Tag: Profesor

KUI dan Prodi Kessos Hadirkan Profesor dari California State College dalam Seminar Internasional

Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Jakarta berkolaborasi dengan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar seminar internasional dengan tema “Lesson From Pandemic: Well being for democracy and Implications for Social Work”. Seminar ini digelar secara hybrid di Auditorium Kasman Singodimedjo, Selasa (17/10/23).

Baca juga : Rocky Gerung Jadi Narasumber Stadium Basic  Mahasiswa FISIP UMJ

Seminar ini diadakan dalam rangka mengembangkan kerjasama dalam stage Internasional dengan menghadirkan Prof. Dr. Paul Duongtran dari Departement of Social Work School of Well being, Human Service, and Nursing California State College sebagai pembicara utama. Seminar diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika FISIP UMJ dan dimoderasi oleh Dosen Kessos FISIP UMJ, Wa Ode Asmawati, M.Si.

Pada pemaparannya, Paul Doungtran membahas tentang masa transisi dunia pendidikan, dari period regular menjadi period pandemi. Saat itu siswa dan guru harus belajar secara daring dan memicu munculnya masalah pada kesehatan psychological.

Paul menjelaskan masalah kesehatan itu muncul pada masyarakat Indonesia yang berdiam di banyak pulau dan sulit mendapatkan akses web. Terlebih lagi, banyak yang tidak memiliki gawai yang cukup baik sehingga menghambat proses kegiatan belajar mengajar. Tentu hal semacam itu bisa membuat kesehatan psychological masyarakat terganggu.

Hal lain yang disorotnya adalah adanya sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya pandemi. Mereka menganggap pandemi hanyalah tipuan belaka. Tentunya fakta itu membuat pandemi makin sulit untuk ditangani secara medis dan bahkan berdampak pada kesehatan psychological tenaga medis.

“Kurangnya perhatian atau apresiasi untuk para garda terdepan membuat mereka menjadi tidak percaya diri. Namun demikian, mereka tetap harus mengerjakan tugas mereka,” ungkap Paul.

Paul menambahkan, kebutuhan akan kesehatan psychological tidak terpenuhi selama pandemi. Keadaan itu semakin diperparah dengan menurunnya keadaan ekonomi masyarakat akibat pandemi. Masyarakat mengalami kekhawatiran, keuangan menurun, masalah kesehatan, naiknya tingkat perceraian, hilangnya kualitas hidup, dan juga penurunan kesehatan psychological bagi pekerja dan keluarganya.

Dalam kesempatan itu Paul juga menyampajkan harapannya ingin terus melakukan kerjasama dengan UMJ yang menurutnya berpeluang menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang psychological well being pada tahun 2025 nanti.

Kaprodi Kessos Muhammad Sahrul, M.Si., menjelaskan bahwa Seminar Internasional ditunjukan sebagai pengembangan wawasan world untuk mahasiswa dan dosen tentang isu sosial pasca pandemi.

Lebih lanjut, Sahrul berharap adanya kegiatan Internasional serupa seperti, riset, publikasi jurnal, hingga konferensi Internasional untuk pengembangan program studi kesejahteraan sosial FISIP UMJ.
“Semoga kita bisa lebih banyak ruang dan peluang dari kegiatan ini yang bisa dimanfatkan untuk pengambangan program studi,” jelas Sahrul.

Sebelumnya saat memberikan sambutan Ketua KUI UMJ, Endang Zakaria, berharap seminar internasional ini bisa memicu adanya kerjasama dengan universitas Internasional lainnya.

“UMJ sedang mengembangkan kerjasama bukan hanya di stage Asia dan Asean, tetapi juga dengan kampus Internasional lainnya, salah satunya Amerika,” ungkap Endang.

Seminar yang dihadiri ratusan peserta, baik daring maupun luring, ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi tentang kolaborasi internasional antara UMJ dan California State College.

Editor : Tria Patrianti


6

Hardi Syafria Raih Gelar Profesor; Ingatkan Jangan Pernah Puas, Terus dan Teruslah Melangkah

JAMBI,- Dr. Ir. Hardi Syafria, M. Si. menjadi salah satu dari 10 Guru Besar (Profesor) Universitas Jambi (UNJA) Sejak Agustus 2023. Hal ini sesuai dengan Keputusan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen.

