Tag: Dosen

Dosen FISIP UMJ Perkenalkan Alat Analisis Gender dalam Discussion board Organisasi PBB


48

Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) Debbie Affianty, M.Si., memperkenalkan alat analisis gender yang disebut sebagai MAGE (Matriks Analisis Gender pada VE). Alat analisis ini baru diluncurkan oleh WGWC (Working Group on Girls and Stopping / Countering Violent Extremism (PCVE)).

Baca juga : Dosen FISIP UMJ Tegaskan Perlu Ada Kolaborasi di RAN PE Jilid 2

Dosen yang aktif pada isu perempuan dan terorisme ini berkesempatan memperkenalkan MAGE pada discussion board Strengthening Resilience towards Violent Extremism in Asia’s (STRIVE Asia) Regional Dialogue on Multisectoral Partnership to Forestall Violent Extremism in Southeast Asia, yang digelar di Penang, Malaysia, selama tiga hari 28 sampai 30 November 2023.

Debbie menerima undangan mewakili WGWC menjadi salah satu panelis dalam diskusi dengan tema Perubahan Peran Gender dalam Terorisme dan Ekstemisme Kekerasan. PBB melalui organisasi tangannya sadar pentingnya memahami bahwa perempuan mengalami proses radikalisasi melalui cara-cara yang unik dibandingkan laki-laki.

Oleh karenanya selain mendorong agensi perempuan dalam pencegahan ekstremisme kekerasan, Debbie juga memperkenalkan alat analisis yang dirumuskan oleh WGWC. Alat analisis tersebut adalah tren atau pola yang ditemukan dari kumpulan studi kasus pengalaman perempuan dalam mencegah atau melawan ekstremisme kekerasan.

Tren dan pola yang dimaksud adalah partisipasi dalam proses pengambilan keputusan, akses ke sumber daya untuk mencegah/melawan ekstremisme kekerasan, pengendalian terhadap perasaan, pikiran dan keputusan serta sumber daya, agensi wanita dalam mencegah/melawan ekstremisme kekerasan, orang penting lainnya (pemimpin karismatik, pasangan, dll.), orang penting lainnya (pemimpin karismatik, pasangan, dll.), kesadaran kritis, dan kebutuhan perempuan (pengakuan, kepemimpinan, dll.).

Menurut Debbie, discussion board tersebut memberikan ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat membantu dalam memahami keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekstremisme kekerasan dan teroris.

“Selain itu memberikan sumbangan pada upaya-upaya pencegahan ekstremisme kekerasan agar lebih efektif lagi, dan memfasilitasi pelibatan perempuan dalam upaya deradikalisasi dan proses lepas dari organisasi teroris atau pengusung ekstremisme kekerasan,” katanya.

Discussion board ini diselenggarakan atas kerja sama antara Uni Eropa, United Nations Workplace of Counter-Terrorism (UNOCT), United Nations Growth Programme (UNDP) and United Nations Workplace on Medication and Crime (UNODC).

Editor : Dian Fauzalia

Dosen UMJ Ikut Peringati Hari AIDS Sedunia Bersama LPP Aisyiyah Kota Bekasi


4

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr. Dewi Purnamawati, SKM., MKM., dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. dr. Tirta Ariguntar Wikaningtyas, Sp. PK., turun langsung mendukung peringatan hari AIDS Sedunia bersama Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah Kota Bekasi. Kedua dosen ini ikut melaksanakan rangkaian kegiatan berupa skrining kesehatan, konseling, dan edukasi komprehensif HIV dan AIDS di area Automotive Free Day (CFD) kota Bekasi, (10/12/2023).

Baca juga : Webinar Mahasiswa FKM UMJ Angkat Topik Akhiri AIDS Di 2030

Saat ini masih ada beberapa tantangan dalam permasalahan HIV dan AIDS, di antaranya upaya mencapai goal ambisius 95% orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) mengetahui statusnya, 95% ODHA mendapat Anti Retroviral (ARV), dan 95% ODHA dengan ARV mendapatkan standing viral load.

