menertibkan setiap sistem kepegawaian dan memudahkan untuk mencari knowledge,” ungkap Mutmainah.

 
Wakil Rektor II UMJ Dr. Mutmainah, M.M., (tengah) bersama Kepala Biro Umum dan SDI, Kabag SDI, Kepala PDTI, KTU Fakultas se-UMJ dan Narasumber dari PT. Sevima di Ruang Rapat lt. 3 Gedung Civilization Centre UMJ, Selasa (11/07/2023).

Selain itu ada pemaparan narasumber oleh Adhi Dwi Prasetyo, S.Kom. dari PT. Sevima yang menjelaskan aplikasi Siakad ini merupakan aplikasi untuk mengakses sistem informasi mulai dari kepegawaian, akademik, keuangan, dosen dan lain-lain.

“Semua mode yang ada di Siakad ini sudah terintegrasi dan dari aplikasi Siakad ini sudah terhubung dengan consumer admin mulai dari kepegawaian, dosen, mahasiswa, keuangan, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB),” papar Adhi.

Adhi menambahkan bahwa ada banyak fitur di dalam aplikasi Siakad ini, mulai dari pendataan knowledge pegawai (dosen & tenaga pendidik), pencatatan kehadiran (monitoring presensi kehadiran), monitoring kegiatan pegawai, monitoring hubungan kerja (kontrak habis/pensiun), pencatatan cuti dan izin pegawai.

Kegiatan ini berjalan dengan diskusi pemaparan materi oleh narasumber dan tanya jawab antara narasumber dan KTU Fakultas se-UMJ yang diundang dalam acara bimtes ini.

Editor : Budiman


5

Efektifitas Sistem Proporsional dalam Pemilu 2024.

Belakangan dunia perpolitikan Indonesia sedang ramai oleh isu Mahkamah Konstitusi (MK) akan mengubah sistem Pemilu dari coblos nama caleg menjadi coblos gambar partai atau sistem pemilu dari sistem proporsional terbuka akan kembali ke sistem proporsional tertutup.

Pimpinan Cabang (PC) IMM Cirendeu membahas konsep dan resiko kembali pada sistem tersebut dengan para pengamat politik, yang dikemas dengan acara diskusi publik bertemakan “Democracy & Election Talks: Menyoal Sistem Proporsional Tertutup dalam Pemilu 2024” diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum (FH) UMJ pada, Kamis (15/06/2023).

Baca juga : IMM FH Undang AKPI Bahas Pengadilan Niaga Perkara PKPU

Kegiatan ini dihadiri oleh Bendahara Umum DPD IMM DKI Jakarta Rahmat Syarif, S.H. yang mewakili Ketua DPD IMM DKI Jakarta, Ketua Umum PC. IMM Cirendeu  Asyraf Al Faruqi Tuhulele, S.Sos., serta dihadiri juga kader IMM se-Cirendeu dan terbuka untuk umum.

Dalam acara ini menghadirkan narasumber yang diisi oleh Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati, S.Sos., M.IP., Pengamat Politik UMJ Dr. Endang Sulastri, M.Si., Koordinator Nasional JPPR Nurlia Dian Paramita, S.IP., M.A.

“Penting bagi kita hari ini untuk membahas persoalan sistem proporsional tertutup dan terbuka, dan berbicara persoalan ini masih banyak pertentangan juga. Ketika berbicara proporsional tertutup maka oligarkinya ketua partai politik, sedangkan kalau terbuka oligarkinya partai, memperebutkan nomor urut,dan oligarki ekonom. Jadi masalah ini yang perlu sama-sama kita bahas,” papar Ketua Umum PC. IMM Cirendeu  Asyraf Al Faruqi Tuhulele, S.Sos.

Disampaikan juga oleh Bendahara Umum DPD IMM DKI Jakarta Rahmat Syarif, S.H., bahwa kegiatan diskusi ini sangat menarik, karena membahas isu politik yang sedang ramai diperbincangkan dan juga tahun depan kita akan mengadakan pesta demokrasi pemilu 2024. Dengan demikian sistem proporsional tertutup dan terbuka mempunyai pengaruh.

“Pembahasan diskusi hari ini sangat menarik, karena sistem proporsional tertutup dan terbuka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kegiatan ini sejalan dengan DPD IMM DKI Jakarta saat ini sedang melakukan safari politik, yang membahas juga bagaimana sistem proporsional tertutup dan terbuka,” papar Bendahara Umum DPD IMM DKI Jakarta Rahmat Syarif, S.H.

