Tag: Ilmu

Hukum On-line Nook: Inovasi FH UNJA dan Hukum On-line Dalam Mengembangkan Ilmu Hukum

Mendalo,- Fakultas hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) Bekerjasama dengan Hukum On-line mengadakan Sosialisasi Layanan Hukum dan peresmian Hukum On-line Nook Sebagai Imlementasi Perjanjian Kerjasama Antara Hukum On-line dengan Fakultas Hukum (FH) UNJA. Acara berlangsung di Ruang Fuad Bafadhal Lantai 2 Fakultas Hukum pada Selasa (12/12/2023).

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan Hukumonline.com sebagai lembaga yang digagas oleh para pemerhati hukum di awal reformasi pada tahun 2000 untuk memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat tentang dunia hukum dan kebijakan di Indonesia.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum Dr. A. Zarkasi, S.H., M.Hum, dihadiri Jajaran Civitas Akademika Fakultas Hukum, serta mahasiswa Fakultas Hukum. Kegiatan membawa langsung narasumber Hukumonline yang diwakili oleh Affiliate Vice Precident Hukumonline Grace Nagatami Susilo.

Dr. A. Zarkasi, S.H., M.Hum selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum memberikan apresiasi setinggi tingginya dalam mediasi hari ini.

“Kami memberikan apresiasi setinggi tingginya dalam dalam sosialisasi layanan hukum on-line college resolution sekaligus peresmian hukum on-line nook untuk Civitas Akademika Fakultas Hukum sebagai tindak lanjut MoU antara Universitas Jambi. Tujuannya adalah memberikan pencerahan terhadap program yang ditawarkan oleh hukum on-line terhadap Civitas Akademika UNJA dalam rangka untuk mengembangkan talent mahasiswa, pengetahuan mahasiswa, pengembangan ilmu hukum termasuk bapak ibu dosen,”ujar Dr. Zarkasih.

Dr. Zarkasih juga mengatakan ada beberapa bentuk layanan dari yang ditawarkan ke fakultas hukum misalnya, ada layanan akses pusat information peraturan perundang-undangan dan putusan di situs hukum on-line untuk seluruh mahasiswa dan dosen FH UNJA dengan sistem inject.

“Layanan akses premium tales adalah artikel isu hukum terkini yang dibahas hukum on-line dengan menggambar referensi-referensi sumber yang komprehensif di tawarkan kepada mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum UNJA, layanan akses hukum on-line Professional untuk 10 tenaga pengajar aktif FH UNJA dengan layanan akses pusat information, peraturan terjemahan, peraturan konsolidasi. Selanjutnya program magang sudah dibuka oleh hukum on-line untuk mahasiswa yang ingin melakukan magang atau MBKM di hukum on-line selama 3 bulan,”tutupnya.

Silvia Yuliansari / Welsa / HUMAS
Foto : Marta


Publish Views: 96

Dongkrak Ilmu Pengetahuan tentang Ekonomi Berbasis Islam dalam Seminar Nasional third Eksyar Days 2023

Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah merupakan Lembaga Perguruan Tinggi yang tidak lepas dari peran Mahasiswa sebagai objek pembelajaran. Selain itu HMP Ekonomi Syariah UNWAHA juga tergabung dalam Discussion board Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Komisariat Kediri yang berada di bawah naungan FoSSEI Regional Jawa Timur dengan nama Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) HMP ForSESH. HMP Ekonomi Syariah merupakan salah satu KSEI yang menjadi pendongkrak ilmu pengetahuan tentang Ekonomi berbasis islam.

Menyikapi hal tersebut HMP Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah berupaya untuk tidak lepas dari fungsi-fungsi lembaga kemahasiswaan, aktivitas dan kreatifitas Mahasiswa sehingga dapat tertampung didalam lembaga kemahasiswaan tersebut. Oleh karena itu, HMP Ekonomi Syariah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah dalam Occasion third EKSYAR DAYS 2023 mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menyalurkan gagasan terbaik dan ide-ide inovatifnya serta di harapkan mampu terjun langsung di masyarakat dengan memanfaatkan dirinya dengan baik. Dimana dalam Occasion third EKSYAR DAYS 2023 dengan Tema “Penguatan Sinergi dan Inovasi Ekonomi Untuk Mendukung SDGs di Period Digital Dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia” menghadirkan beberapa rangkaian acara, antara lain sebagai berikut: 1) Lomba Karya Tulis Ilmiah; 2). Olimpiade Ekonomi Islam ; 3). Lomba Video Edukasi; 4). Seminar Nasional; 5). Talkshow Srikandi; 6). Reuni Akbar Ekonomi Syariah Universitas KH.A Wahab Hasbullah.

