Tag: Pelayanan

Interprofesional Kolaborasi Dalam Pelayanan Kebidananan


3

Interprofesional kolaborasi dalam pelayanan kebidanan menjadi topik utama dalam webinar nasional yang diadakan oleh Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) secara daring melalui Zoom Assembly, Jum’at (15/12/2023).

Baca juga : Prodi Sarjana Kebidanan UMJ Laksanakan Praktik Kegawatdaruratan di BPBD DKI

Interprofesional kolaborasi merupakan praktik kolaborasi antara profesi kesehatan yang saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan berlandaskan profesionalisme bertujuan dalam peningkatan mutu pelayanan.

Dekan FKK UMJ Dr. dr. Muhammad Fachri, Sp.P, FAPSR., FISR menjelaskan pendidikan interprofesional harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kebidanan.
“Dalam webinar ini kita bisa mengetahui lebih jauh profesionalisme dalam bidang kebidananan, sehingga profesi ini bisa berprilaku profesional, dalam pendidikan dan pelayanan, ” ungkap Fachri.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yaitu Dosen Kebidanan FKK UMJ Dr. Hirfa Turrahmi, S.Pd., SST., MKM., Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanudin Prof. Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp., M.Si., Wakil Rektor III Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta Prof. Dr. Mufdillah, S.Pd., S.SiT., M.Sc., dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., MM., MKM.

Wakil Rektor III Unisa, Mufdillah mengungkapkan bahwa ada rencana program untuk setiap desa memiliki satu puskesmas. Hal itu mendorong profesi kebidanan harus meningkatkan kualitas dalam pelayanan. Menurutnya, pendidikan interprofesional kolaborasi bisa menjadi solusi.
“Kita dihadapkan dalam persoalan profesional, bagaimana mulai memperkuat sistem menjadi sebuah kesatuan melalui interprofesional dan kolaborasi,” ungkap Mufdillah.

Lebih lanjut, Mufdillah menjelaskan materi Pendidikan Interpofesional dan Praktik Kolaborasi (IPECP). Ia menyampaikan bahwa ada 4 core dalam kompetensi Interprofesional yakni memanfaatkan informatika, menyediakan affected person middle care, peningkatan kualitas, dan gunakan bukti berdasarkan praktik.

“Semuanya berada pada bekerja interprofesional pada tim. Selain itu, pendidikan interprofesi akan meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dan kolaborasi pelayanan mengembangkan pelayanan kesehatan yang optimum sehingga semuanya berada dalam memperbaiki derajat kesehatan masyarakat, ” tambah Mufdillah

Dosen Kebidanan FKK UMJ Hirfa Turrahmi menjelaskan Profesionalisme dalam prespektif Islam. Ia menyampaikan bahwa bagaimana profesi bersandar pada syariah yakni menjadi amal dan berbasis Iman.
“Seorang mukmin yang profesional adalah yang bekerja (beramal) berdasarkan keimanannya,” ungkap Hirfa

Kemudian, Dekan FK Universitas Hasanudin Ariyanti memberikan materi Bioetik dalam Pelayananan Kesehatan dan Kebidanan. Ariyanti sapaan akrabnya mengungkapkan bioetik berfokus pada hubungan interaksi dalam menjalankan profesi.

Ariyanti menambahkan bahwa masyarakat memberi kepercayaan kepada profesi kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik. Tentu, hal itu membuat setiap keputusan berdasarkan pada pertimbangan ilmiah dan etika.
“Objek pelayanan kita adalah manusia dan sangat beresiko. Terkadang beberapa petugas bekerja tanpa standar baku. Maka dari itu pendidikan dalam pelayanan penting,” ungkap Ariyanti

Narasumber terakhir, Ketua IBI Ade Jubaedah menjelaskan tentang regulasi terkini dalam pelayanan kebidanan. Ia mengungkapkan bahwa Kebidanan diatur dalam undang-undang kesehatan.

