Tag: PMM

Cerita PMM 3 UNJA di Univeristas Mataram, Jelajahi 1001 Keindahan Alam di NTB

JAMBI,- Universitas Jambi (UNJA) secara serentak melakukan monitoring dan evaluasi Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 ke 78 Perguruan Tinggi penerima yang tersebar diseluruh Indonesia, pada Senin, 27 November 2023.

Tim Mentoring dan Evaluasi (MONEV) UNJA yang datang mengunjungi Universitas Mataram (UNRAM) yaitu Dr. Ervan Johan Wicaksana, S.Pd., M.Pd., M.Pd.I., CIT bersama Tubagus Zam-Zam Al Arif, S.Pd., M. Pd. hal ini tentunya disambut baik oleh Aurelius Rofinus Lolong Teluma, S.S., M.A bersama Hafizah Awalia, M. Sosio. selaku Tim koordinator PMM PT penerima.

Tari Septia Dawanti salah satu mahasiswa PMM pada saat sharing session menyampaikan bahwa dalam metode pembelajaran beberapa mahasiswa mengungkapkan hal menarik yang mereka dapatkan setelah hampir empat bulan mengikuti proses pembelajaran.

“Secara umum metode pembelajaran masih sama dengan di UNJA. Namun pastinya ada beberapa ilmu yang tidak bisa kita dapatkan di Jambi tapi bisa kita rasakan disini. Seperti mengunjungi secara langsung industri madu Trigona, salah satu madu yang terkenal di Lombok karena rasanya yang kecut dan asam. Saya pribadi diberi kesempatan untuk mencicipi madu Trigona langsung dari sarangnya dan hal tersebut adalah pengalaman menarik yang saya dapatkan saat belajar disini,” ungkapnya.

Nina Nurhayati mahasiswa Prodi Kehutanan juga menambahkan kesannya pada saat berada di Universitas mataram.

“Dalam hal pembelajaran, mungkin ada yang sedikit unik dan menarik selama saya menjadi mahasiswa disini, salah satunya adalah pembelajaran terbuka yang bisa mahasiswa dapatkan di Kantin kehutanan bersama Dosen dengan suasana santai,”ungkap nina.

Bety Zania mahasiswa program studi PPKN menyampaikan terkait dengan Modul Nusantara, para mahasiswa mengaku senang dengan setiap kegiatan yang pihak Universitas Mataram rangkai.

“Kita tahu bahwa Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki keindahan yang sangat luar biasa baik dari sosial, budaya serta bentangan alamnya. Selain dapat menggenal teman-teman dari seluruh Indonesia, melalui modul nusantara kami juga diberi kesempatan untuk mengenal adat istiadat yang ada di pulau Lombok seperti Desa Sade dan Bayan. Tak lupa kami juga diberi kesempatan menikmati keindahan Lombok, puncaknya adalah ketika kami menginap dan melakukan Snorkeling di Gili Trawangan,” jelasnya.

Mengunjungi Desa Sade dan Snorkeling menjadi agenda modul nusantara yang disusun Universitas Mataram.

Aurelius Rofinus Lolong Teluma, S.S., M.A. selaku ketua koordinator PMM 3 Universitas Mataram mengungkapakn selain Modul Nusantara, mahasiswa PMM Inbound Unram tentunya dapat mengeksplor keindahan Lombok secara mandiri.

“Kami tentu tidak melarang para mahasiswa yang ingin mengeksplor berbagai sudut keindahan yang ada di Lombok seperti mendaki gunung Rinjani dan berkeliling secara mandiri termasuk pergi ke Bali. Namun, tentunya dengan melewati beberapa prosedur yang telah kami tetapkan,” pungkasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Universitas Jambi selalu menjadi PT Pengirim Peserta PMM terbanyak setiap tahunnya dan Universitas Mataram juga siap untuk menyambut mahasiswa PMM dari Universitas Jambi tahun depan.

Silvia Yuliansari / Fara / HUMAS


Put up Views: 92

Menyingkap Kisah Perjalanan Mahasiswa PMM UNJA ke Pulau Ternate, Tidore, Bacan, dan Halmahera

MALUKU,- Tim monitoring Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jambi (UNJA) secara serentak melakukan monitoring mahasiswa UNJA yang melakukan MBKM PMM ke beberapa kampus di Indonesia.