Pada kesempatan ini Pengamat Politik UMJ Dr. Endang Sulastri, memaparkan histori penyelenggaraan sistem proporsional tertutup dan terbuka di Indonesia mulai dari orde lama, orde baru, sampai period reformasi.

“Sistem proporsional sudah kita gunakan dari tahun 1955 di Indonesia. Penggunaan sistem proporsional ini digunakan di Indonesia karena masyarakatnya yang heterogen serta kita juga pernah menggunakan sistem proporsional tertutup dan terbuka,” papar Endang.

Sementara itu Khoirunnisa Nur Agustina, Ninis sapaannya. Memaparkan tentang variable utama sistem pemilu secara mendetail mulai dari pembentukan daerah pemilihan, metode pencalonan, metode pemberian suara, ambang batas parlemen, formulation perhitungan suara, penetapan calon terpilih, dan jadwal pelaksanaan pemilu. Ninis juga mengapresiasi kegiatan ini karena adalah diskusi pertama setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait sistem proporsional tersebut.

“PC IMM Cirendeu adalah yang pertama kali mengadakan diskusi pasca putusan yang memutuskan untuk menggunakan sistem proporsional terbuka pada pemilu 2024,” ungkap Ninis.

Tidak hanya secara sistem yang dibahas, Sephia Wahyuni juga menyampaikan bagaimana peran anak muda yang mempunyai peluang pada sistem proporsional ini.

“Anak muda punya banyak peluang pada sistem proporsional terbuka ini, karena anak muda punya nilai kritis untuk mengomentari dan mengkritik bagaimana calon legislatif (caleg) yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif,” papar Sephia.

Setelah pemaparan dari narasumber, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Acara ini ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber dan foto bersama.

Editor : Budiman


13


Lestarikan Hutan Mangrove, Peneliti UNJA Sulap Buah Pedada Jadi Peningkat Sistem Imun

Mendalo- Hutan mangrove merupakan hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon di space sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Ada pun manfaat hutan mangrove bagi keberlanjutan lingkungan adalah untuk mencegah terjadinya abrasi pantai dan erosi tanah. Selain itu hutan mangrove juga juga memiliki manfaat di bidang ekonomi dan pariwisata. Seperti tumbuhnya pohon bakau merupakan ekosistem yang sangat produktif yang dapat menawarkan banyak produk dan jasa baik bagi lingkungan laut maupun masyarakat disekitarnya. apt. Uce Lestari, S.Farm., M.Farm., dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) mengolah buah pedada menjadi produk olahan pangan seperti dodol pedade, permen asam manis pedado, granul pedada, dan marshmallow pedade sebagai peningkat sistem imun.

Uce Lestari mengatakan Desa Teluk Majelis yang terletak di Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai nelayan. Selain itu hutan mangrove yang berada disekitar perkampungan desa Teluk Majelis banyak ditemukan dan didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut. Komunitas tanaman ini berfungsi untuk melindungi garis pantai dan menjadi habitat berbagai hewan perairan.Menurut information BKSDA Provinsi Jambi hutan bakau pantai timur memiliki 20 jenis tanaman mangrovesalah satunya adalah jenis mangrove yang dihasilkan yaitu buah adalah pedada (Sonneratia cassiolaris).

“Masyarakat Desa Teluk Majelis yang berada di wilayah hutan mangrove tersebut belum mampu mengoptimalkan potensi hasil hutan mangrove non kayu sehingga kurang memiliki kepedulian dalam melestarikan ekosistem mangrove di semenanjung pesisir Tanjung Jabung timur, Tanaman pedada (Sonneratia cassiolaris) yang tumbuh di hutan mangrove tersebut berbuah secara musiman, dimana pedada akan berbuah pada akhir tahun seperti periode bulan Oktober sampai dengan Desember,” ujar Uce Lestari.

Uce Lestari juga mengatakan tanaman pedada berbuah masyarakat desa Teluk Majelis jarang mengkonsumsi langsung buah pedada karena rasanya asam. Sehingga buah tersebut banyak jatuh dibawa arus laut ataupun habis dimakan oleh binatang monyet. Rasa asam disebabkan karena pedada memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi.