Prosesi Penyerahan Hadiah dan Uang Pembinaan dari Tiga Kategori Lomba Eksyar Days

Konsep Kegiatan Eksyar Days yang ke tiga yang dilaksanakan pada hari jumat-sabtu, 24-25 November 2023 bertempat di Aula Kampus Universitas KH.A.Wahab Hasbullah Jombang. Semangat antusias Peserta lomba dan Seminar Nasional kurang lebih 350 Peserta yang mengikuti acara hingga akhir. Tidak lupa suksesnya dalam beberapa rangkaian kegiatan ini atas Kerjasama HMP Ekonomi Syariah dengan Financial institution Indonesia (Financial institution Sentral Republik Indonesia) dengan di hadiri Tiga Nara Sumber, para Dosen, Alumni Program Studi Ekonomi Syariah, Mahasiswa Universitas KH.A.Wahab Hasbullah, Mahasiswa IAIN Kediri, Mahasiswa UIN KHAS Jember, Mahasiswa UNDAR Jombang, Mahasiswa UIN SATU Tulungagung, Desain Fotografis terbaik tingkat Nasional, serta kerja sama lembaga MGMP Jombang sebagai Juri Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Jawa Timur, dan Olimpiade Ekonomi Islam tingkat kabupaten Jombang, dan video kreatif yang bersifat umum.

Dan pada puncak acara Eksyar Days 2023 yakni Pelaksanaan Seminar Nasional Kami mengundang Bapak Prof. Dr. Agus Prianto, M.Pd (Guru besar Pendidikan Ekonomi UPJB) sebagai Nara Sumber Pertama, Seminar Nasional dengan Tema Berselancar di Atas Gelombang Disrupsi : Menjawab Tantangan Agenda SDG’s, Bapak M.Irfan Sukarna (Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI) sebagai Nara Sumber Kedua Seminar Nasional dengan Tema Inovasi Pertumbuhan Ekonomi untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Islam Dunia, Ibu Khusnul Ciptanila Yuni Ok, S.H, M.E (Dosen EkonomI Islam Universitas Hasyim As’ary) sebagai Nara Sumber Ketiga seminar nasional dengan tema Sinergi dan Inovasi Ekonomi Digital terhadap Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi,

Secara kesuluruhan semua rangkaian Kegiatan berlangsung dengan sukses dan lancar serta penuh antusias atas dukungan dan Kerjasama Financial institution Indonesia dan segenap Sponsorship dari Financial institution Syariah Indonesia (BSI), Lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), CV. Lima Aksara, Financial institution BPRS Lantabur Tebuireng Jombang, serta AFH Sound System. Semoga dalam kegiatan ini dapat dilestarikan dan memberikan kebaikan serta mencetak Generasi penerus bangsa yang berwawasan luas, berfikir kritis, kreatif, inovatif, berkomunikasi dengan baik, mampu bekerjasama, percaya diri dan berakhlak karimah.

UMJ Tambah Guru Besar Di Bidang Ilmu Manajemen Keuangan


83

Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi menambah satu orang Guru Besar di Bidang Ilmu Manajemen Keuangan pada, Jum’at (08/12/23) menjadi empat orang Guru Besar. Penambahan ini berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan diterimanya Surat Keputusan (SK) Nomor 66875/M/07/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III kepada Prof. Dr. Andry Priharta, S.E., M.M.

Baca juga : Rektor UMJ Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Politik

Didampingi Rektor UMJ Prof Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Prof. Dr. Andry Priharta, S.E., M.M., menerima SK dari Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc di Gedung LLDIKTI III, menjadi Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Keuangan dengan angka kredit 922.

