Tag: Produksi

HILIRISASI PRODUK INOVASI UNJA ( STARBO AFE) SUKSES MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PRODUKSI PUPUK ORGANIK DI DESA IBRU

MENDALO,- Desa adalah salah satu komponen penting bagi tegaknya kesejahteraan di Indonesia. Berbagai sumber daya alam berasal dari desa. Selain itu, banyak potensi besar yang tersimpan di desa. Setiap desa, memiliki potensi yang berbeda dan setiap desa pasti memiliki potensi jika digali lebih element. Secara world terjadi perubahan pola pikir mengenai desa.

Desa,tak lagi dipandang sebagai suatu ciri terbelakang dan prasejahtera, melainkan menjadi suatu bagian penting dalam globalisasi. Oleh sebab itu, pemerintah kemudian mengeluarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Diwangga, 2018). Undang-undang tersebut memberikan semacam set off untuk masyarakat agar lebih termotivasi untuk membangun desa. Jika masing-masing desa di Indonesia memiliki motivasi dan kreativitas untuk membangun desa, maka pembangunan di Indonesia secara perlahan akan semakin lebih baik.

UU No.6 Tahun 2014 pemerintah memberikan penegasan kembali untuk mengoptimalkan pelaksanaan undang-undang tersebut. UU tersebut harus menjadi panduan utama dalam proses pelaksanaan kegiatan di desa, baik yang pemerintahan atau pun non pemerintahan. Harapannya, implementasi undang-undang itu dapat memajukan pembangunan desa. Pembangunan desa dan kawasan pedesaan merupakan faktor penting bagi pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antar wilayah (Soleh, 2017). Secara umum, pemerintah telah menerbitkan “device” yang dapat digunakan sebagai acuan pengembangan desa. Meski pola pengembangan desa telah memiliki teknik yang jelas (Tabel1), namun tugas utama desa adalah menemukan potensi yang kemudian bisa dikembangkan.

Salah satu  program  yang dikembangkan di Unja guna mengoptimalkan potensi desa sekaligus sebagai wadah pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi adalah Program Desa Laboratorium Terpadu (DLT). DLT merupakan program unggulan Universitas Jambi yang dikembangkan sejak tahun 2021 dan menjadi bagian tak terpisahkan dari 3 komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program DLT adalh melakukan hilirisasi teknologi untuk kemaslahatan desa. Produk Satrbo AFE, Hilirisasi Starbo AFE ini didasarkan pada kebutuhan industri Pupuk kompos yang membutuhkan Starbo AFE untuk proses pengomposan. Pengomposan menggunakan Starbo AFE memilikki efek yang relatif baik dari segi waktu pengomposan dan juga kualitas kompos. Hilirisasi perlu dilakukan, memhingat bahwa kemampuan produksi strabo AFE dari UNJA relatif tidak stabil karena memang aktivitas akademik lainnya. Hilirisasi ini selain akan membantu industri, juga akan memiliki dampak positif pada Universitas Jambi. Kegiatan MBKM dari DLT Ibru berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 mahasiswa peternakan, 2 mahasiswa prodi Agroekoteknologi, 2 mahasiswa Prodi Manajemen.

Hasil dari hilirisasi ini adalah berupa industri pupuk di Ibru semakin berkembang dengan produksi hingga 300 ton per bulan. Produksi pupuk ini tentu akan semakin memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Selain peningkatan produksi pupu, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakat kerjasama antara industri dan Universitas Jambi. Akhirnya, kegiatan hilirisasi inovasi produk unja ini tak hanya bermanfaat.