Tahun 2023 sendiri tercatat sebanyak 525 mahasiswa UNJA menjadi mahasiswa outbound program PMM angkatan 3 yang dikirim ke 78 PTN dan PTS yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia.

Salah satu pulau yang menjadi tujuan PMM mahasiswa UNJA adalah Pulau Maluku. Di pulau ini mahasiswa UNJA berkuliah di 2 kampus ternama, yaitu Universitas Pattimura (UNPATTI) di Kota Ambon, Provinsi Maluku dan Universitas Khairun (UNKHAIR) di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.

Tim LP3M yang melakukan monitoring di 2 kampus ini adalah Sekretaris LP3M, Ir. Yulia Morsa Stated Rambe, M.T. dan Korpus HUMAS UNJA, Mochammad Farisi, S.H. LL.M. Kegiatan monitoring dilakukan mulai tanggal 26-30 November 2023.

Tim berkunjung ke UNPATTI Kota Ambon terlebih dahulu dan dilanjutkan ke Universitas Khairun Ternate Maluku Utara. Dalam kunjungan ke Ternate, tim LP3M UNJA disambut oleh dekan FKIP UNKHAIR, Prof. Dr. Abdu Mas’ud, S.Pd., M.Pd., Ketua Jurusan, Ketua Prodi, dan Dosen Modul Nusantara serta 10 mahasiswa UNJA PMM. Tim mendiskusikan praktek baik dan dinamika MBKM di kedua kampus.

Dekan FKIP dalam diskusi menjelaskan bahwa UNKHAIR sangat mendukung 8 kegiatan MBKM khususnya program asistensi mengajar, terkait PMM sangat senang bisa menerima 10 mahasiswa dari UNJA, semoga mendapat banyak pengalaman akademik dan juga modul Nusantara menikmati ragam, adat istiadat budaya di Maluku Utara sebagai Negeri Seribu Pulau.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan pesan dan kesan mahasiswa UNJA selama di Ternate. Latifah Saifuri asal Prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) menceritakan kisahnya selama 3 bulan di ternate, banyak pengalaman menarik dan berkesan terkhusus setiap weekend karena Modul Nusantara.

“Pengalaman mengesankan dimulai dari kunjungan ke Pulau Tidore untuk melihat Kesultanan Tidore, Pulau Hiri untuk melihat pertunjukan Barama Suwen (permainan bambu gila), jika ingin melihat sundown paling bagus ada di Pantai Kastela, dan masih banyak lagi. Di samping pengalaman, selama di sini sangat dimanjakan oleh pemandangan bagus, masyarakat yang sangat welcome, dan rasa aman. Berada di Ternate untuk pertama kalinya pasti akan merasakan tradition shock, mulai dari bahasa, penunjuk arah yang bukan Barat/Timur, tapi Dara/Lao, makan pisang pakai sambal, krupuk ubi pakai gula merah, papeda,” ujarnya.

Syafira Amelia dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi juga berkesan selama di Ternate.

“Saat ini saya tengah menjalani program pertukaran mahasiswa batch 3 di universitas khairun dimana saya menggali pendidikan dan kehidupan ditanah maluku utara, kota ternate yang begitu indah dan kaya akan keberagaman alamnya,” tuturnya.

“Sejak tiba di Ternate 31 Agustus 2023 saya percaya bahwa perjalanan ini memberikan saya lebih dari sekedar pengetahuan akademis. Saya memperoleh wawasan kebangsaan yang luar biasa. Dimana hidup dilingkungan yang baru tentunya membawa tantangan, dimulai dari harga kebutuhan sehari-hari yang sangat mahal sehingga memerlukan manajemen keuangan yang baik. Dan saya  juga beradaptasi dengan cuaca panas di Ternate yang tak terelakkan membuat saya sulit beraktivitas siang hari di luar,” lanjutnya.

“Namun, semua perjuangan itu menjadi sepele ketika modul nusantara, suatu pengalaman unik, muncul dalam perjalanan saya. Modul Nusantara, yang menjadi fokus utama perjalanan saya, dirancang untuk menciptakan pemahaman komprehensif tentang keberagaman, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial. Telah menjelajahi Ternate, menemukan kebudayaan dan kehidupan yang unik. Dimana saya berkunjung ke Ppulau Tidore, untuk melihat Kesultanan Tidore dan competition Kampung Nelayan Tomalau, dan saya berkunjung ke Kesultanan Ternate, tempat beribadah, serta berkunjung kesebuah desa yang terletak di Tabanga dimana mayoritas nonmuslim dan setelah itu saya berkunjung ke wisata Batu Angus, tolire Besar, dan juga Pantai Jikomolamo untuk berenang dan naik banana boot, dan mengunjungi tempat untuk praktek memasak makanan khas Ternate yaitu Papeda,” ujarnya.

