Tag: Pencegahan

UMJ dan TII Jalin Kerjasama Pencegahan Korupsi

Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., (Wakil Rektor I UMJ) dan Danang Widoyoko (Sekjend TII) setelah menandatangani MoU dan MoA di Auditorium Kasman Singodimedjo, Kamis (14/12/23).


156

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bersama Transparency Internasional Indonesia (TII) menjalin kerja sama pencegahan korupsi dengan menandatangani surat perjanjian, di Auditorium Kasman Singodimedjo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Kamis (14/12/23).

Baca juga : UMJ Jalin Kerja Sama dengan BNN

Kerja sama itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dalam upaya pencegahan korupsi.

Lembar kerja sama Memorandum Of Understanding (MoU) dan Memorandum Of Agremeent (MoA) ditandangani oleh Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., dan Sekretaris Jendral TII Danang Widoyoko.

Hadi mengungkapkan bahwa kalangan akademisi harus menjadi inisiator penggerak dalam upaya pencegahan korupsi. Berkaitan dengan itu pula, UMJ mendorong untuk memberikan pendidikan anti korupsi kepada seluruh civitas akademika.

“Kalangan akademisi harus menjadi penggerak dalam upaya pencegahan. Universitas perlu mendorong lulusan untuk berjiwa bersih dari korupsi mulai dari pendidikan. Kita harus menemukan upaya solusi dalam pencegahan korupsi,” jelas Hadi.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jendral TII Danang Widoyoko bahwa pendidikan menjadi penggerak dalam upaya pencegahan korupsi. Ia menjelaskan bahwa kerja sama nantinya bisa dilakukan dalam seminar dan kampanye kajian upaya pencegahan anti korupsi.

“Upaya pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan oleh KPK dan penegak hukum, tetapi membutuhkan semua pihak. Pendidikan menjadi aset penting dan sehingga nantinya dengan kerja sama ini mendorong universitas memberikan informasi penyadaran sejak awal kepada mahasiswa tentang korupsi,” ungkap Danang

Selain kerja sama, TII bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) selenggarakan Competition Antikorupsi 2023. Kegiatan itu berisi Talkshow bertajuk “Reformasi Partai Politik, Mungkinkah?”, Standup Comedy, Penampilan musik, dan Musikalisasi puisi.

Editor : Dian Fauzalia

DWP Sahabat Kampus Gelar Sosialisasi Pencegahan Seksual

JAMBI,- Dharma Wanita Persatuan (DWP) mengadakan Sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) yang berlangsung di Ruang Senat Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus Mendalo pada Jum’at (24/11/2023).

Kegiatan sosialisasi bertujuan sebagai himbauan dari DWP Kemendikbudristek pusat untuk mendukung Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Acara di buka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rektorat Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. serta dihadiri oleh Wakil ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Jambi, Ketua Dharma Wanita Fakultas, BUPK, dan Pascasarjana, Anggota DWP UNJA,. Serta menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H dari Fakultas Hukum Universitas Jambi dan Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan(FKIK) Universitas Jambi (UNJA).

Dalam sambutannya Ketua DWP Universitas Jambi Ny. Daumi Rahmatika Sutrisno menyampaikan bahwa DWP sahabat Kampus disetiap Perguruan Tinggi harus mendirikan PPKSnya.

“DWP sahabat kampus yang setiap perguruan tinggi harus mendirikan PPKS-PPKSnya. DWP Universitas Jambi pernah mengirimkan 3 orang untuk mengikuti ToT melalui zoom. DWP di Universitas Jambi merupakan contoh suatu bentuk dukungan dengan UNJA itu sendiri. Pada laman Web yang saya baca sebanyak 70% aduan yang dikirim ke Komnas Perempuan kekerasan terjadi di kampus dan 77% dosen menyatakan kekerasan seksual pernah terjadi di kampus dan 63% kasus tidak dilaporkan,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rektorat Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. mengatakan peran DWP sangat besar dalam mencegah kekerasan yang terjadi dan berharap program ini terus berlanjut secara masif.

“Kita lihat sendiri disetiap pemerintahan yang terkait dengan kekerasan ini sangat miris karena memang di luar ekspektasi, peranan ibu sangat besar karena bisa mencegah itu terjadi. Oleh karena itu mulai dari sekarang ibu-ibu mempunyai tanggung jawab yang luar biasa menurut saya. Program ini harus berlanjut bukan hanya hari ini, tetapi program sosialisasi terkait dengan kekerasan ini berlanjut. Program sosialisasi terkait dengan kekerasan ini bisa berlanjut secara masif setiap kegiatan,” jelasnya.

