Tag: KIPK

Seluruh Wakil Rektor UNJA Blusukan ke Rumah Calon Penerima Beasiswa KIP-Ok 2023

JAMBI,- Demi memastikan bantuan biaya pendidikan berupa Beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-Ok) tahun 2023 tepat sasaran dan tepat guna, seluruh Wakil Rektor Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan visitasi langsung ke rumah-rumah mahasiswa UNJA calon penerima manfaat KIP-Ok sejak tanggal 10-14 Juli 2023.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si. melaksanakan visitasi ke Kabupaten Tebo pada 10-14 Juli 2023. Tebo sendiri tercatat memiliki 115 mahasiswa yang mendaftarkan diri sebagai calon penerima Beasiswa KIP-Ok. Prof. Kamid bersama 10 anggota tim lainnya silih berganti mendatangi setiap rumah calon penerima Beasiswa KIP-Ok.

“KIP-Ok mempunyai manfaat yang sangat penting dalam rangka perluasan akses pendidikan, khususnya bagi siswa pintar yang tidak mampu. Di satu sisi saya miris, tetapi di sisi lain saya bangga dengan anak-anak yang serba kekurangan dari sisi ekonomi tetapi tetap gigih dan berprestasi secara akademik. Anak-anak ini perlu mendapat prioritas dalam mendapatkan beasiswa khususnya KIP-Ok. Salah satu cara mengentaskan kemiskinan adalah dengan pendidikan, pemberian KIP-Ok kepada anak-anak pintar diharapkan juga memutus rantai kemiskinan,” ujar Prof. Kamid.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Ir. H. Yusrizal, M.Sc., Ph.D. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. memvisitasi mahasiswa calon penerima Beasiswa KIP-Ok di Kota Jambi. Bersama 25 anggota tim yang dibagi ke dalam 11 tim untuk 11 kecamatan berbeda mendatangi 374 pendafar Beasiswa KIP-Ok.

“Pelaksanaan survei KIP-Ok tim saya dengan 15 calon mahasiswa tahun 2023 ini dilaksanakan dengan anggota 3 orang berlokasi di Kelurahan Pematang Sulur dan Penyengat Rendah. Seluruh Wakil Rektor ‘turun gunung’ di berbagai lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya calon penerima beasiswa KIPK. Sehubungan calon mahasiswa penerima KIP-Ok ini hanya di alokasikan sekitar 600an orang sedangkan yang melamar ada sekitar 2000an. Pasti ada yang terseleksi berdasarkan tingkat kemiskinan calon mahasiswa. Untuk itu, hasil survei ini perlu diklasterisasi calon mahasiswa ini dengan kategori 1. Superprioritas 2, Prioritas, dan yang ditolak sebagai calon penerima beasiswa KIP-Ok, karena tidak memenuhi syarat. Sehingga dengan adanya pengklasteran ini akan diperoleh dan tersaring secara ketat dan adil calon penerima beasiswa KIP-Ok ini,” tutur Ir. Yusrizal.

Senada dengan Warek II, Dr. Ir. Teja selaku Warek III juga menceritakan proses visitasi calon penerima beasiswa KIP-Ok.

“Saya melakukan visitasi di wilayah Tanjung Raden, Kampung Tengah, Jelmu, Mudung laut, Tahtul Yaman, dan Tanjung Johor. Visitasi ini untuk meyakinkan kami bahwa usulan dari calon penerima beasiswa KIP-Ok adalah benar adanya. Sebagian besar mereka adalah masyarakat kelompok miskin dengan rentang desil 1-4. Meski ada beberapa yang di rentang desil 5-6. Menurut saya keputusan yang diambil nantinya apakah menerima skema 1 atau 2 sangat tergantung dari hasil visitasi ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami. Sangat senang kami dapat turun ke lapangan secara langsung karena sebagian dari mereka tidak mengenal saya sebagai Wakil Rektor. Sehingga apa yang sampaikan benar-benar jujur,” cerita Dr. Ir. Teja.

Lalu Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. rer.nat. Rayandra Asyhar, M.Si. bersama 12 anggota tim melaksanakan visitasi ke Kabupaten Kerinci yang memiliki 161 mahasiswa calon penerima Beasiswa KIP-Ok.

Koordinator Pusat Dokumentasi dan Informasi Publik (HUMAS UNJA), Mochammad Farisi, S.H., LL.M., menjelaskan skema penerimaan beasiswa KIP-Ok tahun 2023.

“KIP-Ok tahun 2023 sendiri memiliki 2 skema dalam pemberian bantuan biaya pendidikannya. Skema 1 (full) akan membebaskan mahasiswa dari tanggungan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama 4 tahun (8 semester) dan juga diberi bantuan biaya hidup bulanan. Sedangkan Skema 2 hanya memberikan bantuan berupa pembebasan biaya UKT tanpa adanya bantuan biaya hidup bulanan,” jelas Farisi.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS


Publish Views: 70


Perjuangan Tim Visitasi KIPK UNJA, Telusuri Jalan Berlumpur hingga Tersesat 13 km Masuk Hutan

Mendalo- Tim Visitasi Universitas Jambi tengah melaksanakan visitasi ke rumah calon penerima KIP Kuliah. Tim Visitasi penerima KIP-Ok sudah mulai turun sejak tanggal 6 Juli 2023 lalu, tim ini akan turun langsung ke rumah calon penerima KIP-Ok untuk melihat langsung kelengkapan dokumen dan kehidupan sehari-hari pendaftar KIP-Ok ini. Pelaksanaan Visitasi dimulai pada tanggal 6 Juli 2023 sampai pada tanggal 19 Juli 2023.

