Tag: Pengembangan

FIP UMJ Dukung Pengembangan Pembelajaran STEM Coding


4

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) mendukung pengembangan pembelajaran Science, Know-how, Engineering and Arithmetic  (STEM) Coding dengan melaksanakan Indonesian Workshop Facilitator for STEM-Coding Studying 2023, Kamis, (14/12/2023) di Gedung Enterprise Heart UMJ.

Baca juga : Prodi PAUD UMJ Jadi Tuan Rumah Rakernas APG PAUD/PIAUD se-PTMA

Kegiatan yang diinisiasi oleh Perkumpulan Penggiat Sains Teknologi rekayasa Matematika Indonesia (PPSTEMI) berkolaborasi dengan ARTec Training Japan, Wow Studying Singapore, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA dan Heart for Excellence of Lesson and Studying Research (CELLS) Universitas Pendidikan Indonesia ini, diikuti oleh 29 dosen yang mengampu di bidang Pendidikan Sains, Teknologi, Kejuruan dan Matematika yang berasal dari 25 perguruan tinggi se-Indonesia dan menghadirkan empat orang fasilitator dari Wow Training Singapore dan Artec Japan.

Adapun dosen UMJ yang terlibat sebagai peserta dalam kegiatan ini berasal dari dua program studi yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD). Keduanya merupakan program studi yang telah menerapkan pembelajaran STEM di FIP UMJ.

Wakil Rektor 1 UMJ, Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., MKep., Menyambut hangat kedatangan para peserta workshop. Pada kesempatan itu, ia menyatakan dukungannya atas kerja sama ini. Menurutnya kegiatan ini menjadi penting untuk mendukung pengembangan sarana pembelajaran. Hadi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat.

Ketua Pengumpulan Penggiat Sains Teknologi Rekayasa Matematika Indonesia (PPSTEMI), Arif hidayat, M.Si., PhD Ed.,  menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan STEM khususnya STEM Coding kepada dosen. Dalam hal ini, peserta diberikan pemaparan materi yang berkaitan dengan pembelajaran STEM Coding mulai dari pembelajaran STEM Coding untuk tingkat dasar, menangani STEM Coding untuk tingkat dasar, pembelajaran STEM Coding untuk tingkat SMP dan SMA, dan fasilitasi pembelajaran STEM Coding serta tindak lanjutnya.

Arif berharap kegiatan ini dapat mendukung pengembangan STEM Coding dan bisa menyebar dengan baik. “harapannya para dosen kembali ke universitas masing-masing kemudian mendukung untuk mengembangkan STEM Coding dan bermitra dengan sekolah di lingkungan kampus,” Ungkap Arif.

Seusai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Equipment Pembelajaran STEM Coding kepada peserta kegiatan untuk mengembangkan pembelajaran STEM di lembaganya masing-masing. Melalui workshop yang akan berjalan selama dua hari hingga 14 Desember 2023, akan melahirkan 25 pusat studi kajian tentang STEM di masing-masing Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Dr. Muhammad Sofian Hadi, M.Pd., mengatakan ini merupakan ajang internasional pertama yang berkaitan dengan STEM yang diselenggarakan oleh FIP UMJ. “Semoga nanti akan ada kegiatan-kegiatan lainnya, tidak hanya STEM yang levelnya di Tingkat internasional,” Pungkas Sofian.

Editor : Dian Fauzalia

ICONZ ke-7 Jadi Angin Segar Pengembangan Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf FAI UMJ


6

Indonesian Convention of Zakat ke-7 yang digelar selama dua hari di Gedung Cendekia, Rabu dan Kamis (07-08/11/2023), menjadi angin segar bagi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) yang menjadi tuan rumah.

Baca juga : UMKM Binaan BAZNAS Meriahkan ICONZ ke-7

Pada konferensi pers, Dekan FAI UMJ Dr. Sopa, M.Ag., bahwa konferensi mempertemukan banyak akademisi dan praktisi yang dapat memperkaya kajian zakat. “Ini dapat membantu untuk pengembangan pengelolaan zakat dan pengembangan studi di kampus UMJ. Tentu akan memperkaya studi penelitian untuk dosen maupun mahasiswa khususnya di Program Studi Doktor Manajemen Zakat dan Wakaf FAI,” katanya.