Ketua LPPA Kota Bekasi yang juga dosen FKM UMJ, Dr. Nurfadhilah SKM, MKM., menegaskan bahwa peringatan hari AIDS Sedunia bukan hanya tentang mengenang dan meningkatkan kesadaran, tetapi juga mengambil tindakan.

Melalui tema “Let Communities Lead”  peringatan hari AIDS sedunia tahun ini ingin menyampaikan pesan bahwa komunitas memiliki peran kunci dalam mencapai tujuan bersama. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan bisa bersatu untuk mendukung upaya pencegahan, pengobatan, dan mengakhiri stigma terkait dengan HIV dan AIDS. Selain itu, pentingnya pengetahuan juga menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Pengetahuan adalah senjata terkuat dalam melawan permasalahan HIV dan AIDS dan menumbuhkan pemahaman yang akurat.

Lebih lanjut Ketua LPPA Kota Bekasi,  Dr. Nurfadhilah SKM, MKM., juga mengatakan bahwa setiap tindakan kecil dapat membawa perubahan besar yang positif. Ia berharap kegiatan peringatan ini tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi bisa menggerakan masyarakat untuk mengambil tindakan, memerangi stigma, dan memperkuat sumber daya lokal untuk menghadapi tantangan terkait HIV dan AIDS.

“Bersama-sama kita memimpin langkah menuju dunia yang bebas dari HIV dan AIDS. Biarkan komunitas kita memimpin perubahan,” pungkas Nurfadhilah.

Editor: Tria Patrianti

Dosen FISIP UMJ Tegaskan Perlu Ada Kolaborasi di RAN PE Jilid 2


27

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) Debbie Affianty, M.Si., tegaskan perlu adanya kolaborasi dalam merumuskan RAN PE (Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme) Jilid 2.

Baca juga : Keterlibatan Perempuan Sebagai Agen Perdamaian di ASEAN

Hal itu disampaikannya pada saat menanggapi hasil riset tim IRE (Institute for Analysis and Empowerment) yang digelar secara hybrid, Selasa (05/12/2023). Dosen Program Studi Ilmu Politik ini hadir mewakili Tim Pokja Tematis RAN PE. Debbie mengapresiasi hasil riset tim IRE sebagai peneliti yang dipercaya oleh Worldwide NGO Discussion board on Indonesian Development (INFID).

Debbie menyatakan bahwa sebelum pemerintah, CSO (Civil Society Group) telah bergerak lebih dulu. “Teman-teman CSO di daerah maupun nasional ada yang bekerja di bagian pencegahan, rehabilitasi, reintegrasi sosial, ada juga yang mengurus korban. Jadi pada 2017 semua yang bergerak itu berupaya untuk dikumpulkan dan bergabung dalam working group (WGWC),” ungkap Debbie.

WGWC (Working Group on Girls Stopping Countering Violent Extremis) kemudian bergabung di Tim POKJA Tematis RAN PE dan menjadi lokomotif dalam mengumpulkan CSO secara nasional untuk mendesain POKJA. WGWC dibagi menjadi 7 divisi yaitu pengarusutamaan gender, kesiapsiagaan, pencegahan, hukum, komunikasi strategis, rehabilitasi, dan kepemudaan.

“Dari paparan temuan penelitian INFID, kami dapat amunisi bahwa RAN PE harus ada jilid 2. Penting sekali karena perlu kerangka hukum untuk mengikat Pemerintah Daerah supaya sama-sama bersama CSO untuk penanggulangan dan pencegahan terorisme,” tegas Debbie.

Selain itu dalam RAN PE Jilid 1, PUG (pengarusutamaan gender) disebutkan dalam lampiran bukan di batang tubuh. Oleh karenanya pada RAN PE Jilid 2, PUG ditegaskan Debbie harus ada di batang tubuh. Saat ini ada Rencana Aksi Daerah (RAD PE) yang sudah dibuat dan mayoritas atas inisiasi CSO.