Andry mengatakan bahwa dalam jabatan Guru Besar akan melekat tanggung jawab sebagai pemimpin pengembangan akademik yang tercermin dalam tridharma perguruan tinggi. Selain itu, sebagai guru besar harus selalu arif dan bijaksana dalam setiap pemikiran dan tindakan.

Prof. Dr. Andry Priharta, SE., M.M., saat menerima SK Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Keuangan di ruang Ki Hajar Dewantoro, Gedung LLDIKTI III, Jum’at, (8/12/2023).

Ia berharap Guru Besar dapat dapat berperan sebagai position mannequin dan agen perubahan di perguruan tinggi maupun di lingkungan sekitar. “Mengutip pandangan yang disampaikan oleh Prof. Haedar Nashir, hendaknya seorang Guru besar mampu memadukan antara ilmu dan kemanusiaan, dalam menjalankan perannya di masyarakat,” Ungkap Andry.

Wakil Rektor I UMJ, Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas diraihnya jabatan Guru Besar di Bidang Ilmu Manajemen Keuangan. Menurutnya, pencapaian ini merupakan suatu kebanggaan UMJ dengan bertambahnya satu orang Guru Besar. ” Penambahan Guru Besar merupakan hal penting bagi peningkatan reputasi dan akreditasi UMJ. Disamping itu penting bagi pengembangan ilmu dan inovasi bidang Ilmu Manajemen Keuangan,” Pungkas Hadi.

Hingga di penghujung tahun 2023 ini, Universitas Muhammadiyah Jakarta telah melahirkan 6 orang Guru Besar di berbagai bidang dan complete Guru Besar yang dimiliki UMJ sampai tahun 2023 adalah 21 orang.

Editor : Dian Fauzalia

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, Ph.D Menjadi Dosen Tamu di Bond College Australia

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, M.Hum, M.Ed, Ph.D diundang oleh School of Society and Design,Bond College Australia untuk menjadi dosen tamu (Visitor Lecturer) pada acara Analysis Seminar Sequence di Fakultas tersebut. Undangan ini disampaikan langsung oleh Affiliate Professor Damian Cox, selaku Affiliate Dean bidang Analysis.

Sebagai dosen tamu, Diana memberikan kuliah pada hari Rabu tanggal 22 November 2023 dengan topik : Matrilineal Society of Minangkabau, West Sumatera : How It’s Practiced in Fashionable Life.

Perkuliahan dibuka oleh Dr. Beata Webb mewakili Bond College. Dalam sambutannya Dr. Beata menyampaikan, bahwa topik yang disampaikan ini menarik minat banyak dosen-dosen, tidak hanya dari School of Society and Design tapi juga dosen dari berbagai jurusan dilingkungan Bond College seperti dari Prodi Worldwide Relation, Psychology, dan Legislation.

Dalam pemaparan materi kuliahnya, Diana menyampaikan bahwa suku Minang, sebagai suku matrilineal terbesar di dunia, selalu melestarikan adat Minang terutama dalam acara seperti pernikahan. Disebutkan juga di period kemajuan teknologi sangat pesat, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam penyelenggaraan pernikahan, baik ditahap Pra pernikahan maupun sesudah pernikahan. Dan perubahan ini lebih banyak terjadi di daerah perkottan dibandingjan dengan daerah pinggiran/desa.

Banyaknya pertanyaan yang disampaikan viewers pada sesi tanya-jawab menunjukkan bahwa budaya Minangkabau merupakan topik yang menarik. Seperti disampaikan Dr. Beata Webb pada acara makan siang bagi semua peserta yang diselenggarakan setelah selesai kuliah tamu ini, “ Whoever I talked to, love the subject. Individuals tellsme how a lot they loved the lecture.

Beata berharap pada kesempatan lain akan dapat banyak belajar tentang topik serupa yang akan memperkaya wawasan dosen dosen untuk disiplin ilmu terkait.(*Dch)

Mahasiswa Ilmu Politik UMJ Kunjungi Pusat Kebudayaan Perancis di Jakarta

Antoine Bricout dan Gema Akbar Pratama (tengah), bersama Dr. Asep Setiawan, MA.(kiri), Ali Noerzaman, MA.(ketiga dari kiri), serta mahasiswa Ilmu Politik FISIP UMJ di IFI Jakarta, Rabu (22/11/2023).