Dr. Ir. Hardi Syafria, M.Si, Lahir di Pondok Tinggi, pada 7 September 1963. Dr. Hardi Syafria merupakan anak kedua dari lima bersaudara, dengan ayah bernama Husni Hamid (Almarhum) bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan Ibu bernama Jawariah (Almarhumah) sebagai ibu rumah tangga. Ia menamatkan SD Negeri pada tahun 1976, tahun 1979 lulus SMP Negeri, tahun 1982 lulus dari SMA Negeri, berturut-turut di tempat yang sama yaitu di Sungai Penuh. Dr. Hardi Syafria memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Program Studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi tahun 1987. Pada tahun 1993 ia memperoleh kesempatan meneruskan pendidikan di Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (PPS-IPB) pada Program Studi Ilmu Ternak melalui beasiswa Tim Manajemen Program Doktor (TMPD) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan lulus serta memperoleh gelar Magister Sains pada tahun 1996.

“Pada tahun 2012 saya meneruskan pendidikan Program Doktor saya yaitu Ilmu-Ilmu Pertanian Pemusatan Ilmu Peternakan pada Program Pascasarjana Universitas Andalas (PPS – UNAND). Kemudian pada tahun 2015 saya pindah ke Program Studi Ilmu Peternakan Program Doktor Fakultas Peternakan Universitas Andalas, selama mengikuti pendidikan tersebut saya mendapatkan beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dan lulus meraih gelar Doktor (Dr.) pada tahun 2016 dengan predikat lulus “Dengan Pujian”,”ujar Dr. Hadi Syafria.

Dr. Ir. Hardi Syafria, M. Si. Merupakan seorang Lektor Kepala Bidang Hijauan Pakan dan beliau merupakan dosen yang pernah medampingi dan membimbing mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Jambi sebagai Dosen pembimbing lapangan kurang lebih selama 20 tahun, dan sampai saat ini beliau sudah mengabdi di UNJA selama 34 tahun.

“Kalau untuk karya yang telah saya buat adalah telah melaksanakan 5 (lima) penelitian dari biaya DIKTI dan PNBP Universitas Jambi. kemduian pengalaman pengabdian kepada masyarakat ada sebanyak 5 pelaksanaan pengabdian. Lalu pengalaman penulisan artikel ilmiah dalam jurnal sebanyak 6 (enam) artikel Jurnal Internasional, 12 (dua belas) Jurnal Nasional terakreditasi, 2 (dua) Jurnal pengabdian Nasional Terakreditasi. Kemudian 6 (enam) pengalaman penyampaian makalah secara oral pada pertemuan atau seminar ilmiah Nasional. Dan karya dalam penulisan buku sebanyak 2 (dua) buku ber ISBN, 1 (satu) E-book Chapter Internasional, serta 1 (satu) perolehan HKI dalam 5 – 10 tahun terakhir.

Dr. Ir. Hardi Syafria, M. Si Mengatakan bahwa ia medapatkan dukungan yang sangat besar dari keluarganya sehingga ia bisa berhasil menjadi guru besar seperti sekarang.

“Jangan pernah puas dengan apa yang sudah ada di depan mata maju terus jangan terlena dengan apa yang sudah kita raih, terus dan teruslah melangkah, jadilah seperti ilmu padi semakin berisi semakin merunduk, selalu berdoa dan minta pertolongan pada Sang Pencipta. Buatlah Keluarga bangga dengan apa yang kita capai.” Tutupnya.

Silvia Yuliansari Asril / Fara / HUMAS


Publish Views: 221

Sempat Kerja Serabutan dan Jadi Pencuci Piring. Kini Dr. Supian Raih Gelar Profesor, Simak Kisahnya…

Jambi- Dr. Supian, S.Ag, M.Ag. merupakan salah satu dari 10 Guru Besar yang baru saja mendapatkan SK guru besarnya pada Agustus 2023. Pria kelahiran Musi Rawas Utara, 17 Oktober 1973 lalu berasal dari keluarga petani yang sederhana. Sejak kecil beliau bersama orangtuanya hidup di talang (berladang) dan sering berpindah-pindah.

Pada Humas UNJA ia menceritakan kehidupannya sejak kecil hingga sampai pada puncak tertinggi didunia akademisi yaitu memperoleh gelar Profesor pada bidang ilmu Agama Islam/Sejarah Pemikiran Islam, dari kecil ia telah mandiri dan membantu orangtuanya menyadap getah pohon karet di sela-sela liburan sekolah, berladang hingga ikut kerja serabutan lainnya.

“Saya bekerja selama setahun untuk mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dan akhirnya terkumpul saya bisa kuliah, selama kuliahpun saya harus bertahan hidup dengan bekerja serabutan, saya pernah jadi pencuci piring di rumah makan,”ujar Dr. Supian.

