Tag: Integrasi

Dukung Palestina, LPP AIK UMJ Gelar Kajian Integrasi Ilmu


9

Krisis kemanusiaan yang menimpa Palestina, mendorong Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap dukungan terhadap Palestina. Dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina, Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPP AIK UMJ) menggelar Kajian Integrasi Ilmu di Masjid At-Taqwa, Jumat (27/10/2023).

Baca juga : Halaqah Tarjih LPP-AIK UMJ Bahas Kepemimpinan dalam Islam

Kajian yang mengusung tema Pandangan Muhammadiyah dalam Menyikapi Isu Kemanusiaan dan Kemerdekaan Palestina ini menghadirkan dosen Pascasarjana UMJ Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., MA., dan Drs. Bunyan Saptono, MA.

Menanggapi sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mendukung Palestina, Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa sikap itu menunjukkan Muhammadiyah melanjutkan tafsir rasional sebagaimana KH. Ahmad Dahlan saat memaknai QS Al-Ma’un dan mengajarkan pada muridnya.

Menurutnya, Muhammadiyah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pijakan operasional, ideologis, dan aksi dalam menyikapi segala hal. Hal yang sama dilakukan oleh NU yang juga pernah mengeluarkan fatwa yang mewajibkan umat Islam membela Palestina.

Oleh karenanya Hidayat mengajak para jamaah untuk jangan sekali-sekali melupakan sejarah (jas merah), tapi juga jas hijau yaitu jangan sekali-sekali menghilangkan jasa para ulama. Salah satu ulama yang jasanya turut berkontribusi mendukung kemerdekaan Palestina.

Ulama tersebut adalah tokoh Muhammadiyah yaitu KH. Abdul Kahar Muzakir.  “Ketika menjadi mahasiswa di Kairo beliau sangat akrab dengan perjuangan bangsa-bangsa Arab untuk memerdekakan diri termasuk Palestina. Beliau berperan serta dalam satu konferensi internasional mewakili ormas di Indonesia. Jadi akar sejarahnya sangat kuat,” ungkapnya.

Civitas akademika UMJ saat doa bersama untuk keselamatan Palestina dalam Kajian Integrasi Ilmu LPP AIK UMJ di Masjid At-Taqwa, Jumat (27/10/2023).

Hidayat juga mengapresiasi tafsir rasional Muhammadiyah dalam mendukung Palestina dengan cara memberikan bantuan senilai 32 miliar. Menurutnya hal itu persis dengan apa yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan. Selain bantuan dalam bentuk materi, Hidayat menerangkan bahwa dukungan juga dapat dilakukan dengan menyiarkan pada warga dunia bahwa Israel adalah penjajah.

“Begitu luar biasa mereka untuk menghabisi Gaza. Israel juga melakukan tindakan yang tidak sesuai prinsip akademik. Mereka menyewa buzzer untuk memutar balikkan fakta dan kebenaran. Ini adalah bagian dari startegi mereka untuk meracuni intelektualisme. Dari sisi opini, kita harus jadi bagian dalam upaya melawannya,” tegas Hidayat.

Di media sosial, Hamas dibranding sebagai teroris yang kejam dan tidak manusiawi. Namun menurut Hidayat, isu tersebut justru terbantah dengan adanya kesaksian dari mantan tawanan Hamas yang mengaku mendapat perlakuan sangat baik dan manusiawi. Kebohongan yang disiarkan Israel melalui buzzer di media sosial pada kenyataannya tidak dapat dibuktikan.  

Senada dengan yang disampaikan Hidayat Nur Wahid, Drs. Bunyan Saptono, MA., yang menghimbau para civitas akademika untuk turut mengkampanyekan dukungan bagi Palestina melalui media sosial. “Mohon diviralkan, bahwa Hamas melancarkan serangan karena penjajahan yang begitu panjang dilakukan Israel,” katanya.

Bunyan menjelaskan bahwa sikap Muhammadiyah yang diambil dalam menyikapi perang Palestina-Israel didasarkan pada pedoman kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah. “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah untuk amar makruf nahi munkar. Apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah kemunkaran dan sudah melampaui batas,” katanya.