8

Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) mengadakan kunjungan ke Pusat Kebudayaan Perancis yang dikenal dengan nama  Institut Français Indonésie (IFI) hari Rabu (22/11/2023). Kunjungan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Teori dan Praktik Diplomasi yang diampu Dr. Asep Setiawan.

Baca juga : Program Studi Ilmu Politik Gelar Simulasi Sidang PBB

Kunjungan ini diterima oleh Antoine Bricout, Atas Kerjasama Universitas dan Pendidikan di Perpustakaan Pusat Kebudayaan Perancis. Dalam dialog di depan 11 mahasiswa, satu staf dan dua dosen itu Antoine menyatakan berasal dari Marseille dan menceritakan pengalamannya sebagai diplomat mulai dari Burkina Faso di Afrika dan juga sempat bertugas di Turki.

Selain Antonio, Wakil Atase Kerjasama Universitas Gema Akbar Pratama juga ikut dalam dialog dengan mahasiswa. Gema dan Antonio menyatakan bahwa IFI adalah bagian dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Perancis. Selain mempromosikan kebudayaan, IFI juga menjadi tempat warga Indonesia mengikuti Pelajaran Bahasa Perancis, menikmati buku dan karya tulis sastrawan Perancis serta menikmati berbgai video dan audio yang tersedia. Gema menyatakan bahwa Bahasa Perancis saat ini dipakai di 38 negara dengan jumlah penduduk lebih dari 300 juta.

Dalam sesi dialog mahasiswa seperti Mutia Alifia menanyakan pengalaman Antonio selama menjadi diplomat di pusat kebudyaaan baik di Jakarta ataupun di Burkina Paso. Sedangkan Raihan Faliq mengajak diskusi Antonio masalah lingkungan akibat pencemaran kendaraan di kota-kota besar dunia termasuk Indonesia.

Mahasiswa juga diterima oleh Reynaldo yang merupakan asisten Mediatik IFI Thamrin. Reynaldo menguraikan bahwa fasilitas perpustakaannya cukup lengkap bahkan tidak hanya berupa buku dan media seperti CD music dan CD video games juga tersedia akses di koleksi di dunia cyber melalui culturetheque.com.

Mahasiswa dalam kunjungan yang didampingi oleh Ali Noerzaman, MA., dosen Ilmu Politik yang merupakan alumni perguruan tinggi di Perancis, disuguhi permainan dengan perangkat yang tersedia di IFI oleh Reynaldi. Sedangkan Tuti Hasanah mengajak mahasiswa belajar pemula Bahasa Perancis dengan metode cepat mulai dari perbendaharana kata, ucapan memperkenalkan diri sampai dengan pengucapan angka.

Sesi ini cukup menarik karena tidak hanya diisi oleh penawaran studi Bahasa Perancis baik offline maupun on-line tetapi juga mahasiswa diajak mengucapkan perkenalan diri. Asisten Direktur Kursus IFI Mira Tania berhadap kunjungan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa terhadap kebudayaan Perancis termasuk Bahasa dan mengundang mahasiswa untuk berkunjung setiap saat untuk menikmati berbagai koleksi pustaka multimedia IFI Thamrin selain IFI di Wijaya, Kawasan Bumi Serpong Damai, IFI Bandung, IFI Yogyakarta dan IFI Surabaya.

Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Akan Gelar Ujian Kemampuan Bahasa Jepang

Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Akan Gelar Ujian Kemampuan Bahasa Jepang

Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta pada tanggal 3 Desember 2023 nanti, kembali akan menggelar Ujian Kemampuan Bahasa Jepang Bekerjasama dengan The Japan Basis di Kampus II Universitas Bung Hatta, Jl Bagindo Aziz Chan, Air Pacah Padang.

Ketua program studi Sastra Jepang FIB Universitas Bung Hatta Oslan Amril, S.S., M.Si, menyebutkan bahwa FIB Universitas Bung Hatta kembali ditunjuk The Japan Basis sebagai panitia pelaksana Ujian Kemampuan Bahasa Jepang 2023 wilayah Sumatera Barat dan Tengah.