HUMAS/ISTIMEWA


Publish Views: 47

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Skip to content material

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Esaunggul.ac.id, Kegiatan yang mengundang beberapa instruktur dari Badan POM dan pendamping UMKM sebagai pemateri ini dilaksanakan selama empat hari sejak Kamis (16/11/2023) sampai Minggu (19/11/2023). Saat membuka acara bertajuk Kemitraan Pendidikan dan Pengembangan Produksi Rendang Meningkatkan Ekspor Melalui Manajemen Produksi Berkulitas ini, Wakil Rektor II UEU, Rian Adi Pamugkas, mengungkapkan, acara pembinaan ini diharapkan dapat memberikan penguatan pengetahuan dan keahlian bagi UMKM untuk berkembang lebih baik.

“Dalam program pembinaan ini tim dosen UEU membantu memberikan pendampingan agar pengusaha UMKM dapat mengemas produknya lebih baik, kualitas produknya memenuhi syarat BPOM dan HALAL, sehingga diharapkan setelah mengikuti program pembinaan ini produk mereka dapat dijual dengan harga yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya. Rian menjelaskan, program pembinaan ini diberikan kepada para pengusaha UMKM khususnya yang bergerak dalam produksi rendang. Industri makanan tradisional asal Sumatera Barat ini memiliki pangsa pasar yang luas, bahkan memiliki pangsa besar untuk diekspor ke mancanegara. “Beberapa waktu lalu saat saya ke Amerika, saya menemukan makanan rendang dijual di sana. Artinya produk rendang ini punya kesempatan besar sebagai produk ekspor, dan memiliki pangsa pasar besar di luar negeri,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UEU, Laras Sitoayu, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa UEU. Kegiatan ini dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. “Kegiatan ini merupakan upaya UEU dalam mentransfer iptek dari perguruan tinggi ke masyarakat,” imbuhnya.

Web page load hyperlink

Go to Prime

Kreasi P2M2 FKIK UNJA Kembangkan Produksi Abon Ikan Nila di Desa Pematang Jering

JAMBI,- Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) yang tergabung dalam tim Program Pemberdayaan Mahasiswa kepada Masyarakat (P2M2) tahun 2023 melaksanakan kegiatan pengembangan produksi dan konsumsi Abon Ikan Nila bersama ibu-ibu di Desa Pematang Jering. Bertempat di rumah produksi Abon Ikan Nila tim P2M2 IKM UNJA.

Kegiatan ini sudah berlangsung kurang lebih selama 3 bulan dimana puncak dari kegiatan ini yaitu acara launching produk Abon Ikan Nila yang diadakan langsung di Wisata Danau Gatal Desa Pematang Jering. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, serta dihadiri oleh dosen pembimbing P2M2, Dr. Asparian., S.Ok.M., M.Kes.

Dengan melihat hasil perikanan yang sangat berlimpah yaitu Ikan Nila, dan masih banyaknya balita yang mengalami gizi kurang di Desa Pematang Jering, untuk itu timbul rasa kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan standing gizi balita dengan memanfaatkan hasil perikanan yang berlimbah tadi sehingga dibentuklah tim P2M2 IKM yang diketuai oleh Dewi Aprilianti dengan Nurul Qalbi, Fitri Azizah, serta Mawar Dia Sofira sebagai anggota.

Sebagai Ketua Tim, Dewi mengungkapkan rasa syukur dan bahagia atas pencapaian program P2M2 yang telah digagas dan dilaksanakan bersama anggotanya hingga diterima di tingkat Universitas Jambi.

”Alhamdulillah pada hari ini, saya dan teman teman P2M2 dengan bangga mempersembahkan peluncuran produk inovasi alternatif makanan pendamping ASI yaitu Abon Ikan Nila khas Pematang Jering yang dimana bahan utamanya bersumber langsung dari potensi lokal, hasil dari petani keramba ikan di Pematang Jering. Produk Abon Ikan Nila ini adalah hasil dari upaya dan dedikasi kami bersama ibu-ibu Pematang Jering untuk memberikan inovasi menu makanan pendamping asi kepada ibu-ibu balita dan juga konsumen lain yaitu masyarakat umum,” ujarnya.