Berbagai pengalaman sejak 6 hari visitasi yang dilakukan oleh tim visitasi dari Universitas Jambi, seperti ketika hendak menuju ke rumah salah satu calon penerima KIP-Ok, tim tersasar masuk kedalam hutan dan harus putar arah hingga mencapai 13 km untuk kembali berada di posisi awal.

Selain tersesat di hutan, ada juga tim yang harus menempuh perjalanan dengan kondisi jalan tidak beraspal, licin, mendaki, bahkan harus melewati perkebunan sawit untuk dapat sampai ke tujuan dengan kondisi jalan licin.

Salah satu tim yang dikoordinatori Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., harus menyeberangi sungai untuk sampai pada lokasi calon mahasiswa.

“Setiap hari anak-anak SMA dan SMK disini selalu menyeberangi sungai dengan kondisi arus sungai yang sangat kencang di aliran sungai batanghari ini,” ujar Prof. Kamid.

Lain lagi dengan tim yang dikoordinatori Dr. Supian, S.Ag.,M.Ag, tim ini tersesat dihutan ketika menuju ke rumah calon penerima KIP-Ok, menurutnya ia harus turun dari mobil karena mobil tidak bisa jalan akibat jalan licin dan harus dipandu dari luar.

“Iya kami tersesat sampai masuk hutan dengan kondisi jalan tanah, tidak aspal, licin, karena mengikuti map karena kan map memberikan jalan alternatif yang lebih cepat sehingga jalan yang dilalui itu seperti bukit yang harus kami tempuh dan itu sekitar 2 jam perjalanan tetapi alhamdulillah bisa sampai ke tujuan,” ujar Dr. Supian.

Menurutnya dengan adanya visitasi ini sangat memberikan manfaat karena dengan visitasi ini kita dapat mengetahui kondisi calon mahasiswa penerima KIP-Ok itu, dan Dr. Supian berharap KIP-Ok itu tepat sasaran dan dapat diberikan kepada anak-anak yang memang berhak mendapatkannya.

“Mudah-mudahan beasiswa ini memang diberikan kepada anak-anak yang memang layak diberikan beasiswa ini, dari visitasi yang kami lakukan calon mahasiswa tersebut memang layak untuk mendapatkan sehingga nanti mereka dapat kuliah dengan beasiswa KIP-Ok ini dan dapat merubah nasib keluarganya ke depan, Insya Allah,” pungkasnya.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Put up Views: 369


Pastikan Beasiswa KIP-Ok Tepat Sasaran, UNJA Terjunkan Tim Visitasi ke 5 Provinsi

Mendalo- Program KIP Kuliah adalah skema bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi yang diberikan kepada masyarakat yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin dan memiliki KPK Kuliah, KIP Kuliah Merdeka diluncurkkan dengan kebijakan baru yang memberikan kemerdekaan bagi calon mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin untuk kuliah pada prodi unggulan di Perguruan Tinggi terbaik dimanapun berada. Untuk menjamin cita-cita ini dapat terlaksana, Kemendikbudristek telah mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya pendidikan dan biaya hidup.

Universitas Jambi saat ini tengah mengadakan seleksi bagi penerima KIP-Ok di Universitas Jambi, saat ini tim dari Universitas Jambi akan melaksanakan visitasi ke rumah calon penerima KIP Kuliah. Tim Visitasi penerima KIP-Ok ini akan turun langsung ke rumah calon penerima KIP-Ok untuk melihat langsung kelengkapan dokumen dan kehidupan sehari-hari pendaftar KIP-Ok ini. Pelaksanaan Visitasi dimulai pada tanggal 6 Juli 2023 sampai 19 Juli 2023.

Kegiatan visitasi ini merupakan bentuk dari transparansi dalam melakukan verifikasi knowledge dan meminimalisir adanya knowledge yang dipalsukan, sehingga diharapkan beasiswa KIP-Kuliah dapat disalurkan dengan tepat sasaran yaitu bagi calon mahasiswa yang berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Teja Kaswari, M.Sc. mengatakan sebanyak 126 orang diturunkan dalam visitasi penerima KIP-Ok ini mereka dibagi menjadi 17 tim yang akan disebar ke 5 Kota yaitu Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Riau.

“Ada 17 titik lokasi visitasi yang akan didatangi yaitu di Kabupaten Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Batanghari, Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabungn Timur, Sumatera Selatan 1, Sumatera Selatan 2, Sumatera Barat 1, Sumatera Barat 2. Riau, Sumatera Utara 1 dan Sumatera Utara 2,” ujar Dr. Teja Kaswari.

Calon Mahasiswa pendaftar Program KIP-Ok pada Universitas Jambi sebanyak 2.136 Calon Mahasiswa sedangkan quota yang diberikan oleh PUSLABDIK kepada Universitas Jambi sampai saat ini sebanyak 687 mahasiswa.

Untuk persyaratan menerima KIP-Ok ini yaitu Memiliki KIP SMA/SMA, kemudian Masuk Knowledge Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima BANSOS Kemensos seperti Bansos Program Keluarga Harapan (PKH), Bansos Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesejahteraan (PBI JK), Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kemudian Masuk kedalam kelompok masyarakat miskin maksimal pada desil 3 pada Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditetapkan oleh Kemenko PMK, Mahasiswa dari Panti Sosial/ Panti Asuhan atau memenuhi persyaratan miskin/rentan miskin dengan ketentuan, Pendapatan kotor gabunngan orangtua 4 juta/bulan atau 750.000 perangngota keluarga dan Bukti keluarga miskin dalam bentuk surat keterangan tidak mampu (SKTM) yanng dikeluarkan dan dilegalisir oleh pemerintah, minimal tingkat desa/kelurahan.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Submit Views: 241