Pada sesi ketiga di hari kedua, dosen sekaligus Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UMJ, Dr. Saiful Bahri, Lc., MA., menjadi salah satu narasumber pada sesi akademisi dan praktisi (versi Bahasa Arab).

Saiful menjelaskan istilah-istilah terkait dengan zakat, infak dan sedekah yang ada di dalam Al-Qur’an. Selain ketiga istilah tersebut, ada istilah lainnya yaitu qardul hasan artinya pinjaman yang baik. Saiful menegaskan bahwa melalui zakat, manusia diajarkan untuk memberi karena sejatinya Allah tidak membutuhkan pinjaman apa pun.

Lebih lanjut, Saiful menyampaikan bahwa kewajiban zakat yang ditunaikan melalui gerakan zakat tidak hanya fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) tapi juga sarana, sehingga perlu diciptakan sebuah iklim ekonomi dan zakat produktif.

Setelah dua hari melakukan kajian dengan melibatkan beberapa Kementerian RI, akademisi, praktisi, dan sektor industri, ICONZ ke-7 akan merumuskan resolusi untuk 2024 mendatang. Ketua Pelaksana ICONZ ke-7 Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D., menerangkan bahwa konferensi ini akan menginisiasi pendirian lembaga konsultasi zakat tingkat internasional.

Hasbi yang juga merupakan Direktur Penelitian dan Pengembangan BAZNAS RI, menerangkan bahwa lembaga tersebut akan melibatkan peran Organisasi Kerjasama Islam atau Group Islamic Cooperation (OIC). Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Chairman Zakat Assortment Middle, Federal Territories Malaysia Tan Sri Dato’ Sri Dr. Abdul Aziz Abdul Rahman, bahwa dalam hal ini OIC harus mengambil peran.

Menurutnya apabila zakat dikelola dengan baik oleh sebuah lembaga dunia dan didistribusikan pada asnaf (8 golongan penerima zakat) yang tepat maka permasalahan kemiskinan yang melanda 40 persen dari complete seluruh penduduk dunia dapat dipecahkan.

“Negara-negara Islam berdiri di atas ladang minyak, Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Arab. Kalau zakat dari minyak saja dapat dikelola dengan baik, maka selesai persoalan kemiskinan,” ungkapnya saat konferensi pers, Rabu (08/11/2023).

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh CEO Zakat Pulau Pinang Malaysia Dr. Amran Hazali yang menyatakan bahwa kewajiban zakat sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an perlu ditransformasikan menjadi sebuah peraturan pemerintah seperti halnya di Malaysia.

Senada dengan hal itu, CEO Shunduq Zakat Jordan Dr. Abid Smerat menggambarkan kondisi umat Islam pada masa Umar bin Abdul Aziz yang sangat sejahtera hingga kesulitan mendapatkan mustahik. Ini pula yang dituju oleh BAZNAS RI agar mustahik dapat bertransformasi menjadi muzakki.

Editor : Dian Fauzalia
Tim Reporter :
– Dinar Meidiana
– Fazri Maulana Akbar
– Nadiva
– Qidhfirul Fahmi

Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Pengembangan Anak Resmi Diluncurkan

Organisasi yang diinisiasi oleh dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (FAI UMJ) Dr. Suharsiwi, M.Ag, yang aktif meneliti terkait Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Perkumpulan Peneliti Pendidikan dan Pengembangan Anak (PP2A) resmi diluncurkan pada Minggu (08/10/2023).

Baca juga : UMJ Akan Buka Pusat Terapi ABK di Depok

PP2A merupakan lembaga profesi, berisi beberapa pengurus dari para dosen dan peneliti yang konsen dengan anak. Program yang akan digalakan oleh PP2A seputar kolaborasi penelitian, seminar, jurnal, konsultasi dan konseling yang ditujukan bagi orang tua dan anak.

