Tag: Penyusunan

Workshop Prodi Doktor PMIPA UNJA: Penyusunan SLR dan Pemanfaatan Bibliometric Vosviewer

JAMBI,- Prodi Doktor Pendidikan MIPA Pascasarjana Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan workshop dengan tema ‘Penyusunan Systematyc Literature Evaluation dan Pemanfaatan Bibliometric Vosviewer’ pada Sabtu (21/10/2023) yang diadakan secara hybrid melalui Zoom Assembly dan luring di Swiss-Belhotel Jambi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si. dan diikuti sejumlah mahasiswa Pascasarjana.

Menghadirkan narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M. Si., kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan mahasiswa Prodi S3 dalam menulis disertasi dan artikel, terutama mencari novelty atau unsur kebaruan dari sebuah penelitian.

Muhammad Haris Effendi Hsb, S.Pd., M.Si., Ph.D. selaku Sekretaris Prodi Doktor Pendidikan MIPA yang sekaligus Ketua Pelaksana melaporkan kegiatan ini.

“Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa S3 pendidikan MIPA sekitar 80 orang. Berikutnya ada teman-teman dari persatuan pengelola S2 dan S3 MIPA se-Indonesia, teman-teman di FKIP dan Pascasarjana juga sudah saya share brosur dan linknya untuk bergabung dengan kita,” jelasnya.

“Selama ini kita hanya melakukan literature assessment menggunakan cara guide, tidak bisa kita mengcover semua artikel yang ada di dunia ini. Lalu keluarlah berbagai macam aplikasi agar kita bisa mendapatkan database dari beberapa search engine dan kemudian dibantu dengan vosviewer. Prof. Ade ini pakarnya, jadi jangan sungkan-sungkan bertanya kalau ada kasus yang dihadapi sekarang,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Prof. Kamid mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan disertasi.

“Dengan teknologi yang ada saat ini, kita sudah dipermudah. Buku bisa diunduh secara free of charge jadi tidak perlu lagi kita membeli buku secara fisik. Pada hari ini kita akan mendapatkan ilmu dan fasilitas yang mempermudah tugas kita, salah satunya bagaimana mencari novelty atau kebaruan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan disertasinya,” tutur beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dan praktek langsung oleh seluruh peserta, kemudian ditutup dengan penyerahan plakat kepada narasumber.

 Dimas Anugrah Adiyadmo / Yulia / HUMAS
Foto: Rohanee


Put up Views: 115


Akademisi UBL Terlibat Dalam Penyusunan Pedoman Bangunan Gedung Cerdas di Ibu Kota Nusantara

Jakarta – Presiden Indonesia Joko Widodo pada pertengahan tahun 2019 telah mengumumkan bahwa ibu kota Indonesia akan dipindahkan ke luar Jawa yang berlokasi meliputi sebagian besar wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Saat ini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan salah satu proyek prioritas strategis yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024 yang tentunya melibatkan banyak pihak dalam prosesnya salah satunya adalah akademisi Universitas Bandar Lampung, Riza Muhida, Ph.D.

Dosen program studi Teknik Mesin UBL ini terlibat sebagai nara sumber dalam penyusunan pedoman bangunan cerdas IKN Nusantara. “Jadi untuk persiapan ibu kota baru, IKN, presiden minta agar bangunan yang dibangun di sana harus memenuhi standar bangunan cerdas. Untuk itu kementerian PUPR perlu membuat pedoman standar bangunan cerdas. Agar pedoman itu bisa memenuhi standar industri yang diinginkan maka diperlukan assessment atau penanggap dari pedoman yang akan diedarkan tersebut. Oleh karena itu saya dilibatkan sebagai pemerhati bangunan cerdas untuk menanggapi pedoman tersebut sebelum nantinya akan menjadi pedoman penilaian bangunan cerdas di IKN,” ungkap Riza pada Jumat, 4/8/2023 by way of WhatsApp seusai mengikuti rapat finalisasi pedoman penilaian Bangunan Gedung Cerdas di Ibu Kota Nusantara, pada Kamis dan Jumat, 3-4 Agustus 2023 di Jakarta yang dilaksanakan oleh Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara.

Kepala Pusat Studi Mekatronik dan Otomasi UBL ini juga menjelaskan mengenai standar bangunan cerdas. “Saya menekankan pada standar komunikasi dan keamanan pada bangunan cerdas yang akan dibuat perlu mengikuti standar yang berlaku di dunia walaupun Indonesia dapat membuat standar sendiri sesuai kearifan lokal,” terang alumnus Universitas Osaka Jepang ini.

Kegiatan rapat finalisasi pedoman bangunan cerdas IKN ini merupakan kegiatan lanjutan dari rapat pembahasan rancangan Norma, Standar Prosedur dan Kriteria Sensible Constructing yang digelar sebelumnya pada bulan Mei lalu di Bandung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya dimana Riza Muhida menjadi salah satu narasumber utama kegiatannya.