“Produk Abon Ikan Nila yang kami luncurkan kali ini adalah jawaban atas kebutuhan dan keinginan masyarakat Pematang Jering, penambah UMKM juga dan kami berharap bahwa produk ini akan menjadi solusi bagi masalah kesehatan gizi pada balita di Desa Pematang Jering sesuai dengan tujuan proker kami,” sambungnya.

“Dengan penggunaan Ikan Nila pada pengolahan abon ini bertujuan untuk memberi citarasa dengan   sumber bahan alami dan optimalisasi potensi lokal. Sementara itu juga penggunaan Ikan Nila akan memberikan sumbangan gizi karbohidrat, protein, kemudian juag asam lemak yang baik untuk tubuh. Kemudian kalium yang berperan meningkatkan fungsi otak dan saraf. Kaya rempah, karena bahan bahan pendukung lainnya ada kunyit, bawang merah, bawang putih, laos, ketumbar, daun salam, dan serai,” pungkas Dewi.

Berdasarkan Buku Saku Hasil Survei Standing Gizi Indonesia (SSG1) 2022 menyebutkan bahwa prevalensi balita underweight atau gizi kurang berdasarkan (berat badan menurut umur) di Provinsi Jambi sebanyak 13.8 %, dan di Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 16.2 %. Untuk information yang diperoleh dari Desa Pematang Jering jumlah penduduk yang memiliki balita di Desa Pematang Jering berjumlah 120 keluarga, yang terdiri dari 1.247 jiwa dan dari informasi yang didapat Desa Pematang Jering dimana setiap RT memiliki sebanyak 10 orang anak balita yang mengalami gizi buruk oleh karena itu dapat disimpulkan bahwasanya angka gizi buruk di Desa Pematang Jering tinggi.

Oleh karena itu, P2M2 IKM UNJA mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan Abon Ikan Nila yang mana dengan produk ini dapat meningkatkan derajat kesehatan anak balita di Desa Pematang Jering dengan memanfaatkan SDM mereka yang merupakan penghasil Ikan Nila terbanyak di Provinsi Jambi yang mana setiap malamnya dapat menghasilkan 18 ton Ikan Nila.

Dengan begitu P2M2 IKM UNJA ingin meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya kepada balita dikarenakan apabila balita mengalami kekurangan gizi mengakibatkan terjadinya keterlambatan atau terganggunya proses pertumbuhan tubuh, perkembangan otak, dan menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi.

Kekurangan gizi juga berakibat terjadinya Anemia pada balita sehingga akan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada balita. Masalah gizi pada balita tersebut dapat terjadi terutama karena kekurangan asupan zat gizi yang adekuat, terutama zat gizi makro yaitu energi dan protein.

Itulah alasan kenapa kami memilih membuat produk Abon Ikan Nila karena potensi SDM yang melimpah, akan tetapi belum dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan derajat kesehatan terutama pada balita. Produk abon merupakan produk olahan yang sudah cukup dikenal luas oleh masyarakat dan banyak disukai oleh semua kalangan termasuk balita, sehingga hal ini merupakan cara alternatif yang bagus untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan pada balita.

Berdasarkan potensi dan ketersediaannya maka produk ini layak untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif bagi asupan gizi protein hewani bagi anak balita. Serta produk ini juga sudah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan keterangan Halal untuk produk Abon Ikan Nila itu sendiri.

P2M2 IKM UNJA melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan Abon Ikan Nila di Desa Pematang Jering sangat berterima kasih kepada kader ibu-ibu yang mau berpartisipasi dalam proses pembuatan abon yang mana mereka sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti semua kegiatan yang dilaksanakan, terlebih lagi kepada Kepala Desa, Datuk Abdul Rasyid dan Nyai Fatmawati yang telah mendukung, mengarahkan, dan membantu P2M2 IKM UNJA dalam melaksanakan kegiatan selama ini.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS/ ist*


Submit Views: 84