“Tak hanya itu saya juga diajarkan joget khas Ternate yaitu 100 juta, berkunjung ke Pantai Pasir Putih Masirette Sulamadaha untuk pertunjukan Barama Suwen atau dikenal dengan permainan bambu gila, dan Pulau Hiri juga merupakan pulau yang indah, dimana wisata yang terkenal disana itu Batu Lobang dan Telaga Biru, serta homestay yang view langsungnya Gunung Gamalama, dan jika ingin melihat sundown yang indah itu ada di Pulau Maitara dan Kastela. Pemandangan alam yang indah membuat kita nyaman berada di Ternate,” ceritanya.

“Pesannya jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari zona nyamanmu, dan terbuka terhadap perbedaan budaya dan cara berpikir yang berbeda, jangan takut untuk bertanya dan meminta bantuan, nikmati setiap proses dan belajar dari setiap pengalaman. Setiap pertemuan adalah kesempatan untuk belajar, saya bertemu dengan orang-orang luar biasa dari berbagai budaya dan latar belakang, dan itu mengajarkan saya bahwa persahabatan dan pemahaman lintas budaya ialah kunci untuk membangun dunia yang lebih baik,” pungkas Syafira.

Farhan Alfarisi dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dengan semangat juga bercerita.

“3 bulan di Ternate sangat menyenangkan dan menakjubkan karena di sini saya dapat mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang unik dan indah. Di samping Modul Nusantara yang dilaksanakan setiap minggu, saya juga suka mengeksplor Ternate dengan biaya pribadi, terutama pergi ‘Batobo’ (mandi) yang rasanya ingin dilaksanakan setiap hari. Biasanya saya pergi berenang dan diving di Jikomalamo atau Sulamadaha. Namun kegiatan yang sangat berkesan bagi saya yaitu ketika kami keluar pulau menuju Halmahera Barat yaitu bertepatan dengan daerah Jailolo. Disana, kami berkunjung ke tempat Kesultanan Jailolo yang dimana itu adalah salah satu dari empat kesultanan yang ada di Maluku Utara. Lalu, kami menginap di Resort Rappa Pelangi dan menikmati pemandangan yang menakjubkan. Selama disini saya juga banyak mengalami tradition shock, mulai dari bahasa, makanan, cuaca, pertunjukkan, dll. Namun hal itu menunjukkan kalau Indonesia itu beragam,” ceritanya.

Untuk mahasiswa UNJA, jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru, ayo ikut program PMM yang membantu kita memperoleh pengalaman baru. PMM itu asyik dan bisa mengetahui keragaman budaya Indonesia. PMM, Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya.

M. Farisi / Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Put up Views: 156


Cerita Mahasiswa UNJA PMM di UNPATTI; Nikmati Keberagaman sampai Diving di Banda Neira

MALUKU,- Tim monitoring Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu ( LP3M ) Universitas Jambi (UNJA)  secara serentak melakukan monitoring mahasiswa UNJA yang melakukan MBKM PMM ke beberapa kampus di Indonesia.

Tahun 2023, tercatat 525 mahasiswa UNJA menjadi mahasiswa outbound program PMM angkatan 3 ke 78 PTN dan PTS yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia.

Salah satu pulau yang menjadi tujuan PMM mahasiswa UNJA adalah Pulau Maluku.  Di pulau ini mahasiswa UNJA berkuliah di dua kampus ternama yaitu Universitas Pattimura (UNPATTI) di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Tim LP3M yang melakukan monitoring di dua kampus ini adalah Sekretaris LP3M, Ir. Yulia Morsa Mentioned Rambe, M.T dan Korpus HUMAS UNJA, Mochammad Farisi, S.H. LL.M. Kegiatan monitoring dilakukan mulai tanggal 26-30 November 2023.

