Tag: Pudak

Peresmian MILADU (Mie Labu Madu): Inovasi Mahasiswa UNJA Dalam Mendorong Ekonomi Desa Pudak

JAMBI,- Tim mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Jambi (UNJA) yang mengikuti Program Inovasi Desa (Professional-IDe) melakukan Peresmian Produk MILADU ( Mie Labu Madu). Berlokasi di Kantor Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi pada 29 November 2023.

MILADU adalah sebuat produk yang dihasilkan oleh mahasiswa UKM PIB UNJA yang berbahan dasar campuran labu madu, mentega, telur dan tepung. MILADU ini terjamin untuk kesehatan karena tanpa menggunakan borax dan bahan lainnya.

Tim mahasiswa ini terdiri dari 14 orang yaitu Muhamad Juanda, Frety Zinta, Frety, Nur Khanifah, Maulidiani Addawiyah, Maulid, Ronaldo Aidil Putra, Zahra Septira, Raden Ahmad Irpan, Azimas Prayoga, Camelia, Camelia, Bela Santia, Bela, Rila Yunita, Rila, Maula Hayati Saptarini, Diel Fero Sihombing, dan Fajar Dwi Aryondo.

Adapun tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa laboratorium terpadu Universitas Jambi.

Muhammad Juanda selaku ketua tim menyampaikan motivasi awal dan harapannya terhadap produk yang telah mereka buat.

“Motivasi awal kami dalam membuat produk ini yaitu melihat potensi besar labu madu di Desa Pudak yang dapat dikembangkan, serta harapan kami yaitu semoga berkelanjutan dari pihak mitra di Desa Pudak dan pemasaran mie labu madu yang pesat dikalangan masyarakat,” ungkapnya.

Dr. Dra. Heriberta, M.E. Selaku dosen pembimbing menyampaikan tanggapannya terkait mahasiswanya yang inovatif dan kreatif.

“Menanggapi kreativitas mahasiswa saya senang sekali bahwa ternyata mahasiswa kita memiliki Inovatif dan kreatif, dengan melihat potensi Desa Pudak salah satunya adalah menghasilkan labu madu dan mereka mempunyai pemikiran untuk merubah labu madu menjadi produk mie, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan Pemberdayaan ekonomi native. Pak Kadesnya senang bahkan menyampaikan mohon bantuannya ke UNJA untuk melakukan edukasi kepada masyarakat Desa Pudak Kecamatan Kumpe Ulu ditingkatkan,” ungkapnya

Dr. Heriberta juga menyampaikan harapannya terkait produk yang telah diciptakan oleh mahasiswanya.

“Harapannya, Produk MILADU (Mie Labu Madu) yang telah dihasilkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, selain itu harapannya Produk MILADU (Mie Labu Madu) bisa diproduksi terus menerus dan dipasarkan secara luas,” tutupnya.

Silvia Yuliansari /Fara / HUMAS


Publish Views: 107

Kata Mereka Tentang DLT UNJA Desa Pudak

“DLT UNJA Ubah Ekonomi Keluarga Saya”

Mendalo- Yayuk, salah satu masyarakat penerima manfaat dengan keberadaan Desa Laboratorium (DLT) Universitas jambi (UNJA) dengan produk Labu Madu mengungkapkan dengan adanya DLT UNJA ini dapat menolong dan mengubah ekonomi keluarganya, hal ini diungkapnya ketika ada kunjungan lapangan pada kegiatan Workshop Ekosistem Kolaboratif Melalui Desa Laboratorium Terpadu (DLT): Mannequin Baru Pengembangan Desa dan Implementasi Program Tridharma Perguruan Tinggi pada Universitas Jambi Tahun 2023 Rabu (6/9/23) di Desa Pudak Kecamata Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Yayuk mengatakan Labu madu yang di kembangkan dan diproduksi di DLT UNJA memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian keluarganya.

“Alhamdulillah saya bisa membantu perekonomian keluarga dan sangat menolong perekonomian keluarga saya, saya yang awalnya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang tidak berpenghasilan tetapi dengan adanya labu madu di DLT UNJA ini sangat membantu saya,”ujar Yayuk.

Yayuk kemudian mengungkapkan bahwa menanam labu madu tidaklah membutuh tenaga dan biaya yang tinggi sehingga ia bersama ibu-ibu yang lain bisa menjadikan kegiatan sampingan yang menghasilkan.

“Menanam labu yang diajarkan oleh Ibu Sri Arnita Abu Tani (Ketua tim penelitian Labu Madu DLT Desa Pudak) tidak susah dan tidak menyita banyak waktu dan perawatan, ketika sudah ditatam kita tinggal menunggu hasil tetapi kita juga menyiramnya dan itu tidak memakan waktu lama, menanam labu madu ini menjadikan pekerjaan sampingan tapi hasil yang tidak main-main, dan alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,”ungkapnya.

Ia kemudian mengatakan dengan DLT ini ia mendapatkan ilmu bagaimana cara menanam labu madu yang berkualitas sehingga ia bersama ibu-ibu lain yang ikut dalam kelompok DLT tersebut bisa menanam kembali labu madu tersebut di samping perkarangan rumahnya.

“Dengan ilmu yang didapat, saya dan ibu-ibu yang lain bisa menanam labu madu tersebut di perkarangan rumah, dan itu juga menambah penghasilan dengan memanfaatkan lahan disekitar perkarangan rumah,”terangnya ia juga menngatakan labu madu yang dihasilkan di DLT UNJA ini telah dipasarkan di 2 grocery store ternama di kota Jambi, dan permintaan labu madu tersebut terus meningkat untuk 1 kali pasokan bisa menghasilkan 80 sampai 100 kilo pertiga hari atau bahkan bisa lebih cepat.

Dr. Ir. Sri Arnita Abu Tani, M.S. yang merupakan Pengembang Rumah Labu Madu (Butternut Squash) Desa Pudak Kec Kumpeh Ulu Kab Muaro Jambi melalui DLT UNJA mengatakan ia mengajak 10 orang ibu-ibu disekitar DLT UNJA ini untuk belajar menanam dan memanen labu madu.

“Kita mengajak ibu-ibu disini untuk diajarkan bagaimana pembibitan kemudian menanam sendiri dan sampai akhirnya panen mereka langsung mencoba sehingga nantinya setelah mereka dilepas dari binaan DLT ini mereka bisa membawa ke tempatnya masing-masing,”ujar Dr. Sri Arnita Abu Tani.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar,M.Si bagaimana ibu-ibu masyarakat sekita DLT UNJA ini mempelajari bagaimana pembudiyaan labu madu, dari mulai pembibitan sampai panen, dan ini merupakan mannequin baru yang kita jalankan sekarang sehingga penelityian dosen, pengabdian dosen itu bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Masyarakat sudah mrmanfaatkan lahan mereka untuk menanam labu madu tersebut, jadi sekarang ada sedikit saja lahan disamping rumah, langsung tanam labu madu tersebut, di DLT UNJA ini masyarakat tidak hanya diajarkan bagaimana pembibtan, menanam kemudian memanen tapi juga memasarkan produk labu dan ini memberikan manfaat bahwa DLT kita memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,”tutup Prof. Rayandra.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Publish Views: 47