Alasan selanjutnya ialah, RAN PE harusnya bisa menjadi wadah pemberdayaan perempuan. Hal ini disampaikannya karena banyak isu perempuan dengan terorisme misalnya yang berkaitan dengan korban, aktivis professional perdamaian, dan pembuat kebijakan.

“Ini yang harusnya dilihat dalam RAN PE, tidak hanya mengurus aktornya. Maka RAN PE harus diramu bersama-sama. Kita melihat selama ini perspektif gender itu hanya lip service. Perempuan hanya sebagai peserta, bukan yang membuat kebijakan,” ujarnya.

Debbie mengungkapkan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan karena keberadaan perempuan tidak bisa hanya dilihat secara fisik tapi juga perlu melihat pengalaman, perspektif, dan segala hal yang berkaitan. Oleh karenanya ia sangat berharap RAN PE Jilid 2 dapat diramu bersama CSO.

Diskusi dan Diseminasi Hasil Penelitian “Kenapa RAN PE Perlu Dilanjutkan?” dihadiri oleh Direktur INFID Misthohizzaman, Plh. Kepala BNPT Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen. Pol. Ibnu Suhendra, dan Direktur IRE Dina Mariana. Hadir pula dua penanggap lainnya yaitu Kasubdit Kerjasama Regional BNPT Yaenurendra H.A.P., Kasi Dit. Kewaspadaan Nasional Kemendagri Ardi Dj.

Editor : Dian Fauzalia

Prof. Dr. Dra. Diana Kartika, Dosen FIB-UBH Beri Kuliah di Sonoda Womans College Jepang

Guru besar Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Dra. Diana Kartika menjadi dosen tamu atau visitor lecture dalam program Visiting Lecturer di Sonoda Woman’s College Jepang, sebagai bentuk implementasi dan penguatan kerja sama antara Universitas Bung Hatta dengan Sonoda Woman’s College, di SWU Jepang, 22/11/2023.

Visiting lecturer ini berlangsung di kelas Prof. Ayako Mitsui, dihadiri 5 guru besar lainnya dari Sonoda Girl College, yaitu Prof. Inoue, Prof. Nakanishi, Prof. Yanase, and Prof. Sakamoto (Early Childhood Training Division), Prof. Mitsui (Japanese language Lecturer) dan mahasiswas 6 dari Junior Excessive Faculty English Course, termasuk 2 mahasiswa dari Prof. Inoue’s Seminar dan 3 mahasiswa Change.

Disebutkan Prof.Diana, bahawa Universitas Bung Hatta dengan Sonoda Woman’s College telah menjalin kerja sama sejak tahun 2002. Pelaksanaan program kerja sama dengan Sonoda Woman’s College antara lain mengirim mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta untuk mengikuti program Pupil Change selama 1 tahun di Sonoda Women’s Univeristy.

Dalam kesempatan itu, Prof.Diana menyampaikan materi tentang Japanese language studying app for Indonesian and likewise to implement collaboration between Universitas Bung Hatta and Sonoda to help the Indonesian Language research to Japanese.

Materi yang disampaikan itu menceritakan banyak hal terkait dengan sejarah singkat tentang Universitas Bung Hatta dan kebudayaan Minangkabau serta hasil penelitian yang tengah dilakukan agar dapat dikolaborasikan bersama untuk penguatan tridharma perguruan tinggi. Harapannya agar mahasiswa Sonoda Woman’s College juga membuat program scholar trade ke Universitas Bung Hatta.

Dijelaskan, bahwa saat ini sedang mengembangkan media pembelajaran digital berbasis aplikasi mengenai kosakata. Seperti diketahui bersama bahwa bahasa Jepang menjadi salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari di Indonesia dan pemahaman kosakata menjadi salah satu aspek sangat penting dalam penguasaan bahasa Jepang.

Disebutkan juga, bahwa inovasi pembelajaran dengan menggunakan apikasi perlu dikembangkan media penunjang pembelajaran yang interaktif, menarik, dan dapat dilakukan secara mandiri sehingga aplikasi yang tengah dikembangkan ini menjadi media untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang.