Tim berkunjung ke Kota Ambon terlebih dahulu dan bertemu dengan Koordinator MBKM PMM di UNPATTI untuk berdiskusi tentang pengelolaan dan praktik MBKM di UNPATTI, serta bertemu dengan 3 mahasiswa UNJA yang kuliah di UNPATTI yaitu San Shiro Solary Sigumonrang, Raudhatul Ela Syafitri, dan Dhea Inriani Rumaharbo. Mereka bertiga berasal dari Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan UNJA dan di UNPATTI juga mengambil Prodi yang sama.

Kedatangan tim monitoring disambut baik oleh Rektor UNPATTI, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H., M.Hum, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. F. Leiwakabessy, M.Pd, para Kepala Biro dan Dosen Pendamping MBKM, Prof. Dr. Natelda R Timisela, M.P.

Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan bahwa selain menjalankan program PMM, disini para mahasiswa juga dilatih membangun rasa kebersamaan dan gotong royong.

“Anak-anak tidak hanya sekedar mengikuti PMM  tetapi juga membangun nilai-nilai gotong royong,” ujar beliau.

Rektor UNPATTI menyampaikan ucapan terima kasih telah memilih UNPATTI sebagai tempat mereka menimba ilmu dan menambah pengalaman.

“Terima kasih, semoga berkesan di Ambon, membangun NKRI ini perlu teman dari berbagai daerah. Jadi PMM ini membangun Pancasila dari segala macam sisi, kita satu keluarga besar bangsa Indonesia,” ucap beliau.

 

Dhea Iriani sebagai salah satu mahasiswa UNJA yang mengikuti PMM di UNPATTI menceritakan dan mengungkapkan pesan kesan yang mereka alami selama berkuliah disana. Menurutnya kuliah disana sama saja, tetapi lebih banyak praktik seperti diving, proses penangkapan ikan di Pulau Pombo, ke Pulau Banda Neira untuk praktikum temperatur dan suhu, serta salinitas air. Selain itu, setiap minggunya mereka melaksanakan kegiatan modul nusantara.

“Modul Nusantara setiap hari Sabtu, dari situ kami mengetahui tradisi, adat istiadat setempat,  sejarah di Kota Ambon, mengunjungi Benteng Amsterdam, Benteng Belgica di Banda Neira, Museum Siwalima, Masjid Tua, Geraja Tua, Rumah Pengasingan Bung Syahrir di Banda Neira, mempelajari alat musik Gaba-Gaba, mempelajari tarian adat Lenso dan Tifa, ke Desa Adat Hila  dan Desa Adat Alang, serta membuat anting dari sisik ikan atau limbah ikan,” ujar Dea.

“Yang berkesan itu ketika mengikuti HUT Kota Ambon ke-448. Disana kami melihat banyak tarian gandong, makan patita atau makan bersama.  Satu hal yang kami kagumi yaitu orang Ambon sangat toleransi kesemua agama,” sambungnya

Dea dan rekan-rekannya menceritakan bahwa di kampus tersebut mereka mempunyai teman-teman yang selalu ada ketika diminta bantuan dan mengucapkan terima kasih kepada pihak UNJA yang telah memfasilitasi program PMM ini.

“Terkait teman-teman  disini, semuanya ramah-ramah, suka senyum, kami diajak jalan-jalan  ke Pantai Natsepa, Morela, Sopape, dan juga dibantu ketika masalah administrasi perkuliahan ke Prodi dan masih banyak lainnya,” ceritanya.

“Pesan untuk UNJA, terima kasih untuk pak Rektor telah memfasilitasi kami, juga Bu Sri Korpus MBKM UNJA, Kaprodi, dan semua pihak yang telah mendukung kami mahasiswa PMM. Untuk mahasiswa UNJA, jangan ragu untuk mencoba hal-hal baru. Ayo ikut PMM, program ini membantu kita memperoleh pengalaman baru. PMM itu asik loh karena dengan PMM bisa tau keragaman budaya Indonesia,” tutupnya.

M. Farisi / Yulia / HUMAS


Submit Views: 267

FIP UMJ Sambut Mahasiswa Program PMM 2023 dari Unismuh Bangka Belitung –

Pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) menerima kunjungan dari FKIP Unismuh Bangka Belitung, Jumat (22/09/2023). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pertukaran Mahasiswa Merdeka MBKM (PMM 2023).

Baca juga : Wakil Dekan III FIP UMJ Raih Gelar Doktor

Mahasiswa PMM FKIP Unismuh Bangka Belitung berjumlah 8 orang yang terdiri dari 4 jurusan berbeda, yakni Prodi PGSD, Pendidikan Olahraga, Pendidikan Matematika serta Pendidikan Bahasa Inggris. Mahasiswa tersebut mengikuti program pertukaran ini selama satu semester.