“UU ini berisi ketentuan umum, hak, dan kewajiban, tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, penyelenggaraan kesehatan, upaya kesehatan, fasilitas pelayanan, SDM kesehatan, perbekalan, farmasi, alat kesehatan, teknologi kesehatan, dan sistem informasi, ” jelas Ade.

Ade banyak menjelaskan mengenai pendidikan sumber daya manusia kesehatan, fasilitas kebidananan, pendidikan kebidanan, tugas dan kewenangan kebidanan.

“Bidan profesional harus memiliki kompetensi klinis dan kompetensi non klinis untuk menganalisa, melakukan advokasi, dan pemberdayaan dalam mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas, ” ungkap Ade.

Peserta webinar nasional ini mendapatkan sertifikat berstandar SKP IBI. Turut hadir Ketua Program Studi Kebidanan UMJ, Hamidah, AM.Kep.S.ST., M.KM.

Editor : Dian Fauzalia

Prodi BK UNJA Adakan Bimtek Penggunaan Instrumen dalam Pelayanan Bimbingan dan Koseling di Sekolah

Mendalo- Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Unievrsitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa Prodi BK UNJA yang dilaksanakan secara hybrid pada Rabu (23/8/23) diruang Senat Gedung Rektorat Lantai III UNJA Mendalo.

Kegiatan mengahadirkan narasumber dan pakar dibidangnya yaitu Dr. Irman, S.Ag., M.Pd Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar Sumatera Barat, dan Dr. Silvianetri, M.Pd., Kons. dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Drs. H. Rasimin,M.Pd yang mewakili ketua Prodi BK menyampaikan kegembiraan dan apresiasi pada segenap panitia yang telah sukses menyelenggarakan bimbingan teknis ini.

“Saya mewakili ketua program studi merasa bangga dan Bahagia karena terselenggaranya kegiatan yang bermanfaat ini dan juga dapat mengundang narasumber yang luar biasa kesibukan dan kepadatan sebagai pimpinan fakultas untuk bisa hadir di Universitas Jambi ini adalah suatu kebanggan,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhamad Hamdi, M.Pd mengatakan kegiatan dihadiri Dekan FKIP UNJA yang diwakili ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dr. Okay.A Rahman, M.Pd.I, serta dihadiri Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling yang diwakilkan oleh Drs. H. Rasimin, M.Pd dan dosen dan staf program studi bimbingan dan konseling serta mahasiswa Prodi BK FKIP UNJA.

“Kegiatan yang diawalnya hampir bisa dikatakan ditunda atau bahkan gagal dilaksanakan tapi alhamdulillah dapat terlaksana dengan baik dan lancar serta diluar ekspektasi panitia. Peserta selain dari mahasiswa juga diikuti oleh guru maupun praktisi by way of Zoom dan Youtube yang kurang lebih seratus peserta dari dunia maya, ini menunjukkan bahwa acara seperti ini kedepan harus dilaksanakan dengan lebih banyak peserta lagi,” ujar Muhamad Hamdi.

Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. Irman, M.Pd dengan materi mengenai tes psikotes yang diperlukan nantinya di sekolah. Materi psikotes ini adalah bagian dari pelaksanaan asesmen yang diharapkan kepada mahasiswa maupun guru-guru dapat mempraktikkanya pada saat penelitian ataupun pelaksanaan disekolah. Materi kedua diisi oleh Dr.Silvianetri, M.Pd., Kons. dengan materi khusus pada instrument non tes yang juga wajib diketahui dan dipelajari oleh guru -guru maupun mahasiswa prodi bimbingan dan konseling.

“Pada sesi kedua dilakukan pendampingan secara teknis penggunaan instrumentasi dan praktik secara langsung yang diikuti oleh peserta dan diberikan tugas inservice 2 yang dilakukan di rumah masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut dari praktik yang diberikan,” pungkasnya.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Submit Views: 99


Lapor Pak !!, Universitas Bung Hatta Buka Posko Pelayanan Pengaduan Mahasiswa

Setelah Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta menyerahkan kunci gedung Pusat Kegiatan Kemahasiswaan kepada Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA melalui Dr. Hidayat, S.T.,M.T.,IPM.,Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Jumat (4/8/2023) lalu di Kampus II Universitas Bung Hatta, Aia Pacah, menandakan bahwa Gedung tersebut telah bisa ditempati oleh organisasi mahasiswa dan unit-unit kegiatan kemahasiswaan.

