Tag: Satu

Prodi Manajemen UBL Raih Akreditasi Unggul Pertama dan Satu Satunya di Sumbagsel

Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung kembali menambah program studi (prodi) terakreditasi UNGGUL yaitu prodi Manajemen program Sarjana (S1) setelah mendapatkan penetapan Surat Keputusan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) Nomor 701/DE/A.5/AR.10/IX/2023 yang ditetapkan di Jakarta dan mulai berlaku pada 08 September 2023 hingga 08 September 2028. Penetapan akreditasi UNGGUL prodi Manajemen ini menyusul prodi Teknik Sipil UBL yang sebelumnya juga mendapatkan akreditasi yang sama. Selain itu prodi Manajemen S1 dan S2 (Magister Manajemen) UBL juga sudah mendapatkan akreditasi internasional dari Larger Training Analysis and Accreditation Council of Taiwan (HEEACT), sebuah lembaga akreditasi internasional terkemuka asal Taiwan.

Menanggapi hal ini Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman menyambut baik akreditasi dengan peringkat tertinggi dari LAMEMBA yang menjadi pencapaian maksimal dalam mengukur mutu kualitas layanan pendidikan diberikan oleh UBL. “Alhamdulillah saya ucapkan selamat dan sukses kepada prodi Manajemen yang sudah meraih prestasi akreditasi UNGGUL sesuai dengan harapan kita semua sivitas akademika UBL. Penetapan akreditasi UNGGUL ini merupakan pengakuan terhadap kualitas mutu layanan pendidikan di prodi Manajemen UBL. Tentu saja prosesnya tidaklah mudah, mengingat selain harus melampaui Customary Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan melampaui rencana strategis, juga harus berdaya saing internasional seperti luaran publikasi penelitian dosen, dan mahasiswa di jurnal internasional bereputasi, sarana prasarana yang berstandar internasional, serta kurikulum yang berstandar internasional,” terang Prof Yusuf saat diwawancarai through WhatsApp, Kamis 14/09/2023.

Prof Yusuf juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua tim akreditasi prodi dan semua pihak yang terlibat dalam proses akreditasi ini.“Saya ucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ketua Prodi Manajamen, para dosen, alumni, pengguna alumni, dan semua pihak yang telah luar biasa bekerja keras dan kompak selama proses akreditasi sehingga kita bisa memperoleh peringkat Akreditasi Unggul. Pencapaian ini menjadikan prodi Manajemen UBL yang pertama dan satu satunya prodi PTS se Sumbagsel yang mendapatkan akreditasi UNGGUL. Semoga menjadi berkah bagi peningkatan SDM di bidang Manajemen di Indonesia, khususnya Lampung,” tutupnya.

Sebagai informasi, akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) kelayakan dan mutu perguruan tinggi. Dikutip dari Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2022, akreditasi kampus menggunakan nilai A, B, dan C sebelum 1 Oktober 2018 untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dan sebelum 1 April 2019 untuk Akreditasi Program Studi (APS), dengan menggunakan penilaian tujuh standar. Setelah instrumen akreditasi berubah menjadi Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0 (IAPS 4.0) dan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 3.0 (IAPT 3.0), maka nilai akreditasi pun berganti menjadi Unggul, Baik Sekali dan Baik.

Rektor UMJ: Pendidikan Merupakan Salah Satu Parameter Pembangunan

Salah satu parameter untuk mengukur indeks pembangunan manusia adalah pendidikan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yaitu dengan cara melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut disampaikan Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., pada gelaran Yudisium dan Tasyakuran Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) dengan mengusung tema Meningkatkan Kualitas dan Integritas Lulusan yang Unggul, Mandiri dan Berdaya Saing International bertempat di Gedung Aula FEB UMJ Jum’at (16/06/2023).

Baca juga : Kunjungan FAI UAD ke FAI UMJ Jelang Akreditasi

Sebanyak 124 Mahasiswa dinyatakan lulus dalam agenda yudisium program Sarjana dan Pascasarjana periode semester ganjil tahun akademik 2022/2022 dihadiri oleh Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si., Dekan FAI UMJ, Dr. Sopa, M.Ag. Wadek I Busahdiar, M.A. Wadek II Dra. Romlah, M.Pd., Wadek III Nurhadi, S.Ag., M.A. serta seluruh sivitas akademika FAI UMJ.

Dalam hal ini, ketua pelaksana yudisium FAI UMJ Dina Febriani Darmansyah, S.E., M.M. melaporkan sebanyak 124 mahasiswa dinyatakan lulus dari program studi jenjang S1 Pendidikan Agama Islam sebanyak 70 mahasiswa, Hukum Keluarga Islam sebanyak 6 mahasiswa, Komunikasi Penyiaran Islam sebanyak 24 mahasiswa, Perbankan Syariah sebanyak 2 mahasiswa, Manajemen Zakat dan Waqaf sebanyak 3 mahasiswa, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 8 mahasiswa, dan Program S2 Magister Studi Islam sebanyak 11 mahasiswa.

Dekan FAI UMJ Dr. Sopa, M.Ag. mengucapkan selamat dan syukur kepada calon sarjana FAI UMJ yang telah menyelesaikan studinya baik pada jenjang S1 maupun S2. Hal ini, Sopa sampaikan sesuai dengan surat Luqman ayat 12 tentang makna bersyukur.

“Tidak semua yang masuk kuliah dapat menyelesaikan tugas kuliahnya dan tidak sedikit juga yang putus ditengah jalan. Maka dari itu lulusnya para calon sarjana ini patut untuk disyukuri,” ungkap Sopa.