Pemaparan materi dikelas selama 4 jam tersebut dilanjutkan dengan pertemuan bersama President Sonoda Girl College yaitu: Prof. Dr. Atsushi Oe dan berkeliling mengunjungi space kampus yang didampingi oleh Azmi mahasiswa Pupil Change dari Universitas Bung Hatta.

Selain menjadi dosen tamu, guru besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta itu selanjutnya memonitoring mahasiswa Sastra Jepang yang sedang mengikuti program scholar trade dan magang di perhotelan serta bersilaturahmi dengan alumni Sastra Jepang Universitas Bung Hatta yang telah menetap dan bekerja di Jepang.

Pertemuan dengan mahasiswa dan alumni tersebut, sekaligus menambah enter terhadap kompetensi yang dibutuhkan bagi mahasiswa kedepannya setelah menyelesaikan kuliah di Univeersitas Bung Hatta.(*DK)

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, Ph.D Menjadi Dosen Tamu di Bond College Australia

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, Diana Chitra Hasan, M.Hum, M.Ed, Ph.D diundang oleh School of Society and Design,Bond College Australia untuk menjadi dosen tamu (Visitor Lecturer) pada acara Analysis Seminar Sequence di Fakultas tersebut. Undangan ini disampaikan langsung oleh Affiliate Professor Damian Cox, selaku Affiliate Dean bidang Analysis.

Sebagai dosen tamu, Diana memberikan kuliah pada hari Rabu tanggal 22 November 2023 dengan topik : Matrilineal Society of Minangkabau, West Sumatera : How It’s Practiced in Fashionable Life.

Perkuliahan dibuka oleh Dr. Beata Webb mewakili Bond College. Dalam sambutannya Dr. Beata menyampaikan, bahwa topik yang disampaikan ini menarik minat banyak dosen-dosen, tidak hanya dari School of Society and Design tapi juga dosen dari berbagai jurusan dilingkungan Bond College seperti dari Prodi Worldwide Relation, Psychology, dan Legislation.

Dalam pemaparan materi kuliahnya, Diana menyampaikan bahwa suku Minang, sebagai suku matrilineal terbesar di dunia, selalu melestarikan adat Minang terutama dalam acara seperti pernikahan. Disebutkan juga di period kemajuan teknologi sangat pesat, ada beberapa perubahan yang terjadi dalam penyelenggaraan pernikahan, baik ditahap Pra pernikahan maupun sesudah pernikahan. Dan perubahan ini lebih banyak terjadi di daerah perkottan dibandingjan dengan daerah pinggiran/desa.

Banyaknya pertanyaan yang disampaikan viewers pada sesi tanya-jawab menunjukkan bahwa budaya Minangkabau merupakan topik yang menarik. Seperti disampaikan Dr. Beata Webb pada acara makan siang bagi semua peserta yang diselenggarakan setelah selesai kuliah tamu ini, “ Whoever I talked to, love the subject. Individuals tellsme how a lot they loved the lecture.

Beata berharap pada kesempatan lain akan dapat banyak belajar tentang topik serupa yang akan memperkaya wawasan dosen dosen untuk disiplin ilmu terkait.(*Dch)

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Skip to content material

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Dosen Esa Unggul Bina Pelaku UMKM Agar Mampu Tingkatkan Produksi dan Pendapatan

Esaunggul.ac.id, Kegiatan yang mengundang beberapa instruktur dari Badan POM dan pendamping UMKM sebagai pemateri ini dilaksanakan selama empat hari sejak Kamis (16/11/2023) sampai Minggu (19/11/2023). Saat membuka acara bertajuk Kemitraan Pendidikan dan Pengembangan Produksi Rendang Meningkatkan Ekspor Melalui Manajemen Produksi Berkulitas ini, Wakil Rektor II UEU, Rian Adi Pamugkas, mengungkapkan, acara pembinaan ini diharapkan dapat memberikan penguatan pengetahuan dan keahlian bagi UMKM untuk berkembang lebih baik.