Disebutkan juga, bahwa ujian kemampuan Bahasa Jepang Japanese Language Proficiency Check (JLPT) atau dalam bahasa Jepang disebut Nihongo Nooryoku Shiken saat ini diadakan 2 kali setahun, bulan Juli dan Desember. Panitia JLPT Padang membawahi wilayah Sumatera bagian Tengah, meliputi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

Tahun ini ada 12 kota tempat penyelenggaraan JLPT 2023 di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Medan, Padang, Denpasar, Palembang, Manado, dan Cirebon. Untuk ujian Desember 2023 lokasi tes di Universitas Bung Hatta diikuti sebanyak 1.065 peserta yang tersiri dari pelajar, mahasiswa dan umum.

“Dengan adanya Ujian Kemampuan Bahasa Jepang dapat meningkatkan kompetensi pembelajar Bahasa Jepang yang berstandar internasional dan ajang promosi kampus, karena Sastra Jepang Universitas Bung Hatta telah menjadi penyelengar ujian sejak tahun 2004 yang dipercaya The Japan Basis untuk wilayah Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau”, imbuh Oslan. (*IM)

Dosen FIP UMJ Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Pengetahuan Budaya


3

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) menambah satu dosen bergelar doktor. Dosen tersebut adalah Dr. Ahmad Fadly, M.Hum., yang meraih gelar Doktor bidang Ilmu Pengetahuan Budaya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Senin (30/10/2023).

Baca juga : UMJ Tambah Tiga Doktor Baru

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini mempertahankan disertasinya yang berjudul Ekspresi Bahasa Evaluatif pada Artikel Ilmiah Berbahasa Indonesia pada sidang promosi doktor yang diselenggarakan di Gedung IV FIB UI disaksikan oleh Wakil Dekan I Ismah, M.Si., segenap dosen FIP UMJ, keluarga dan kerabat Ahmad Fadly. Atas disertasinya, Ahmad Fadly mendapatkan predikat Pujian oleh para penguji.

Diketahui bahwa Ahmad Fadly melakukan penelitian selama 2 tahun dengan knowledge yang cukup besar yaitu 500 artikel ilmiah semua bidang ilmu pada jurnal terakreditasi nasional terindeks SINTA. Melalui penelitiannya ditemukan hasil sebagai berikut, pertama, bahwa penulis artikel ilmiah harus menempatkan diri sebagai orang lain.

Dr. Ahmad Fadly, M.Hum. (tengah), bersama Ismah, M.Si. (ketiga dari kanan), segenap dosen FIP UMJ, kerabat dan keluarga, seusai Sidang Promosi Doktor di Gedung IV FIB UI, Senin (30/10/2023).

Kedua, peneliti harus bisa mengatur agar subjektivitas tidak terlalu tinggi dalam penulisan ilmiah yang dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu menghindari ekspresi yang bersumber dari luapan persona (subjek atau orang).

Saat dimintai keterangan, Ahmad Fadly mengungkapkan harapannya, “Harapannya, saya dapat mengembangkan ilmu seperti yang telah disampaikan oleh promotor, pengembangan ilmu wacana terutama wacana akademis. Semoga FIP UMJ dapat mempertimbangkan salah satu hasil penelitian saya yaitu menghindari subjektivitas yang terlalu tinggi dalam penulisan karya ilmiah.”

Senada dengan hal tersebut, Wadek I FIP UMJ Ismah, M.Si., berharap penelitian Ahmad Fadly dapat dikembangkan atau membuat penelitian payung dengan mahasiswa. “Harapan besarnya ilmu yang didapat bisa bermanfaat dan diterapkan di dalam proses pembelajaran perkuliahan,” ungkap Ismah.

Ismah menerangkan bahwa FIP menargetkan lebih dari 50 persen dosennya bergelar doktor pada 2024. “Bagi FIP UMJ, Pak Ahmad Fadly adalah doktor ke 3 di tahun 2023. Mengingat dosen-dosen FIP mayoritas masih muda-muda, semangatnya waktu lima tahun lalu mulai studi doktoral berbarengan. Saat ini jumlah dosen yang bergelar magister sudah berkurang,” pungkasnya.

