Tag: Perkumpulan

Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Pengembangan Anak Resmi Diluncurkan

Organisasi yang diinisiasi oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) Dr. Suharsiwi, M.Ag, yang aktif meneliti terkait Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Pengembangan Anak (PP2A) resmi diluncurkan pada Minggu (08/10/2023).

Baca juga : UMJ Akan Buka Pusat Terapi ABK di Depok

PP2A merupakan lembaga profesi, berisi beberapa pengurus dari para dosen dan peneliti yang konsen dengan anak. Program yang akan digalakan oleh PP2A seputar kolaborasi penelitian, seminar, jurnal, konsultasi dan konseling yang ditujukan bagi orang tua dan anak.

Selain Suharsiwi sebagai Direktur PP2A, dosen UMJ lainnya tercatat masuk dalam struktur organisasi yaitu Dr. Ati Kusumawati, M.Si., Psikolog., sebagai Bidang Pendidikan dan Konseling. Peluncuran PP2NA digelar dengan webinar bertajuk Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus dalam Keluarga Tinjauan Psikologi, Pendidikan, Hukum, dan Anak.

Webinar menghadirkan sederet narasumber yaitu Dr. Suharsiwi, M.Pd. dan Dr. Fal. Arovah Windiani, SH., MH. (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Dr. Weny Savitry S Pandia, M.Si., Psikolog (Universitas Atma Jaya), serta Dr. Hani Sholihah, M.Ag (Ketua LP2MI INU Tasikmalaya).

Seluruh narasumber meyakini bahwa ABK memerlukan tindakan tepat yang berawal dari keluarga. Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Weny Savitri S Pandia, M.Si., Psikolog., bahwa ketahanan keluarga diperlukan karena apabila tidak mendapatkan tindakan tepat oleh keluarga, maka anak akan lebih mengalami kesulitan.

Dalam hal ini Dr. Hani Sholihah, M.Ag., dan Dr. Fal. Arovan Windiani, MH., menjabarkan hak-hak anak dari pandangan hukum negara dan hukum keluarga Islam. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak sebagaimana hak anak pada umumnya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan UUD 1945.

Hal ini diterangkan oleh para narasumber berdasarkan hukum yang berlaku baik secara lembaga negara maupun agama. Dr. Fal Arovah Windiani, MH., menegaskan bahwa hak anak termasuk anak berkebutuhan khusus wajib dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, negara, pemerintah dan pemerintah daerah.

“Hak anak adalah hak asasi paling penting maka harus diakui dan dilindungi oleh hukum. Misalnya saja, pendidikan anak berkebutuhan khusus masih mahal dan tidak terjangkau. Seharusnya ditanggung oleh pemerintah. Mendapat pendidikan adalah hak anak,” ungkap Arovah.

Hambatan lainnya bagi ABK adalah ketika menghadapi dunia kerja. Menurut Suharsiwi semestinya setiap dunia usaha menyediakan lapangan kerja untuk anak berkebutuhan khusus. “Namun ternyata secara umum lapangan kerja untuk orang di luar ABK juga sulit, terlebih untuk ABK,” ungkapnya.

Ketua Pembina PP2A Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., melalui video convention mengungkapkan rasa senang karena pegiat ABK khususnya dari PP2A melakukan kajian-kajian yang lebih fokus. “Semoga ini terus dilakukan dan peluncuran PP2A akan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Akhsanul membagikan beberapa kisah ABK yang sukses sebagai contoh.”Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan perkembangan anak harus dicermati dan dikawal agar perkembangan anak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap agar setiap kajian, diskusi dan penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan luaran berupa artikel dan buku referensi. Peluncuran dan webinar yang dihadiri oleh akademisi, praktisi dan pegiat pendidikan ABK ini berjalan sangat interaktif. Peserta maupun narasumber saling membagikan pengalaman melakukan penanganan terhadap ABK dan memberikan saran.

Editor : Dian Fauzalia


7

Dosen Sastra Indonesia UNJA Sosialisasikan Manfaat Learn Aloud di Perkumpulan Dharma Wanita LPKA Muara Bulian

JAMBI,- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Prodi Sastra Indonesia Universitas Jambi (UNJA) memberikan sosialisasi mengenai manfaat Learn Aloud bagi kemampuan berbahasa anak di Perkumpulan Dharma wanita LPKA Muara Bulian Kamis 13 Juli 2023.

Kegiatan ini diketuai oleh Liza Septa Wilyanti, S.Pd., M.Pd. yang beranggotakan Julisah Izar, S.Pd.I., M.Hum., Helty, S.Pd., M.Pd., dan Anggi Triandana, S.Pd., M.A. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Aula LPKA Muara Bulian yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang manfaat metode  learn aloud bagi kemampuan berbahasa anak.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, Liza Septa menyampaikan pengetahuan dan pemahaman dengan menerapkan metode learn aloud dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.

Kegiatan pengabdian ini disambut antusis oleh ibu-ibu Dharma Wanita LPKA Muara Bulian. NY Sadawit mengatakan selain mendapatkan ilmu baru yang dapat berpengaruh terhadap bahasa anak, mereka juga mendapatkan pemahaman tentang bacaan apa yang cocok untuk diberikan kepada anak sesuai dengan usia anak.

Antusias lain yang dirasakan oleh ibu-ibu Dharma Wanita LPKA Muara Bulian yaitu adanya doorprize yang disiapkan oleh kelompok pengabdian masyarakat yang membuat mereka semangat untuk mendengarkan kegiatan sosialisasi dengan seksama.

Adapun goal yang ingin dicapai dalam sosialisasi yang telah dilaksanakan yaitu tumbuhnya kesadaran orang tua, khususnya kaum ibu tentang manfaat metode learn aloud bagi kemampuan berbahasa anak, penerapan metode learn aloud, dan pemilihan bahan bacaan yang baik bagi anak.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS / ist*


Publish Views: 82