“Dalam program pembinaan ini tim dosen UEU membantu memberikan pendampingan agar pengusaha UMKM dapat mengemas produknya lebih baik, kualitas produknya memenuhi syarat BPOM dan HALAL, sehingga diharapkan setelah mengikuti program pembinaan ini produk mereka dapat dijual dengan harga yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya. Rian menjelaskan, program pembinaan ini diberikan kepada para pengusaha UMKM khususnya yang bergerak dalam produksi rendang. Industri makanan tradisional asal Sumatera Barat ini memiliki pangsa pasar yang luas, bahkan memiliki pangsa besar untuk diekspor ke mancanegara. “Beberapa waktu lalu saat saya ke Amerika, saya menemukan makanan rendang dijual di sana. Artinya produk rendang ini punya kesempatan besar sebagai produk ekspor, dan memiliki pangsa pasar besar di luar negeri,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UEU, Laras Sitoayu, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan mahasiswa UEU. Kegiatan ini dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. “Kegiatan ini merupakan upaya UEU dalam mentransfer iptek dari perguruan tinggi ke masyarakat,” imbuhnya.

Web page load hyperlink

Go to Prime

LPPM UMJ Gelar Workshop Strategi Menang Hibah Penelitian Bagi Dosen


4

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (LPPM UMJ) menggelar Workshop Strategi Menang Hibah Penelitian secara daring, Selasa (14/11/2023). Workshop ini diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan UMJ untuk mempersiapkan proposal penelitian yang akan diajukan pada 2024 mendatang.

Baca juga : LPPM UMJ Jaring 645 Makalah Dalam Seminar Nasional 2023

Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, M.Kep., menyambut dan mendukung kegiatan tersebut. “Hibah penelitian ini penting bagi peningkatan reputasi UMJ di tingkat nasional. Dengan demikian akan berdampak pada strategi perankingan UMJ. Acara ini sangat penting dan strategis,” ungkap Hadi saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut, Hadi berharap agar para dosen dapat mengambil kesempatan ini agar dapat lolos hibah penelitian pada 2024 mendatang. Diketahui bahwa pada 2023, UMJ berada pada 5 besar dalam program Pendanaan Hibah Dikti dengan 3 usulan baru dan 3 lanjutan.

Dalam rangka meningkatkan jumlah hibah penelitian, maka para narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, M.Si., Dr. Khoirul Umam Noer, dan Anwar Ilmar Ramadhan, Ph.D., memberikan strategi dalam penyusunan proposal. Peserta juga diajak membedah proposal salah satu narasumber untuk meninjau poin-poin penting dalam penyusunan proposal yang dapat dijadikan masukan.

Tri Yuni Hendrawati yang juga Ketua LPPM UMJ menjabarkan terkait kebijakan UMJ dalam mendukung pemenangan hibah DRTPM 2024. Workshop tersebut merupakan salah satu dukungan UMJ untuk mendorong para dosen dalam menyusun proposal agar memenangkan hibah.

“Dengan adanya bedah proposal, maka para dosen akan lebih mudah meninjau kekurangan dan kesalahan pada proposal masing-masing,” ungkap Tri Yuni. Lebih lanjut Yuni juga menerangkan bahwa proposal pada 2023 yang tidak mendapatkan hibah DRTPM maka akan direkomendasikan untuk mendapatkan hibah dari program inside UMJ.

Para dosen peserta workshop menyimak pula paparan strategi penyusunan proposal yang disampaikan Khoirul Umam Noer. Khoirul Umam membagikan strategi dalam membangun struktur proposal, dan memberikan masukan dalam menyusun proposal.

Khoirul Umam menjelaskan dengan rinci pengalamannya dalam menyusun proposal yang berhasil mendapatkan pendanaan hibah tentang perundungan pada 2022. “Proposal yang baik harus ada dialognya. Proposal memberikan informasi pada reviewer bahwa ini adalah penting, krusial, dan belum pernah ada,” katanya.