Rombongan Unismuh Bangka Belitung disambut hangat oleh Dekan FIP UMJ Prof. Dr. Iswan, M.Si. “Harapannya mahasiswa PMM dapat beradaptasi mengenal lingkungan kampus dan dapat mengikuti perkuliahan PMM ini dengan baik dan maksimal” ungkap Iswan.

Berkaitan dengan hal itu, Iswan menjelaskan bahwa perkuliahan di FIP UMJ masih menggunakan mannequin hybrid studying dan berharap mahasiswa dapat beradaptasi. “dengan kondisi ini saya harap mahasiswa dapat menyesuaikan dan menyiapkan segala keperluan perkuliahannya nanti selama disini” imbuhnya.

Hal senada terkait perkuliahan juga disampaikan oleh Wakil Dekan I Ismah, M.Si. Ia mengatakan bahwa mahasiswa perlu memperhatikan mata kuliah yang perlu dikonversi sehingga penyesuaian dapat berjalan dengan lancar.

Pada kesempatan itu, Wakil Dekan III Dr. Azmi Al Bahij, M.Si., turut hadir dan menyambut rombongan Unismuh Bangka Belitung. “FIP UMJ ini memiliki banyak sekali kegiatan kemahasiswaan, jadi saya harap mahasiswa PMM ini dapat menyesuaikan dan mengikuti berbagai kegiatan disini sesuai prodinya masing-masing,” pungkasnya.

Diskusi selama kegiatan serah terima PMM ini juga disampaikan oleh perwakilah pimpinan dari FKIP Unismuh Bangka Belitung yang diwakili oleh Ketua Penjamin Mutu FKIP Unismuh Bangka Belitung.

“Bahwasannya dengan adanya PMM ini kami berharap dapat menaikan penilaian baik terhadap prodi di FKIP Unismuh Bangka Belitung maupun FIP UMJ,” ungkapnya. Lebih lanjut ia berharap mahasiswa Unismuh Bangka Belitung dapat diterima dan mengikuti perkuliahan di UMJ dengan baik.

Turut hadir Kaprodi Pendidikan Olahraga Dr. Doby Parlindungan, M.Pd., beserta Sekprodi Muhammad Ishaq Gery, M.Pd., Ketua LPPM FIP Hastri Rosiyanti, M.PMat., Sekretaris Prodi PGSD Dewi Setiyaningsih, M.Pd., dan Kepala Tata Usaha Suci Mulya Lestari, M.Pd.

Editor : Dinar Meidiana


17

Universitas Slamet Riyadi Surakarta Teken MoU dengan Universitas Bung Hatta, Hantar 8 Mahasiswa PMM

Universitas Bung Hatta kembali menambah jejaring kerjasama antar perguruan tinggi. Kali ini kerjasama dilakukan dengan Universitas Slamet Riyadi – Surakarta, Nota Kesepahaman Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua perguruan tinggi ditanda tangani antara Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA., dengan Rektor Universitas Slamet Riyadi-Surakarta Prof. Dr.Drs. Sutoyo,M.Pd

Ditempat yang sama dilanjutkan penandatangan naskah MOA antara Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta Dr. Uning Pratimaratri, S.H., M.Hum. dengan Dekan Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi, Dr. Dora Kusumastuti,SH.,M.MH., diruang sidang Rektor Kampus I Universitas Bung Hatta, Selasa,29/8/2023.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA.,dalam hantarannya menyampaikan, bahwa bahwa di period sekarang ini untuk mewujudkan keunggulan suatu perguruan tinggi salah satu upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kolaborasi dan sinergistas program antar perguruan tinggi dan mitra kerjasama lainnya.

Ditambahkan Rektor, dalam menghadapi kompetisi world dan untuk memenangkan kompetisi tersebut maka harus dilakukan secara bersama-sama.

Berkolaborasi dan bersinergi adalah satu upaya yang harus digencarkan untuk menghadapi persaingan world tersebut. “Kerjasama antara UBH dengan UNSRI dalam berbagai program dapat dikolaborasikan yang memberikan dorongan bagi kemajuan masing-masing institusi,” ujar Rektor UBH.