Dr. Supian kemudian menceritakan perjalan pendidikanya mulai dari sekolahdasar,iamemulai sekolahnya di SD Negeri Muara Kulum dan tamat pada tahun 1987, kemudian melanjutkan pendidikan ke MtsS Al-Hidayah Sarolangun lalu tamat pada tahun 1990 setelahnya ia menyambung Madrasah Aliyah di tempat yang sama dan selesai pada tahun 1993, berlanjut ke pendidikan Strata 1, Dr. Supian kulaih di IAIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi di tahun 1998 lalu melanjutkan S2 IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2001 dan S3-nya tahun 2013.

“Dulu saya orang yang tidak punya apa-apa, dari titik nol, hanya saja saya punya tekad dan harus berani menjemput takdir, berusaha semaksimal mungkin, berikhtiar serta melakukan kegiatan apa saja selagi positif,” ungkanya.

Selain mengajar, Dr. Supian juga merupakan seorang penceramah dan aktif dengan kegiatan MTQ baik itu menjadi dewan hakim panitia ataupun peserta. Saat ini ia telah berhasil menghasilkan karya-karya di bidang akademik berupa publikasi ilmiah seperti 10 buku, 2 karya ilmiah Scopus, 14 karya ilmah sinta, dan 10 publikasi ilmiah koran yang berhasil membawanya sampai kepada posisi saat ini, sehingga ia memperoler gelar guru besar.

Silvia Yuliansari Asril / Arvan / HUMAS

Foto: Marta


Publish Views: 147


Kuliah Umum Perdana Bagi Mahasiswa Baru, FTSP Hadirkan Profesor dari HAWK College-Germany

Prof. Dr.Ing Habil Michael Hansen dari HAWK College,Germany akan memberikan kuliah umum perdana bagi mahasiswa baru Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, pada hari Selasa, 19/9/2023 di Aula Balairung Caraka, Kampus 1 Unversitas Bung Hatta Ulak Karang.

Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Tekni Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Nasfryzal Carlo, M.S.c., beserta tim saat bertemu ramah dengan Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA., yang juga dihadiri oleh Wakil Rektor II Dr. Elfiondri, S.S., M.Hum, di ruangan Rektor.

Disebutkan Dekan, bahwa kerjasama antara Univeritas Bung Hatta dengan HAWK College,Germany berawal dari kerjasama antara Kota Padang dengan Kota Hildesheim tahun 1998, pada tahun itu juga untuk pertama kaliya mahasiswa dari HAWK telah melaksanakan praktek kuliah di Universitas Bung Hatta, dan pada tahun 1992 secara resmi Universitas Bung Hatta menandatangani naskah MoU dengan HAWK.

Ditambahkan Dekan, selama kunjungan Prof. Dr.Ing Habil Michael Hansen di Universitas Bung Hatta, selain akan memberikan kuliah umum untuk pertama kalinya bagi mahasiwa baru maupun mahasiswa senior Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, yang bersangkutan juga akan mengunjungi laboratorium dan studio di Universitas Bung Hatta baik yang ada di kampus II maupun yang di kampus III.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA., dalam hantaran katanya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih pada Prof.Hansen yang telah menyediakan waktunya untuk memberikan kuliah umum untuk pertama kalinya,khususnya bagi mahasiswa baru Universitas Bung Hatta.

Di sebutkan Rektor juga, bahwa dalam waktu dekat Rektor bersama tim juga akan mengunjungi HAWK College,Germany dalam rangka mempererat hubungan antar perguruan tinggi sekaligus memperbaharui naskah MoU antara Universitas Bung Hatta ngan HWK College.(*Indrawadi).

Kunjungi Pulau Pasaran, 2 Profesor Asal Jepang Terkesan Dengan Progam Pengolahan Sampah

Bandar Lampung – Dalam rangkaian Simposium Internasional yang diadakan SDGs Heart Universitas Bandar Lampung bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dan Magister Teknik UBL bertema “Sustainable and Resilient Coastal Society” mengadakan kegiatan Eco-Eduwisata dengan masyarakat pesisir Pulau Pasaran Kota Karang, Bandar Lampung, Sabtu, 26/8/2023.

Kegiatan tersebut berkolaborasi juga dengan Yayasan Inovasi Sosial Berkelanjutan atau lebih dikenal dengan Gajahlah Kebersihan. Turut serta Prof. Hiroyuki Miyake dan Prof. Fumitoshi Murae dari Universitas Kitakyushu, Jepang dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan di pulau pasaran tersebut diawali dengan mengunjungi Rumah Inovasi Daur Ulang (RINDU) yang dikelola oleh tim Gajahlah Kebersihan. RINDU merupakan tempat pengelolaan sampah dari kawasan pesisir Kota Bandar Lampung khususnya di Pulau Pasaran yang memproduksi Eco-Roaster yang mengandung 30% sampah plastik dan budidaya Maggot dari sampah organik. Kegiatan dilanjutkan dengan berkunjung ke komunitas Sea Mama yang merupakan komunitas ibu rumah tangga di kawasan pesisir Pulau Pasaran yang membuat kerajinan produk daur ulang dari sampah plastik yang menghasilkan produk bernilai.