Selain Suharsiwi sebagai Direktur PP2A, dosen UMJ lainnya tercatat masuk dalam struktur organisasi yaitu Dr. Ati Kusumawati, M.Si., Psikolog., sebagai Bidang Pendidikan dan Konseling. Peluncuran PP2NA digelar dengan webinar bertajuk Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus dalam Keluarga Tinjauan Psikologi, Pendidikan, Hukum, dan Anak.

Webinar menghadirkan sederet narasumber yaitu Dr. Suharsiwi, M.Pd. dan Dr. Fal. Arovah Windiani, SH., MH. (Universitas Muhammadiyah Jakarta), Dr. Weny Savitry S Pandia, M.Si., Psikolog (Universitas Atma Jaya), serta Dr. Hani Sholihah, M.Ag (Ketua LP2MI INU Tasikmalaya).

Seluruh narasumber meyakini bahwa ABK memerlukan tindakan tepat yang berawal dari keluarga. Sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Weny Savitri S Pandia, M.Si., Psikolog., bahwa ketahanan keluarga diperlukan karena apabila tidak mendapatkan tindakan tepat oleh keluarga, maka anak akan lebih mengalami kesulitan.

Dalam hal ini Dr. Hani Sholihah, M.Ag., dan Dr. Fal. Arovan Windiani, MH., menjabarkan hak-hak anak dari pandangan hukum negara dan hukum keluarga Islam. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak sebagaimana hak anak pada umumnya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan UUD 1945.

Hal ini diterangkan oleh para narasumber berdasarkan hukum yang berlaku baik secara lembaga negara maupun agama. Dr. Fal Arovah Windiani, MH., menegaskan bahwa hak anak termasuk anak berkebutuhan khusus wajib dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, negara, pemerintah dan pemerintah daerah.

“Hak anak adalah hak asasi paling penting maka harus diakui dan dilindungi oleh hukum. Misalnya saja, pendidikan anak berkebutuhan khusus masih mahal dan tidak terjangkau. Seharusnya ditanggung oleh pemerintah. Mendapat pendidikan adalah hak anak,” ungkap Arovah.

Hambatan lainnya bagi ABK adalah ketika menghadapi dunia kerja. Menurut Suharsiwi semestinya setiap dunia usaha menyediakan lapangan kerja untuk anak berkebutuhan khusus. “Namun ternyata secara umum lapangan kerja untuk orang di luar ABK juga sulit, terlebih untuk ABK,” ungkapnya.

Ketua Pembina PP2A Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., melalui video convention mengungkapkan rasa senang karena pegiat ABK khususnya dari PP2A melakukan kajian-kajian yang lebih fokus. “Semoga ini terus dilakukan dan peluncuran PP2A akan memberikan manfaat,” ungkapnya.

Akhsanul membagikan beberapa kisah ABK yang sukses sebagai contoh.”Ini menunjukkan bahwa pendidikan dan perkembangan anak harus dicermati dan dikawal agar perkembangan anak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap agar setiap kajian, diskusi dan penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan luaran berupa artikel dan buku referensi. Peluncuran dan webinar yang dihadiri oleh akademisi, praktisi dan pegiat pendidikan ABK ini berjalan sangat interaktif. Peserta maupun narasumber saling membagikan pengalaman melakukan penanganan terhadap ABK dan memberikan saran.

Editor : Dian Fauzalia


7

Workshop UPT Pengembangan Kemahasiswaan UNJA; “Startegi Dapat Modal Usaha bagi Mahasiswa dan Alumni”


JAMBI,- UPT Pengembangan Kemahasiswaan Universitas Jambi (UNJA) mengadakan workshop kewirausahaan bertema “Strategi dalam Meraih Permodalan Bagi Keberlanjutan Kewirausahaan Mahasiswa dan Alumni” yang berlangsung di Golden Harvest Resort Jambi pada 30 Agustus 2023.