Editor : Dian Fauzalia

Dukung Palestina, LPP AIK UMJ Gelar Kajian Integrasi Ilmu


9

Krisis kemanusiaan yang menimpa Palestina, mendorong Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap dukungan terhadap Palestina. Dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina, Lembaga Pengkajian dan Penerapan Al Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPP AIK UMJ) menggelar Kajian Integrasi Ilmu di Masjid At-Taqwa, Jumat (27/10/2023).

Baca juga : Halaqah Tarjih LPP-AIK UMJ Bahas Kepemimpinan dalam Islam

Kajian yang mengusung tema Pandangan Muhammadiyah dalam Menyikapi Isu Kemanusiaan dan Kemerdekaan Palestina ini menghadirkan dosen Pascasarjana UMJ Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., MA., dan Drs. Bunyan Saptono, MA.

Menanggapi sikap Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mendukung Palestina, Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa sikap itu menunjukkan Muhammadiyah melanjutkan tafsir rasional sebagaimana KH. Ahmad Dahlan saat memaknai QS Al-Ma’un dan mengajarkan pada muridnya.

Menurutnya, Muhammadiyah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pijakan operasional, ideologis, dan aksi dalam menyikapi segala hal. Hal yang sama dilakukan oleh NU yang juga pernah mengeluarkan fatwa yang mewajibkan umat Islam membela Palestina.

Oleh karenanya Hidayat mengajak para jamaah untuk jangan sekali-sekali melupakan sejarah (jas merah), tapi juga jas hijau yaitu jangan sekali-sekali menghilangkan jasa para ulama. Salah satu ulama yang jasanya turut berkontribusi mendukung kemerdekaan Palestina.

Ulama tersebut adalah tokoh Muhammadiyah yaitu KH. Abdul Kahar Muzakir.  “Ketika menjadi mahasiswa di Kairo beliau sangat akrab dengan perjuangan bangsa-bangsa Arab untuk memerdekakan diri termasuk Palestina. Beliau berperan serta dalam satu konferensi internasional mewakili ormas di Indonesia. Jadi akar sejarahnya sangat kuat,” ungkapnya.

Civitas akademika UMJ saat doa bersama untuk keselamatan Palestina dalam Kajian Integrasi Ilmu LPP AIK UMJ di Masjid At-Taqwa, Jumat (27/10/2023).

Hidayat juga mengapresiasi tafsir rasional Muhammadiyah dalam mendukung Palestina dengan cara memberikan bantuan senilai 32 miliar. Menurutnya hal itu persis dengan apa yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan. Selain bantuan dalam bentuk materi, Hidayat menerangkan bahwa dukungan juga dapat dilakukan dengan menyiarkan pada warga dunia bahwa Israel adalah penjajah.

“Begitu luar biasa mereka untuk menghabisi Gaza. Israel juga melakukan tindakan yang tidak sesuai prinsip akademik. Mereka menyewa buzzer untuk memutar balikkan fakta dan kebenaran. Ini adalah bagian dari startegi mereka untuk meracuni intelektualisme. Dari sisi opini, kita harus jadi bagian dalam upaya melawannya,” tegas Hidayat.

Di media sosial, Hamas dibranding sebagai teroris yang kejam dan tidak manusiawi. Namun menurut Hidayat, isu tersebut justru terbantah dengan adanya kesaksian dari mantan tawanan Hamas yang mengaku mendapat perlakuan sangat baik dan manusiawi. Kebohongan yang disiarkan Israel melalui buzzer di media sosial pada kenyataannya tidak dapat dibuktikan.  

Senada dengan yang disampaikan Hidayat Nur Wahid, Drs. Bunyan Saptono, MA., yang menghimbau para civitas akademika untuk turut mengkampanyekan dukungan bagi Palestina melalui media sosial. “Mohon diviralkan, bahwa Hamas melancarkan serangan karena penjajahan yang begitu panjang dilakukan Israel,” katanya.

Bunyan menjelaskan bahwa sikap Muhammadiyah yang diambil dalam menyikapi perang Palestina-Israel didasarkan pada pedoman kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah. “Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah untuk amar makruf nahi munkar. Apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah kemunkaran dan sudah melampaui batas,” katanya.