Lebih lanjut, Bunyan meninjau isu tersebut melalui perspektif hukum internasional dan ditegaskan bahwa Israel telah melakukan kejahatan internasional yang berdampak pada penjajahan jangka panjang. Tindakan Israel dimulai dari agregasi tidak bersenjata, agregasi bersenjata, ethnic cleaning, genosida, hingga politik apartheid.

Bunyan menegaskan tiga hal dalam menyikapi isu kemanusiaan di Palestina. “Pertama, kita membela Palestina karena penjajahan yang begitu kejam. Kedua, amanat dari konstitusi bahwa kita anti penjajahan. Ketiga, kita harus ingat utang budi, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Mengakhiri kajian, jamaah berdoa bersama untuk keselamatan warga Palestina. Kajian ini juga memberikan kesempatan bagi civitas akademika menyalurkan bantuan berupa donasi melalui Lazismu. Kajian Integrasi Ilmu merupakan program rutin LPP AIK UMJ yang digelar setiap satu bulan sekali dengan narasumber yang memiliki kepakaran sesuai dengan bidang ilmu pada isu yang diangkat.

Editor : Dian Fauzalia

Bincang Ilmiah Desa Laboratorium Terpadu, Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit

Mendalo- Dalam rangka penguatan kapasitas Desa Laboratorium Terpadu (DLT) sebagai Stasion Information Lapangan guna menyediakan sarana pembelajaran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang representatif dan akomodatif, Universitas Jambi menyelenggarakan kegiatan Bincang-Bincang Ilmiah dengan tema “My Linked Farming: Blockchain Traceabilty kawasan SPR-SISKA” yang diadakan di ruang Senat Gedung Rektorat UNJA Mendalo, Jum`at (21/7/23).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., Ph.D. serta dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. rer.nat Rayandra Ashyar, M.Si., Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua PUI, Mitra Kerja Sama UNJA, serta undangan lainnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Prof. Dr. rer.nat Rayandra Ashyar, M.Si. mengatakan kegiatan kegiatan bincang-bincang ilmiah ini juga dihadiri Prof. Dr. Ir. Muladno, M.Sc. (SASPRI IPB) dan Ricky Tanudibrata (DIMITRA Company).

“Ini merupakan discussion board diskusi dengan orang-orang yang luar biasa, disini kita akan bincang ilmiah tentang penguatan kapasitas Desa Laboratorium Terpadu (DLT) sebagai Stasion Information Lapangan guna menyediakan sarana pembelajaran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang representatif dan akomodatif,” ujar Prof. Rayandra.

Prof. Rayandra juga mengatakan salah satu manfaat yang dirasakan setelah adanya DLT ini adalah masyarakat sekitar DLT memafaatkan tanahnya untuk menjadi tanah yang produktif.

“Midset masyarakat sudah berubah kalau sekarang ada tanah sedikit saja disamping rumah langsung dimanfaatkan untuk menanam labu madu dari hasil penelitian DLT Universitas Jambi, dan labu tersebut dibantu dipasarkan oleh tim DLT UNJA,” jelas Prof. Rayandra.

Kedepan Prof. Rayandra berharap muncul ide-ide baru dari pemerintah sehingga Universitas Jambi yang memiliki banyak tenaga ahli bisa merealisasikan ide tersebut sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Drs. Kamid, M.Si., Ph.D., dalam sambutannya Prof. Kamid mengatakan kegiatan ini menarik untuk diikuti karena didalam kegiatan ini nantinya akan menjadi bahan pemikiran.

“Mudah-mudahan dalam kegiatan ini kita mendapatkan pencerahan dari bincang-bincang kita hari ini sehingga apa yang bisa kita berikan pada masyarakat Jambi khususnya bukan cuman sekedar pemikiran tapi juga prakteknya tapi bagaimana peternak-peternak ini bisa menjadi peternak yang unggul, peternak yang bisa menghasilkan penghasilan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini paparan dan diskusi yang akan di bincang bersama Prof. Dr. Ir. Muladno, M.Sc. yaitu mengenai `Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) pada Kawasan Sistem Integrasi Sapi` dan Ricky Tanudibrata dengan paparan dan diskusi `Kelapa Sawit (SISKA) dan Traceability “My Linked Farmer”: Teknologi berbasis Blockchain`.

Silvia Yuliansari Asril / HUMAS


Publish Views: 193