Narasumber lainnya yaitu Anwar Ilmar Ramadhan, turut membagikan suggestions dan strategi yang dapat dilakukan agar lolos tahap administrasi. Anwar menjelaskan bahwa penulisan usulan harus sesuai ketentuan pada panduan yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek seperti tata tulis, sub bagian, jumlah kata per bagian, dan lain-lain.

Workshop diakhiri dengan diskusi bersama ketiga narasumber. Selain workshop hibah penelitian, LPPM UMJ juga akan menggelar workshop Strategi Menang Hibah PkM DRTPM Kemendikbudristek 2024 pada Kamis, 16 November 2023 mendatang.

Editor : Budiman

Dosen FKM UMJ Jadi Narasumber Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 59


7

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) Dr. Nurfadhilah SKM, MKM., menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Mesin Kecerdasan untuk Pengembangan, Bukan Sekedar Pengaruhan di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (11/11/23).

Baca juga : ERDAMS FKM UMJ Jadi Tim Kesehatan Mukernas IAKMI & AIPTKMI

Diskusi tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama dengan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59.

Dosen sekaligus sekretaris Majelis Kesehatan PWA DKI ini membahas kecerdasan genetik untuk pengembangan anak, tidak hanya sekedar pengasuhan tetapi upaya untuk penurunan stunting. Menurutnya, Kecerdasan genetik meskipun memiliki pengaruh hanya sekitar 20% dibanding lingkungan, namun ia menetap.

“Dengan mengetahui mesin kecerdasan seseorang maka pengembangan diri menjadi lebih efektif dan efisien, terhindar dari biaya eksperimen dan kegagalan atau tekanan yang tidak perlu,” jelas Nurfadhilah saat dimintai keterangan melalui pesan singkat.

Tidak hanya itu, Nurfadhilah menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk seorang ibu mengetahui pola pengasuhan dan pengembangan anak.

“Kegiatan ini penting untuk membuka wawasan orang tua bukan hanya tentang pengasuhan anak, namun juga mengembangkan mereka menuju kedewasaan dengan bahagia dan menghindari konflik dalam pendidikan” ungkap Nurfadhilah.

Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat aktivitas promotif dan preventif kesehatan kepada masyarakat dikemas dengan gelaran Ayo Sehat Fest.

Ayo Sehat Fest digelar dengan pendekatan siklus hidup manusia yang dimulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak, remaja, usia dewasa, hingga lanjut usia. Selain diskusi, kegiatan ini berisi Enjoyable Run dan Jambore Kader Posyandu yang digelar selama dua hari 11 sampai 12 November.

Turut hadir Menkes Budi Gunadi Sadikin berinteraksi dan melakukan sesi foto bersama guru, orang tua, dan anak didik TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3, 18, 19, 107, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dasmen PDA Jakarta Pusat.

Editor : Dian Fauzalia

Tiga Belas Dosen UMJ Ikuti Bimtek Percepatan Guru Besar


218

Tiga belas dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III di Universitas Bhayangkara, Bekasi, Senin (06/11/23).

Baca juga : LLDIKTI Siap Beri Bimbingan UMJ Menuju Unggul

Tiga Belas dosen UMJ yang hadir diantaranya Aminah Swarnawati, Elfarisna, Harmonis, Muhammad Hadi, Muhammad Nur A Birton, Oneng Nurul Bariyah, Sopa, Wustari Larasati Mangundjaya, Zulfitria, Nani Nurani Muksin, Sa Diyah El Adawiyah, Sodikin, dan Sri Yunanto.

LLDIKTI mengundang dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Wilayah III hadir mengikuti Bimtek Percepatan Usulan Karir Dosen Lektor Kepala Menuju Guru Besar Bidang Penelitian. Sebelumnya, LLDIKTI Wilayah III sudah menyelenggarakan kegiatan Pra-Bimtek pada Kamis, (12/10/23).