Lebih lanjut, Bunyan meninjau isu tersebut melalui perspektif hukum internasional dan ditegaskan bahwa Israel telah melakukan kejahatan internasional yang berdampak pada penjajahan jangka panjang. Tindakan Israel dimulai dari agregasi tidak bersenjata, agregasi bersenjata, ethnic cleaning, genosida, hingga politik apartheid.

Bunyan menegaskan tiga hal dalam menyikapi isu kemanusiaan di Palestina. “Pertama, kita membela Palestina karena penjajahan yang begitu kejam. Kedua, amanat dari konstitusi bahwa kita anti penjajahan. Ketiga, kita harus ingat utang budi, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Mengakhiri kajian, jamaah berdoa bersama untuk keselamatan warga Palestina. Kajian ini juga memberikan kesempatan bagi civitas akademika menyalurkan bantuan berupa donasi melalui Lazismu. Kajian Integrasi Ilmu merupakan program rutin LPP AIK UMJ yang digelar setiap satu bulan sekali dengan narasumber yang memiliki kepakaran sesuai dengan bidang ilmu pada isu yang diangkat.

Editor : Dian Fauzalia

Prodi Ilmu Hukum FH UMJ Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (FH UMJ) meraih akreditasi Unggul yang ditetapkan pada Selasa (17/10/2023). Berdasarkan SK Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 4715/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/X/2023, akreditasi Unggul FH UMJ berlaku hingga 31 Mei 2027.

Baca juga : Prodi Arsitektur UMJ Raih Akreditasi Unggul

Sebelumnya FH UMJ terakreditasi A sejak 2016. Akreditasi tersebut sukses dipertahankan dan diperpanjang hingga 2027. Ketua Prodi Ilmu Hukum FH UMJ Dr. Aby Maulana, MH., menjelaskan bahwa perubahan kebijakan dari pemerintah terkait akreditasi, maka dilakukan penyesuaian dan kembali akreditasi pada 2023.

“Kami menjaga proses pembelajaran yang kondusif, peningkatan jabatan fungsional dosen, peningkatan reputasi penelitian dan publikasi, menjaga stabilitas penerimaan mahasiswa, jumlah lulusan setiap tahun dan ketepatan waktu kelulusan, serta serapan lulusan di dunia kerja,” ungkap Aby saat ditemui di Gedung FH UMJ, Rabu (18/10/2023).

Strategi tersebut terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh sivitas akademika FH UMJ. Aby mengaku selama rentang waktu enam tahun, pimpinan FH UMJ gencar mengarahkan para dosen untuk studi lanjut dan meningkatkan jabatan fungsional. Menurut perhitungannya 60 hingga 70 persen dosen di FH telah bergelar doktor ditambah dengan kelahiran satu Guru Besar.

Strategi lainnya adalah memerhatikan kurikulum yang mengalami perubahan menjadi MBKM pada 2022. Kini FH UMJ menerapkan consequence base schooling yang memberikan pendidikan berbasis kemahiran sehingga lulusan dapat langsung menerapkan ilmunya di dunia kerja.

Tidak hanya itu, FH UMJ juga melakukan pendekatan dengan berjejaring dan membangun kemitraan dengan dunia usaha maupun alumni. Hal ini sebagai upaya dalam meningkatkan capaian lulusan yang tidak hanya dari sisi jumlah lulusan tapi juga serapan di dunia usaha.

Proses persiapan dan pantauan dalam mempersiapkan akreditasi ini juga melibatkan banyak pihak baik dari fakultas maupun universitas diantaranya Badan Penjamin Mutu (BPM) yang kerap memberikan mentoring dan audit inside. Hal tersebut dapat membantu program studi untuk segera mengambil sikap dan melakukan pembenahan.

“Menyandang gelar Unggul tidak mudah karena harus ada aspek yang saling mendukung antara pimpinan universitas, fakultas, prodi, dosen, tendik, dan mahasiswa. Semuanya harus kita dukung untuk pengembangan akademis dan non-akademis,” pungkas Aby.

Aby berharap Prodi Ilmu Hukum dapat mempertahankan akreditasi dan universitas terus dapat melakukan upaya pembenahan, perbaikan, dan peningkatan agar dapat mendukung akreditasi universitas.