Tidak hanya itu, Sopa pun berpesan agar calon sarjana tidak berhenti belajar sampai jenjang S1/S2 saja melainkan dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya. Layanan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk jenjang S2/S3 disampaikan Sopa bahwa banyak keuntungan yang akan diterima dari beasiswa LPDP tersebut seperti tunjangan kuliah, hingga biaya hidup.

Rektor UMJ Dr. Ma’mun Murod, S.Sos., M.Si. berpesan pada peserta yudisium bahwa perintah mencari ilmu hukumnya wajib. Lebih lanjut, Ma’mun menyampaikan bahwa dalam konteks pendidikan islam tidak ada istilah deskriminasi antara laki-laki dan perempuan yang ada hanya pada perannya saja.

“Deskriminasi antara laki-laki dan perempuan pada konteks pendidikan ini sering sqlah dipahami pada beberapa negara yang memiliki pemikiran tekstual dan kolot. Bisa dilihat dari sisi kualitas pendidikan ditingkat ASEAN belum berdiri pada posisi terhormat jika dibandingkan dengan negara tetangga. Padahal Indonesia ini negara yang satu-satunya dikonstitusikan sebanyak 20% untuk pendidikan,” tegas Ma’mun.

Ma’mun berharap pola pikir peserta yudisium yang sebentar lagi akan menjadi alumni dapat menghadirkan Muhammadiyah di tengah-tengah masyarakat. Dimana Muhammadiyah selalu menatap kedepan terkait spirit kemajuan dalam bermasyarakat.

“Tentu kita semua sudah paham perbedaan kemajuan spirit bermuhammadiyah dengan yang lainnya, paling tidak saat ada pertentangan ditengah masyarakat kalian dapat melerai dan meluruskannnya,” ungkap Ma’mun.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi beasiswa LPDP yang disampaikan langsung oleh Kaprodi Manajemen Studi Islam M. Hilali Basya, MA., Ph.D. sekaligus peninjau pengajuan proposal beasiswa calon penerima LPDP.

Hilali menyampaikan betapa pentingnya menyiapkan diri dalam menggali informasi beasiswa yang dituju. Seperti mengetahui 4 hal utama sebelum mencari beasiswa baik pada kompetensi kepribadian, rencana studi, kompetensi menyelesaikan studi, hingga rencana setelah studi harus matang dipersiapkan.

“Karena beasiswa ini tidak hanya menyediakan beasiwa kuliah saja melainkan ada beberapa hal seperti penelitian, pengabdian masyarakat hingga uang saku yang nantinya akan dibiayai,” ungkap Hilali.

Dalam kompetensi kepribadian, Hilali menjelaskan bahwa ketangguhan dalam menjalani kesulitan seperti peran dalam mengelola organisasi, lembaga atau kegiatan, hingga orientasi berprestasi.

Tidak hanya itu saja, rencana studi sebelum mendaftar beasiswa pun perlu dibuat rancangannya terkait pertimbangan memilih prodi dan universitas, memenuhi syarat kampus yang dituju, hingga relevansi prodi dengan pekerjaan/aktivitas saat ini.

Dilanjut dengan laporan mahasiswa terbaik FAI UMJ periode 2022/2023 yakni Muhammad Dafa Akmal IPK 3,84 predikat pujian, Imam Hanafi IPK 3,53 predikat pujian, dan Andini Febriani IPK 3,87 predikat pujian dari program S1. Sedangkan dari program studi S2 yakni Saiful Bahri IPK 3,88 predikat pujian.

Muhammad Dafa salah satu peserta yudisium terbaik menyampaikan terdapat 6 hal dalam proses mencari ilmu menurut syekh Ali Jumroh. Pertama, kecerdasan dimana seorang guru adalah pintu utama pendidikan. Kedua, semangat terus menerus terhadap apa yang diusahakan. Ketiga, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agar bermanfaat. Keempat, kecukupan biaya. Kelima, bimbingan seorang guru atau bersahabat dengan guru. Keenam, membutuhkan waktu lama dalam memperoleh ilmu.

“Setiap individu memiliki goal untuk mencapai itu semua dengan dibuktikan adanya sebuah kerja keras, proses, untuk meraih terhadap lika liku kehidupan, surga telah diwariskan kepada kalian dari apa yang kalian telah diusahakan,” ungkap Dafa.

Selain Dafa, kesan dan pesan pun disampaikan oleh perwakilan orang tua dari peserta yudisium terbaik Dolly Novaruddin Siregar, S.E. yang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi positif kepada UMJ karena telah berhasil mendidik dan mengantarkan para calon sarjana dalam menyelesaikan studinya.

“Kami sangat bahagia dan bangga putra dan putri kami telah mendapat bekal untuk dapat menatap masa depan menjadi lebih baik, tidak hanya itu teruntuk calon sarjana agama islam tentu setelah lulus jangan membuat kalian takabur namun pencapaian tersebut dapat dijadikan pendorong untuk meraih kesuksesan dimasa mendatang,” tutup Dolly.

Gelaran yudisium diakhiri dengan kemeriahan lantunan lagu melayu yang dibawakan oleh Siti Mardotillah mahasiswi prodi Komunikasi Penyiaran Islam dengan judul lagu Zapin Melayu dan Laksana Raja Dilaut. Kemeriahan pun turut diikuti oleh seluruh peserta yudisium dan segenap sivitas akademika FAI UMJ.

Editor : Tria Patrianti


1