Dalam pemanfaatan gedung tersebut sesuai dengan fungsinya Rektor telah menerbitkan Peraturan Rektor No.1 tahun 2023 tentang Tata Tertib Penggunaan Pusgawa Universitas Bung Hatta. Sejalan dengan itu Rektor juga membentuk Tim Satgas Pelayanan Pengaduan Mahasiswa (P2M) Universitas Bung Hatta.

Melalui SK Rektor No. 5934/SK-1/KP/VII-2023, Rektor menunjuk Dr. Sandjar Pebrihariati, R. S.H., M.H, Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta sebagai ketua Tim P2M periode 2023-2026. Selain sebagai dosen, Sanijar juga menjabat sebagai wakil dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta dan seorang Advokat yang saat ini juga sebagai Wakil Ketua Bidang V, Bidang Kajian Hukum dan Bidang Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak DPC Peradi Padang.

Disebutkan Wakil Rektor III, tim satgas tersebut bertugas menerima dan memproses pengaduan mahasiswa Universitas Bung Hatta, baik berupa permasalahan layanan akademik, sarana prasaran, kesejahteraan mahasiswa, kekerasan fisik, kekerasan seksual, perundungan (bullying) dan sebagainya.

Pengaduan tersebut dapat disampaikan secara on-line melalui laman web site Universitas Bung Hatta dan membuka laman : https://s.id/P2MUBH

Tim satgas berharap, dengan adanya posko pelayanan tersebut, segala permasalahan-permaslahan yang dihadapi mahasiswa Universitas Bung Hata dapat diketahui dan mencarikan cara penyelesaian dengan dengan segera. (*indrawadi).

Efisiensi Penggunaan EMR Pada Pelayanan Kesehatan di Period Digital

Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UMJ menyelenggarakan Seminar Keperawatan tentang Digital Medical Report (EMR) dengan tema “EMR: An Built-in Digital-based Nursing Documentation System”  pada hari Sabtu (08/07/2023). Kegiatan yang diselenggarakan secara daring ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aplikasi dan efektivitas penggunaan EMR di rumah sakit pada period digital.

Baca juga : FIK UMJ Selenggarakan Qurban dan Abdimas di Ponpes Trendy Muhammadiyah Bekasi

Digital Medical Report (EMR) merupakan merupakan catatan daring dari information pribadi dan klinis terkait kesehatan klien atau pasien yang dihasilkan dan disimpan dalam pengaturan pemberian layanan kesehatan. EMR semakin diperlukan sebagai platform utama untuk penyimpanan dan pengambilan informasi klien. Sistem ini diaplikasikan agar rumah sakit mencapai beberapa manfaat, seperti keselamatan pasien, dokumentasi yang lebih baik, dan meningkatkan kualitas perawatan.

Acara Seminar Keperawatan ini dihadiri oleh Dekan FIK UMJ Dr. Miciko Umeda M.Biomed., dan diisi oleh beberapa narasumber seperti Ketua Divisi Ilmu Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Kolegium Keperawatan Indonesia, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Haryati, S.Kp., MARS, FISQua., anggota Departemen Hukum dan Perundang-Udangan DPP PPNI, Ahmad Efendi Kasim, S.Kep., Ns., S.H., dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UMJ, Melati Fajarini, S.kp., M.Ng., Head of Nursing Departement in Nationwide Cardiac Heart Harapan Kita, Tini Sumartini, M.Kep., dan mahasiswa Profesi Ners FIK UMJ, Asri Narawangsa, S.Kep. Seminar diikuti okeh mahasiswa FIK UMJ dan juga beberapa perawat.

Dalam sambutannya Dekan FIK UMJ Dr. Miciko Umeda, M.Biomed., menyampaikan bahwa di period digital saat ini perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan dengan menggunakan EMR dalam cacatan kesehatan klien atau pasien.