Berdasarkan penelitiannya Uce Lestari mengatakan bahwa buah pedada (Sonneratia caseolaris) mengandung beberapa senyawa bioaktif diantaranya flavonoid, luteolin dan luteolin 7-O-B-glucoside yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, mampu meningkatkan sistem daya tahan tubuh serta dapat membunuh mikroorganisme.

“Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Melati di Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan satu-satunya usaha dalam mengolah buah pedada menjadi produk olahan pangan seperti dodol pedade, permen asam manis pedado, granul pedada dan marshmallow pedade sebagai peningkat sistem imun. Produk pangan fungsional tersebut telah dijual pada pusat oleh oleh kabupaten Tanjab Timur. Tetapi pengolahan menjadi inovasi sabun cair antiseptik belum dikembangkan. Kandungan flavonoid pada buah pedada mampu membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri dengan istilah sebagai antiseptic.Dengan melihat potensi ini, maka muncul ide untuk membuat teknologi pengolahan sabun cair buah Pedada sebagai antiseptik,” ungkap Uce Lestari.

Menurutnya, langkah awal pembuatan sabun cair antiseptik buah pedada adalah mempersiapkan pewarna alami yang diambil dari sari bunga telang dan sari buah binahong. Adapun cara pembuatannya hampir sama dengan pembuatan sari buah pedada tetapi pembuatan sari pewarna alami dibuat dengan cara perebusan bunga telang dengan air hingga memberikan warna biru tua. Buah binahong yang sudah masak dilumatkan dan direbus dengan air hingga memberikan warna merah fanta kemudian sari bunga telang dan buah binahong disaring lalu siap digunakan.

“Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cair antiseptik diantaranya adalah sari buah pedada, kalium hidroksida, natrium lauril sulfat, asam stearat, minyak zaitun, sari bunga telang dan sari buah binahong sebagai pewarna dan pewangi sabun. Secara umum proses pembuatan sabun cair dilakukan dengan cara pemanasan untuk melarukan bahan-bahan kimia tersebut, setelah terlarut sempurna bahan-bahan tersebut lalu dicampur dan diaduk sampai merata dan dihasilkan sabun cair antiseptik buah pedada yang kental, berwarna dan memiliki aroma yang khas,” tuturnya.

Pada pencampuran sabun cair buah pedada dengan pewarna alami sari bunga telang memiliki keunikan tersendiri, terlihat dimana sari bunga telang yang berwarna biru tua setelah dimasukkan kedalam sabun cair buah pedada mengalami perubahan menjadi warna ungu, hal ini disebabkan karena terjadi proses oksidasi dimana sari buah pedada sendiri banyak mengandung vitamin C yang mengakibatkan perubahan warna antosianin dari bunga telang berubah menjadi warna ungu yang khas.

“Pewarnaan sabun cair antiseptik buah pedada ini dapat divariasikan sesuai dengan selera masing-masing. Pewarnaan tidak hanya digunakan pewarna alami dari tanaman yang ada disekitar kita tetapi pewarnaan dapat menggunakan pearna makanan yang beraneka ragam seperti pewarna pandan akan menghasilkan warna hijau dan berwarna biru muda yang menarik. Sabun cair buah pedada dapat digunakan sebagai sabun pencuci tangan sehingga tangan bebas dari mikroorganisme ataupun sebagai sabun pencuci piring dan sabun pencuci pakaian,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya difusi teknologi yang ditemukannya dapat memberikan manfaat yang luar biasa khususnya bagi masyarakat disekitar sekitar wilayah pesisir Tanjung Jabung Timur menjadi sabun cair antiseptik yaitu mampu mengembangkan buah pedada menjadi inovasi baru sabun cair antiseptik dalam peningkatan kualitas PHBS dan mampu mengedukasi atau kampanye pelestarian ekosistem mangrove.

“Selain itu dapat meningkatkan usaha masyarakat dalam pengembangan jenis usaha yang tidak hanya fokus pada pangan fungsional buah pedada saja tetapi memiliki inovasi baru sabun cair antiseptik pedada sendiri yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari serta dapat membuka peluang usaha dalam berwirausaha serta dapat menjadi produk unggulan khusus daerah yang berada dipesisir pantai yaitu kabupaten Tanjab Timur dan Tanjab Barat,” tutup Uce Lestari.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS / ist*


Publish Views: 147