Wakil Rektor I Dr. Muhammad Hadi, S.Kp., M.Kep turut hadir menjadi peserta Bimtek. Hadi menyampaikan Bimtek ini mendorong para dosen melakukan percepatan Guru Besar dengan raihan angka kredit 850 hingga 1050. Jumlah tersebut dicapai melalui publikasi jurnal internasional bereputasi, ” Ini yang sering menjadi kendala dan dibahas dalam Bimtek”.

Lebih lanjut, Hadi juga berharap tiga belas dosen yang ikut dalam Bimtek akan menambah jumlah Guru Besar UMJ ditahun depan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Dr. Aminah Swarnawati, M.Si., menuturkan kegiatan ini membantu dalam pembuatan jurnal yang ditunjukan untuk menambah angka kredit dosen. Aminah juga berharap ada pendampingan untuk para dosen dalam percepatan menuju Guru Besar.

“Saya berharap, ke depan ada pendampingan mulai dari evaluate, submit, hingga publish tentunya, ” tutur Ami saat dimintai keterangan lewat pesan singkat.

Dalam sesi lain, Dosen Pascasarjana UMJ, Dr. Zulfitria Zaidir, S.Pd, M.Pd., ikut menyampaikan harapannya, Bimtek dapat membantu proses percepatan guru besar. “Berharap, durasi kegiatan ini lebih diperpanjang agar maksimal sehingga dosen semakin paham,” harap Zulfitri.

Editor : Dian Fauzalia

Perkenalkan SiBangKodir! Aplikasi Inovasi Pengentasan Kemiskinan Karya Dosen UBL

Bandar Lampung – Penanggulangan kemiskinan adalah kebijakan dan program pemerintah yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat. Berbagai langkah serius dilakukan pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2024.

Hal ini menginspirasi tim akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) Fakultas Ilmu Komputer Ari Kurniawan, M.T.I, Riza Muhida, Pd.D, Yuthsi Aprilinda, M.Kom dan Fenty Ariani, M.Kom untuk membuat aplikasi Cek Bantuan Bantuan Langsung Kemiskinan Secara On-line dan Pemuktahiran Information Mandiri atau Sibangkodir. “Salah satu faktor terpenting yang dapat mempengaruhi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim adalah ketepatan sasaran masyarakat miskin sebagai penerima manfaat. Nah, lewat aplikasi Sibangkodir ini kita bisa mengecek bantuan langsung kemiskinan secara on-line dan pemuktahiran information mandiri. Pemerintah desa juga dapat melakukan cek bantuan apa saja yang sudah diterima oleh masyarakat. Menjadikan information P3KE sebagai foundation information penerima bansos BLT DD. Termasuk melakukan verifikasi dan pemuktahiran information secara mandiri terhadap masyarakat,” terang Ari Kurniawan selaku ketua tim saat diwawancarai, Jumat, 10/11/2023 di Kampus UBL.

“Di aplikasi SiBangKodir juga tersedia dasboard yang memuat berbagai informasi, mulai dari jumlah pengguna web site, jumlah penerima bantuan pemerintah serta statistik yang disajikan dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran. Tujuan dari dashboard ini adalah untuk memvisualisasikan information mengenai daerah yang menerima bantuan seperti BPNT, BPUM, BST, PKH, SEMBAKO, STB, PBI, Prakerja, dan KUR. Informasi ini juga ditampilkan dalam bentuk lokasi geografis atau peta untuk setiap kecamatan. Seluruh informasi yang tersaji pada dashboard ini diperoleh dari information yang diinputkan melalui area P3KE,” tambahnya.

“Aplikasi Sibangkodir ini juga sudah kami ujicobakan dengan pemkab Lampung Selatan sebagai tata kelola information untuk meningkatkan efektifitas kerja penanganan penduduk miskin sehingga penghapusan kemiskinan ekstrim dapat terlaksana sesuai goal yang ditentukan. Melakui solusi inovatif ini kami targetkan capaian efektifitas dan efisiensinya hingga 50%, mudah mudahan bisa bermanfaat,” pungkas Ari.