“Di period 4.0 Society ini kita perlu mengikuti perkembangan digital  pada pelayanan kesehatan. Penggunaan EMR ini diharapkan dapat menjawab tantangan digital dalam dunia kesehatan, untuk bagaimana perawat bertanggung jawab memberikan catatan menggunakan EMR kepada pasien,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Haryati, S.Kp., MARS, FISQua., menjelaskan tentang tantangan dokumentasi keperawatan di period digital. “Perawat sebagai pengelola pelayanan kesehatan dan asuhan perawatan harus mengikuti landasan etik dalam digitalisasi. Perawat juga perlu beradaptasi dengan tantangan digital saat ini seperti adanya informatika keperawatan, yaitu kekhususan yang mengintegrasikan ilmu keperawatan, ilmu komputer, dan ilmu informasi dalam mengidentifikasi, mengumpulkan, memproses, dan mengelola information dan informasi untuk mendukung praktik keperawatan,” ungkap Prof. Tutik.

Anggota Departemen Hukum dan Perundang-Udangan DPP PPNI Ahmad Efendi Kasim, S.Kep., menyampaikan mengenai aspek authorized dalam pendokumentasian EMR di period digitalisasi. “Bicara soal regulasi, kita mengacu pada Permenkes no. 24, tahun 2022 yang berisi tentang tata cara perawat dalam mencatat dan mendokumentasikan fasilitas pelayanan secara digital menggunakan rekam medis elektronik. Kemudian, pandangan authorized memiliki isi yang paling utama yaitu informasi klinis pasien,” jelas Efendi.

Selanjutnya, Dosen FIK UMJ yang merupakan Proof Primarily based-Follow Nursing (EBN) Coach menjelaskan materi tentang “Evidance based-Follow Pendokumentasian Asuhan Keperawatan menggunakan EMR”. Beliau menuturkan bahwa Implementasi EMR berpengaruh terhadap keselamatan pasien yaitu meningkatkan identifikasi pasien dengan benar, meningkatkan komunikasi yang efektif, meningkatkan keamanan obat yang harus diwaspadai, memastikan lokasi operasi yang benar, dan mengurangi risiko infeksi.

Tidak hanya membahas tantangan digital pada pelayanan kesehatan, seminar keperawatan kali ini juga membahas bagaimana aplikasi penggunaan EMR di rumah sakit yang disampaikan oleh Tini Sumartini, M.Kep. selaku Head of Nursing Departement in Nationwide Cardiac Heart Harapan Kita.

“Pentingnya penggunaan EMR di rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pelayanan dan keamanan information pasien, meningkakan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan, mempercepat proses diagnosa,” ungkap Tini.

“Aplikasi penggunaan rekam medis dapat dilakukan secara handbook dengan mengumpulkan information dengan berkas tertulis. Seiiring transformasi perkembangan digital, EMR digunakan untuk efisiensi pengimputan information klien atau pasien. Untuk dapat mengakses EMR dapat menggunakan PC, Laptop computer, Pill, dan Good Cellphone,” lanjut Tini.

Dalam sesi terakhir Asri Narawangsa S.Kep., mahasiswa Profesi Ners FIK UMJ memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Analisis Kepuasan Perawat dalam pendokumentasian Asuhan Keperawatan menggunakan EMR di Rumah Sakit”.

“Mayoritas perawat merasa puas dengan pendokumentasian asuhan keperawatan menggunakan sistem EMR. Hasil tersebut didukung oleh tingginya rata-rata frekuensi penggunaan EMR dan disusul oleh manajemen keperawatan yang baik. Frekuensi pencatatan rencana keperawatan yang sering, kemudahan dalam memperoleh hasil pemeriksaan terbaru, informasi lengkap yang disajikan dalam EMR, dan pengaktifan sistem EMR yang tidak perlu menunggu lama menjadi aspek pendukung dalam kepuasan perawat,” ungkap Asri.

Editor : Tria Patrianti


7