Dekan FH UMJ Dr. Dwi Putri Cahyawati, MH., mengaku tidak mudah mendapatkan predikat Unggul karena harus memenuhi syarat dan melalui mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan. Dalam hal ini Dwi berharap agar Prodi Ilmu Hukum dapat mempertahankan pencapaian akreditasi Unggul.

“Prodi harus mampu menjaga dan meningkatkan kualitas kurikulum, kualitas SDM, pencapaian tridharma perguruan tinggi, kerja sama, dan membangun sistem tata kelola fashionable. Selain itu yang tidak kalah penting adalah menjaga stabilitas yang berkaitan dengan jumlah dan kualitas lulusan, serta tracer research,” ungkap Dwi.

Editor : Dian Fauzalia


28

Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Rektor UBL Targetkan Buka Program S3 Ilmu Hukum Tahun Depan

Bandar Lampung, – Universitas Bandar Lampung (UBL) mengukuhkan 4 Guru Besar Fakultas Hukum di gedung Mahligai Agung, Kamis (12/10). Keempat Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H untuk bidang Ilmu Hukum Pidana, Prof. Dr. Erlina B., S.H., M.H
dan Prof. Dr. Tami Rusli, S.H., M.Hum untuk bidang Ilmu Hukum Bisnis serta Prof. Dr. Zainab Ompu J., S.H., M.H untuk bidang ilmu Sosilogi Hukum.

Ditemui usai pengukuhan, Rektor UBL, Prof Yusuf Barusman ungkapkan syukur dan harapannya. “Alhamdulillah, hari ini kita melakukan pengukuhan 4 Guru Besar baru Fakultas Hukum. Sebelumnya sudah ada 2 Guru Besar dan ada penambahan 4 orang, sehingga whole ada 6 Guru Besar. Secara keseluruhan ada 9 Guru Besar di UBL saat ini dan akan terus bertambah di tahun depan. Hal ini membuktikan keseriusan UBL dalam meningkatkan kualitas akademik, terutama penguatan kualitas dosennya” kata Yusuf.

 

“Saya berharap pengukuhan Guru Besar baru ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat, institusi lainnya serta bangsa dan negara. Guru Besar yang dikukuhkan ini juga bervariasi bidang hukumnya, ada bidang hukum Pidana, Bisnis dan Sosiologi Hukum. Jadi variatif sekali sehingga diharapkan para Guru Besar ini dapat mempraktikan keilmuannya melalui riset-riset yang berkualitas yang dapat berdampak pada kemajuan hukum di Indonesia,” tambahnya.

Prof Yusuf juga mengungapkan bahwa keberadaan Guru Besar sangat penting bagi UBL. “Keberadaan Guru Besar sangat penting karena menyangkut dengan kematangan keilmuan. Sebab jika satu prodi memiliki 1 Guru Besar, maka prodi tersebut dapat dikatakan telah memiliki ahli dalam keilmuan prodi tersebut dan oleh sebab itu kita fokus pada pengembangan SDM dalam hal ini dosen, karena kualitas perguruan tinggi dominannya dipengaruhi pada kualitas SDM nya. UBL juga tidak sungkan membiayai dosen yang ingin melanjutkan pendidikan S3, sampai memberikan pendampingan khusus pada dosen yang ingin menaikan jenjang jabatan akademiknya, karena biasanya yang paling sulit adalah naik jabatan ke Lektor Kepala, terkait dengan karya ilmiah dan lain-lain,” imbuhnya.

Penambahan Guru Besar di UBL juga menjadi sinyal membahagiakan bagi proses pembukaan Program S3 Ilmu Hukum di UBL. Sebab syarat utamanya yakni minimal memiliki 1 Guru Besar.”Alhamdulillah, pembukaan Program S3 saat ini juga sedang disiapkan, apalagi sekarang keberadaan dosen sudah sangat kuat di UBL. Karena persyaratan S3 itu minimal ada satu profesor. Jadi kalau sekarang kita sudah punya 6 profesor di bidang Hukum ya tentu insyallah syarat itu sudah lebih dari cukup. Insyallah tahun depan sudah bisa kita mulai program S3 Ilmu Hukum,” pungkasnya.