Acara tersebut dihadiri oleh 90 mahasiswa wirausaha UNJA yang terdiri dari mahasiswa PMW, P2MW, dan PMW plus. Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari M.Sc.

Dalam sambutannya, beliau berpesan agar mahasiswa terus mengembangkan usaha-usaha yang mereka jalankan sekalipun sudah menjadi alumni, banyak lembaga lembaga permodalan yang dapat membantu keberlangsungan usaha mereka.

Dengan menghadirkan pemateri-pemateri luar biasa, peserta sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Li Iswandi yang merupakan perwakilan dari Financial institution Syariah Indonesia (BSI) menyampaikan betapa pentingnya investasi dan wirausaha bagi mahasiswa karena dapat menjadi tabungan di hari tua nanti.

“Investasi itu penting saat kita masih muda, karena dapat menjadi tabungan di hari tua nanti,” ujarnya.

Acara ditutup dengan materi dari Dra. Iriana Safitri Rusdi, S.Sos. yang merupakan Proprietor Rumah Kreatif Nekno yang memiliki berbagai produk produk kreatif di Provinsi Jambi.

Dimas Anugrah Adiyadmo / A. Bayu / HUMAS


Publish Views: 337



WISUDA VII UHN SUGRIWA, REKTOR TEKANKAN PENGEMBANGAN POTENSI DIRI WISUDAWAN

MANGUPURA, UHN SUGRIWA – Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si beserta Senat dan jajaran melepas 401 wisudawan, Rabu (16/8/2023) bertempat di The Patra Bali Resort & Villas Kuta.

Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda VII UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dibuka Ketua Senat, Prof. Dr. Drs. I Nengah Lestawi.,M. Si dengan dihadiri oleh 24 orang anggota Senat.

Pada kesempatan itu, Rektor mengucapkan selamat kepada para wisudawan karena sudah berhasil menamatkan diri dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Prof. I Gusti Ngurah Sudiana juga berpesan agar mahasiwa lebih kreatif dan aktif dalam mencari peluang di dunia kerja. “Kenali dan kembangkan potensi yang ada pada diri dan jaga nama baik almamater,” pesannya.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja tim panitia dan dukungan mahasiswa atas terselenggaranya wisuda ini. Rektor pun berterimakasih kepada para dosen yang telah membimbing, mengarahkan dan mendidik mahasiswa, dengan seluruh ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai ethical.

Adapun 401 wisudawan terdiri dari 190 orang dari Fakulas Dharma Acarya, 28 orang dari Fakultas Brahma Widya, 99 orang dari Fakultas Dharma Duta, dan 84 orang dari Pascasarjana. Lulusan terbaik diraih oleh Ni Putu Diana Sari dari Fakultas Dharma Duta, Program Studi Hukum Hindu dengan IPK : 3,99, predikat dengan Pujian, Ida Ayu Nindia Brahmani Putri dari Program Studi Dharma Acarya, IPK : 4.00, predikat dengan Pujian dan I Made Pasek Subawa, Program Studi Ilmu Agama, IPK : 3.81 predikat dengan Pujian.

Hadir dalam momentum yang baik ini, Direktur Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI secara digital melalui Zoom, Kepala Kantor Wilayah Provinsi Bali yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Pendidikan Hindu, Ketua PHDI Provinsi Bali , Ketua Ikatan Alumni , Ketua Presiden BEM, Ketua DPM, Para Wakil Dekan 1, Wakil Direktur Pascasarjana, serta Pejabat Struktural dan Non Struktural serta Pejabat Fungsional di Lingkungan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. (nas/sas)
.
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa
#uhnsugriwa

Gubernur, Polda Sumatera Barat, Universitas Bung Hatta dan UIN-Imam Bonjol Tandatangani Naskah MoU dengan Badan dan Pengembangan Bahasa

Gubernur Sumatera Barat diwakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi, S.Pd., M.Pd, Kapolda Sumatera Barat Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono.S.Ik, SH, Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E, MBA., dan Rektor UIN-Imam Bonjol Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd secara serentak menandatangani naskah kerjasama dengan Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi disaksikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Dr. Eva Krisna di Lodge Truntum Padang, Kamis (10/8/2023).

Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani antara Kepala Badan Bahasa, Kapolda Sumbar, Gubernur Sumbar, dan dengan Rektor Universitas Bung Hatta serta Rektor UIN Imam Bonjol Padang tersebut antara adalah pertukaran information dan atau informasi seperti layanan ahli bahasa dalam proses penyidikan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Barat, layanan penerjemahan bahasa asing atau daerah, peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia dan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), pendampingan penyusunan peraturan mupun pembuatan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. (*indrawadi).

FIK UMJ Gelar Workshop Pengembangan Merchandise dan Tinjauan Soal

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) menggelar Workshop Pengembangan Merchandise dan Tinjauan Soal, di Ruang Rapat Gedung FIK UMJ, Kamis (27/07/2023). Workshop yang ditujukan bagi dosen ini bertujuan meningkatkan kemampuan dalam menyusun soal uji kompetensi agar mahasiswa mendapatkan ujian yang relevan dan berdaya guna.

Dekan FIK UMJ Miciko Umeda, S.Kp., M.Biomed., mengungkapkan rasa bangga atas semangat dan komitmen yang dimiliki oleh para dosen untuk mendukung terciptanya masa depan keperawatan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I FIK UMJ, Dr. Yani Sofiani, M.Kep., Sp. KMB., memberikan pencerahan tentang UU Omnibus Regulation dan relevansinya dalam dunia pendidikan keperawatan.

Sementara itu, Kaprodi Pendidikan Profesi Ners FIK UMJ, Ns. Fitrian Rayasari, M.Kep., Sp.Kep.MB., menekankan pentingnya peran para dosen dalam membentuk calon perawat profesional yang handal dan berintegritas tinggi. Fitrian juga mengajak seluruh dosen untuk terus mengembangkan diri sebagai pendidik dan menjadi teladan bagi para mahasiswa.

Workshop menghadirkan Ns. Slametiningsih, M.Kep., Sp.Kep.J., sebagai narasumber utama. Para dosen diajak untuk memahami pentingnya mengaitkan soal uji kompetensi dengan tujuan pembelajaran yang jelas, sehingga pertanyaan yang diajukan benar-benar dapat mengukur kemampuan dan kompetensi mahasiswa dengan tepat.

Para peserta workshop antusias menyimak Slametiningsih mengenai strategi dan teknik dalam mengembangkan soal yang relevan dengan kurikulum dan kebutuhan dunia kesehatan. Slametiningsih juga memberikan contoh-contoh soal menantang yang dapat menguji pemahaman dan keterampilan mahasiswa secara menyeluruh.

Dosen FIK UMJ mengikuti Workshop Pengembangan Merchandise dan Tinjauan Soal di Ruang Rapat Gedung FIK UMJ, Kamis (27/07/2023).

Dosen juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menghindari bias dan kesalahan dalam pembuatan soal uji kompetensi. Workshop ini mengarahkan para dosen untuk bersikap kritis dan objektif dalam mengevaluasi soal-soal yang telah ada serta mengidentifikasi space perbaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di FIK UMJ.

Tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan pengetahuan, workshop juga berfungsi sebagai sarana kolaborasi dan pembelajaran Bersama. Para dosen belajar untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi maksimalnya di dunia keperawatan yang dinamis.

Peserta workshop juga diajak untuk mengembangkan kemampuan mengevaluasi soal uji kompetensi yang telah ada sebelumnya, guna memastikan bahwa pertanyaan yang diajukan benar-benar mengukur kompetensi yang diinginkan. Selain itu, para dosen juga diberikan wawasan mengenai teknik tinjauan soal yang efektif untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas soal uji kompetensi.

Workshop Pengembangan Merchandise dan Tinjauan Soal di FIK UMJ merupakan komitmen FIK UMJ dalam menciptakan dosen berkualitas dan unggul. Oleh karenanya FIK UMJ juga akan menggelar kegiatan sejenis untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Editor: Dinar Meidiana


6