Adapun kesimpulan dari materi yang disampaikan yaitu Kekerasan seksual mencangkup kekerasan secara Verbal, Fisik, dan Non Fisik. Dampak kekerasan seksual sangat berpengaruh secara psikologis. Implikasi peristiwa kekerasan seksual akan berkaitan dengan aspek perkembangan identitas dan konsep diri, kehadiran gangguan psikologis, pengembangan keterampilan sosial tertentu. Adapun yang perlu kita lakukan yaitu mendengarkan dengan empati, tidak menghakimi, tidak memaksa untuk bercerita secara langsung, terbuka dengan orang tua atau orang dewasa lain yang dipercaya, mendampingi dan terus menguatkan, tidak menyebarluaskan cerita korban, konsultasi dengan lembaga atau tenaga profesional untuk membantu, layanan psikologi.

Silvia Yuliansari / Welsa / HUMAS


Put up Views: 91

PWA DKI Jakarta Berikan Edukasi Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Kecamatan Senen

Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta menggelar Sosialisasi dan Edukasi Mencetak Generasi Emas dengan Penurunan Angka Stunting bagi kader dan masyarakat di Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (14/09/2023). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Orientasi Kader Gerakan Anak Sehat pada 30 Agustus 2023.

Baca juga : Pimpinan Wilayah Aisyiyah DKI Jakarta Gelar Pra Rakerwil

Gerakan Anak Sehat bertujuan meningkatkan standing gizi balita untuk pencegahan stunting melalui pemenuhan asupan gizi dan praktik pemberian makan keluarga serta peningkatan keterlibatan multipihak. Pimpinan Pusat Aisyiyah dipercaya menjadi salah satu mitra pelaksana program.

Kecamatan Senen, Kelurahan Paseban, dan Kramat, merupakan lokasi pilot venture yang dimandatkan kepada PWA Aisyiyah. Ketua Majelis Kesehatan PWA DKI Jakarta Miciko Umeda, S.Kp., M.Biomed., menerangkan bahwa ketiga lokasi tersebut memiliki risiko stunting yang cukup tinggi di wilayah Jakarta Pusat.

“Risiko stunting tergambar cukup tinggi. Jangan sampai faktor risiko membuat kasus stunting menjadi bertambah. Anak harus sehat karena untuk menciptakan Generasi Emas 2045 membutuhkan anak yang kuat fisik dan psikologi,” ungkap Miciko saat memaparkan materi sosialiasi di Aula Lantai 4 Kantor Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat.

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIK UMJ) ini menekankan agar para orang tua dapat menyesuaikan isi piring anak-anak dapat memenuhi gizi seimbang. Menurutnya, isi piring tidak perlu mahal melainkan yang terpenting memenuhi gizi seimbang terdiri dari karbohidrat, protein, mineral dan vitamin.

Kader dan masyarakat Keluarahan Kramat mengikuti Sosialisasi dan Edukasi Mencetak Generasi Emas dengan Penurunan Angka Stunting di Kantor Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (14/09/2023).

Pencegahan stunting melalui program GRASS (Gerakan Aisyiyah Sehat) diterangkan Dr. Hirfaturrahmi bahwa menyasar akar rumput untuk percepatan penurunan stunting. Beberapa program yang dilakukan ialah adanya kader yang diberdayakan di lokasi untuk mendampingi para orang tua memantau tumbuh kembang anak.

Selain itu hadir pula dua narasumber lainnya yaitu dari Majelis Kesehatan PWA DKI Jakarta dr. Tuti Kurniati, M.Kes., AAK., dan Puskesmas Kelurahan Kramat dr. Liesthia Fidelia. Seluruh narasumber menekankan upaya pencegahan stunting yang dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah dan Aisyiyah dapat dilaksanakan oleh para orang tua.

Para orang tua diberikan pemahaman tentang gejala dan pencegahan stunting yang dapat dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu juga edukasi dilakukan dengan pendekatan nilai agama yang memperlihatkan perintah Allah dalam Al-Qur’an pada hambaNya agar menciptakan generasi terbaik.

Ketua PWA DKI Jakarta Dra. Syamsidar Siregar, S.IP., menjelaskan bahwa Aisyiyah memiliki perhatian pada upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan melalui banyak program di antaranya Rumah Gizi Aisyiyah.

Dalam sambutannya, Syamsidar menerangkan bahwa Rumah Gizi Aisyiyah memberikan konsultasi kesehatan gizi dan fasilitas pendeteksian tumbuh kembang anak. “Kegiatan ini tidak berhenti di sini karena kader yang ada di Kelurahan Kramat akan mendampingi orang tua dalam upaya pencegahan stunting. Satu kader untuk 10 orang,” ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri Camat Senen Ronny Jarpiko, serta diikuti oleh 15 orang kader pendamping dan puluhan masyarakat Kelurahan Kramat.

Editor : Budiman


2