Sementara Rektor UNSRI-Surakarta Prof. Dr.Drs. Sutoyo,M.Pd dalam sambutannya menyebutkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada UBH yang telah menyambut kedatangan rombongan UNSRI Surakarta dengan penuh kehangatan. Ia menyebutkan kalau di Universitas Bung Hatta ada ciri kekhususan mata kuliah “Kebunghattaan”, maka pihaknya akan mengadopsi ciri kekhususan UBH ini di Universitas Slamed Riyadi, dengan ciri khusus juga “Keslamed Riyadian. Menurutnya ciri khusus sebuah perguruan tinggi selalu ditanya asesor dalam proses akreditasi perguruan tinggi.

Dalam pertemuan ini dibahas sejumlah program kerjasama yang dapat dilakukan antara UBH dengan Universitas Slamet Riyadi, khususnya terkait dengan pengembangan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam implementasinya UNSRI Surakarta langsung mengantarka 8 orang mahasiswa Fakultas Hukum untuk melaksanakaan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) untuk melaksanakan studi selama satu semester di Universitas Bung Hatta.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumi Universitas Bung Hatta Dr. Hidayat, S.T.,M.T.,IPM, Ka.BAAK Suamperi, SH., MH., Wakil Dekan Fakultas Hukum Dr. Sanidjar Pebrihariati. R., S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Kepederdataan Dr. Yofiza MEdia, S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Pidana Hendriko Arizal, S.H., M.H, Ketua Bagian Hukum Tata Negara Dr. Desmal Fajri, S.Ag., M.H dan Ketua Bagian Hukum Worldwide Ahmad Iffan, S.H, M.H. (*Indrawadi).

525 Mahasiswa UNJA Berangkat Outbond PMM ke 78 Kampus di Seluruh Indonesia

MENDALO,- Universitas Jambi (UNJA) melepas 525 mahasiswa outbond program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 3 Tahun 2023 di Balairung Pinang Masak, UNJA Mendalo, pada 20 Juli 2023.

Tercatat sebanyak 1150 mahasiswa UNJA mendaftarkan diri menjadi mahasiswa outbond program PMM tahun 2023. Dengan 525 mahasiswa yang lolos, menjadikan tingkat kelolosan mahasiswa sebesar 45,4%. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi jika dibandingkan dengan PMM angkatan 1 dan 2 pada tahun 2021 dan 2022.

Sri Winarni, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Pusat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNJA mengatakan bahwa mahasiswa outbond UNJA akan ditempatkan di 78 PTN dan PTS yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia.

“IKIP Budi Utomo Malang, Universitas Jember, dan Universitas Padjajaran menjadi 3 PTN dengan penerima mahasiswa UNJA terbanyak untuk PMM tahun 2023. Pelaksanaan kuliah di kampus tujuan akan menyesuaikan dengan kontrak perkuliahan dan kalender akademik kampus tujuan masing-masing,” jelas beliau.

Rektor UNJA yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., menyampaikan harapannya dari pelaksanaan PMM Angkatan 3 tahun 2023.

“Kegiatan PMM ini mudah-mudahan dapat diikuti secara baik serta dapat mengambil pengetahuan dan pengalaman di kampus tujuan masing-masing. PMM angkatan 3 menjadi jumlah tertinggi dalam mengirim mahasiwa UNJA ke luar. Mudah-mudahan nanti semua mahasiswa bisa memberi dan mengambil manfaat untuk UNJA dan kampus tujuan. Terima kasih kepada bapak/ibu mitra yang telah menerima mahasiswa kami. Mari kita jaga harmonisasi dan budaya lokal di daerah masing-masing,” ujar Prof. Kamid.

Dr. Rochsun, M.Kes. (IKIP Budi Utomo Malang) selaku perwakilan kampus mitra penerima mahasiswa outbond UNJA menyatakan siap untuk membimbing mahasiswa UNJA dan berharap dapat meningkatkan kerja sama di antara kedua pihak.

“Alhamdulillah di kegiatan PMM 2023 ini kita bisa berjumpa kembali dan menjadikan IKIP Budi Utomo sebagai kampus penerima mahasiswa terbanyak dari UNJA. Kami secara maksimal akan mengemban amanah yang diberikan kepada kami untuk membimbing para mahasiswa yang hadir. Kita juga telah melakukan kerja sama antar prodi yang ada di UNJA dan IKIP Budi Utomo. Harapannya, akan banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan kerja sama,” tutur Dr. Rochsun.

 

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Publish Views: 590