Kegiatan Eco-Eduwisata tersebut sangat berkesan bagi Prof. Hiroyuki Miyake dan Prof. Fumitoshi Murae. “Saya sangat senang bisa berkunjung ke pulau Pasaran ini. Saya bangga dengan anak muda yang peduli dengan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Saya sangat tertarik dengan pengolahan sampah plastik dan sampah organik yang dilakukan disini. Selain itu komunitas ibu-ibu Sea Mama yang sangat kreatif dalam membuat kerajinan dari sampah kemasan plastik menjadi tas, topi dan lain-lain,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh RINDU sejalan dengan tema Simposium Internasional yang diselenggarakan SDGs Heart UBL yaitu “Sustainable and Resilient Coastal Society” dalam pemberdayaan masyarakat pesisir di pulau pasaran yang berkelanjutan. Selain itu juga sesuai dengan tujuan SDGs khususnya dalam Tujuan 2 Tanpa Kelaparan, Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim dan Tujuan 14 Ekosistem Laut.

UBL Tambah Guru Besar, I Ketut Seregig Jadi Profesor di Bidang Ilmu Hukum

Bandar Lampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menambah Guru Besar setelah Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar M.Sc menyerahkan secara langsung Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Guru Besar atas nama Dr. I Ketut Seregig, M.H dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi kepada Rektor UBL yang diwakili oleh Wakil Rektor II UBL Drs. Harpain, M.A T, M M pada Kamis, 10/8/2023 di ruang rapat lantai 2 gedung Rektorat UBL.

“Alhamdulillah hari ini Kepala LLDikti Wilayah II Prof. Dr. Iskhaq Iskandar M.Sc menyerahkan secara langsung Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor atas nama salah dosen Program Studi Ilmu Hukum UBL Dr. I Ketut Seregig, MH. Hal ini tentu membanggakan bagi seluruh civitas academica UBL karena proses meraih jabatan akademik tertinggi ini bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Tentu saja ini tidak lepas dari dukungan pihak kampus, khususnya Rektor UBL untuk terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen ke jenjang Guru Besar,” ungkap Harpain.

Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah II menyampaikan ucapakan selamat sekaligus memberikan beberapa pesan kepada Prof. Dr. I Ketut Seregig, SH, MH. “Dengan keluarnya SK ini, Prof I Ketut Seregig menjadi Profesor ke 37 di lingkungan LLDikti Wilayah II. Penambahan Guru Besar ini merupakan berkah bagi UBL sekaligus menunjukkan kematangan dalam suatu bidang ilmu dan juga pengelolaan sumber daya manusianya. Dan saya menitipkan kepada Prof Ketut agar dapat melahirkan lagi Guru Besar lainnya sekaligus menjadi mata air yang jernih yang mengalirkan banyak ilmunya sehingga banyak orang yang dapat menikmatinya. Karena hakekatnya sebagai seorang Guru Besar harus dapat terus mengembangkan bidang keilmuannya tidak dibatasi oleh pagar kampus akan tetapi harus keluar kampus karena karyanya dinantikan oleh bangsa Indonesia. Dengan bertambahnya Guru Besar ini saya juga mendorong agar UBL untuk membuka program S3 Ilmu Hukum,” ungkap Prof Iskhaq.

Terpisah, Prof I Ketut Seregig menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam proses meraih jenjang Guru Besar ini. “Terima kasih atas help yang tiada hentinya kepada Rektor UBL, Kepala LLDikti Wilayah II, Dekan dan Kaprodi Ilmu Hukum serta teman teman sejawat dan seluruh civitas academica UBL. Saya akan menjalankan apa apa yang sudah disampaikan oleh Kepala LLDikti Wilayah II tadi dan akan terus berupaya memberikan karya terbaik dibidang keilmuan saya,” pungkasnya.

10 Kepala HUMAS UNJA dari Masa ke Masa, Nomor 4 Sudah Jadi Profesor

JAMBI,- Dalam sebuah institusi, termasuk di Universitas Jambi, HUMAS menjadi ujung tombak dalam menjaga citra UNJA di mata khalayak ramai. Reputasi UNJA sebagai institusi pendidikan terbesar di Provinsi Jambi sangat bergantung pada peran HUMAS dalam membangun relasi yang baik dengan publik. HUMAS pun juga harus mumpuni dengan memiliki kemampuan komunikasi dan kualitas relasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada zaman modernisasi dengan kecepatan penyebaran informasi yang berkembang, HUMAS memiliki peran sangat penting dalam membangun citra positif. Citra positif yang dimaksud berupa kepercayaan, ide, kesan, impressi, atau persepsi publik terhadap UNJA. Citra positif tersebut diperlukan untuk mendapat kepercayaan publik terhadap UNJA sebagai institusi pendidikan. HUMAS menjadi andalan UNJA untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas yang berkaitan dengan kebijakan, layanan, hingga fasilitas yang dimiliki di dalamnya.

Ketika UNJA telah memiliki kebijakan yang baik, layanan yang ramah, bahkan fasilitas yang layak, tetapi tidak ada peran HUMAS di dalamnya, tentu semuanya akan menjadi ‘percuma’. Segala informasi akan sulit tersampaikan ke masyarakat, sehingga menimbulkan banyak kesalahpahaman terhadap pihak UNJA. Jangan sampai masyarakat memiliki persepsi negatif terhadap UNJA karena itu akan sangat merugikan banyak pihak.

Sejak tahun 1995 sampai saat ini tahun 2023, HUMAS UNJA telah memiliki 10 Pimpinan HUMAS, berikut nama-namanya (berdasarkan buku Tokoh-Tokoh Universitas Jambi):

  • 1. Edi Purwono, M.Hum. (1995-2001)
  • 2. Taufik Yahya, S.H., M.H. (2001-2003)
  • 3. Winarno, S.H., M.H. (2003-2006)
  • 4. Prof. Dr. Drs. Firman, M.Si. (2006-2010)
  • 5. Jul Andayani, S.Pt., M.P. (2010-2013)
  • 6. Ir. Ajidirman, M.P. (2013-2014)
  • 7. Ivan Fauzani Raharja, S.H., M.H. (2014-2016)
  • 8. Akbar Kurnia Putra, S.H., M.H. (2016-2020)
  • 9. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si. (2020-2021)
  • 10. Mochammad Farisi, S.H. LL.M. (2022-2023)

Saat ini, sejak Januari 2022 HUMAS UNJA dengan nama Pusat Dokumentasi dan Informasi Publik, dipimpin oleh Mochammad Farisi, S.H., LL.M. yang merupakan Dosen Fakultas Hukum. Selain itu, HUMAS UNJA saat ini menjalankan tupoksi Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID),

“HUMAS UNJA saat ini bekerja denegan visi ‘Responsif Mengelola Reputasi Universitas’, ini adalah jargon yang sangat positif yang berarti bergerak cepat dan aktif mempublikasi berbagai capaian sesuai visi UNJA SMART. Tugas HUMAS melakukan fungsi manajemen bidang informasi dan komunikasi publik yang persuasif, efektif, dan efisien untuk menciptakan hubungan harmonis dengan publik melalui berbagai kanal informasi. Dua tujuan utamanya, pertama menciptakan citra/reputasi positif dan kedua mendapatkan kepercayaan (public belief) dari masyarakat,” ujar Mochammad Farisi.

Ia juga mengatakan fungsi HUMAS sangat important dalam suatu lembaga, HUMAS berperan sebagai ‘Komunikator’ pembuka saluran komunikasi dua arah, sebagai ‘Fasilitator’ menyerap perkembangan aspirasi publik untuk bahan masukan, ‘Diseminator’ pelayanan informasi bagi publik, ‘Katalisator’ pendekatan/strategi mempengaruhi sikap publik, dan ‘Konselor’ konsultan bagi pengambil kebijakan.

“Telah banyak kretifitas dan inovasi yang telah kami buat bersama tim, pembritaan yang variatif, berita video, media sosial, dan secara reguler berdialog di TVRI dan RRI Jambi. Sampai pada puncaknya akhir tahun 2022 mendapatkan penghargaan tertinggi Anugerah HUMAS dari Diktirsitek, tentu apa yang dicapa saat ini melalau proses yang panjang dari apa yang sudah dibangun oleh Pimpinan HUMAS terdahulu. Kemarin kita baru saya menyelanggarakan Anugerah Humas UNJA 2023, untuk ke depannya, kita sedang menyiapkan produk baru yaitu UNJA SMART – TV, insyAllah bulan depan kita launching, salam HUMAS SMART,” pungkas Mochammad Farisi.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Submit Views: 289