Uncategorized

Kolaborasi LP3M UNJ dengan PUI Gentra Waste Management, KPM dan BEM se-UNJ dalam Project Independent Green Campus

Humas UNJ, Jakarta-Green Campus merupakan gambaran sebuah kampus hijau yang menerapkan efisiensi energi yang rendah emisi, konservasi sumber daya dan meningkatkan kualitas lingkungan yang bersih dari sampah, dengan mendidik warganya untuk menjalankan pola hidup sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara berkelanjutan.

Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu  Universitas Negeri Jakarta (LP3M UNJ) melalui Pusat PKL melaksanakan Project Independent Green Campus sebagai bagian dari 8 Program MBKM, yaitu berkolaborasi dengan Gentra Waste Management (Pusat Unggulan Ipteks Teknologi Pengolahan Sampah LPPM UNJ), Kelompok Muda Peneliti UNJ (KPM-UNJ), BEM Universitas, Fakultas dan Prodi se UNJ.  Project Independent ini nantinya dilaksanakan di Semester 118 untuk diikuti oleh 20 mahasiswa untuk tahap awal.

Hadir pada kegiatan ini pengurus LP3M UNJ, Vania Zulfa selaku Ketua PIC Project Independent Program MBKM UNJ, Ketua KPM, Ketua BEM Universitas, Fakultas, Program Studi dilingkungan UNJ dan Peserta mata kuliah Inovasi Teknologi Mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin UNJ.

Dalam sesi acara, penyampaian materi diawali oleh Prof. Budiaman yang menyampaikan materi mengenai “Green Campus berbasis Pendidikan Lingkungan”. Selanjutnya materi kedua dan ketiga narasumber dari Gentra Waste Management yang menyampaikan materi mengenai “Implementasi Program Zero Waste Campus” oleh Syamsul Abbas Ras dan materi “Waste Management Campus Ramah Lingkungan” oleh Daswir Lelo. Acara ini dimoderatori oleh Oot Hotimah yang merupakan dosen Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNJ. Kemudian pada sesi acara terakhir dilakukan penandatanganan pernyataan komitmen oleh Ketua KPM, Ketua BEM UNJ, BEM Fakultas dan Program Studi dilingkungan UNJ yang berkomitmen untuk mewujudkan Zero Waste di lingkungan kampus UNJ pada tahun 2023.

Ahmad Syauqi Baihaqi selaku Ketua BEM UNJ pada kesempatan acara mengungkapkan bahwa mahasiswa memiliki visi yang besar untuk UNJ ke depan dan hari ini kita sama-sama memulai untuk mewujudkan visi besar itu. Pelaksanaan loka karya ini adalah momentum semangat sekaligus pernyataan komitmen kita bersama untuk saling berkolaborasi menuju UNJ sebagai Green Campus, bukan hanya karena hijau almamaternya, namun juga hijau karena peduli terhadap lingkungannya, ungkap Ahmad Syauqi Baihaqi.

Aam Amaningsih Jumhur menutup selaku Koorpus PKL LP3M UNJ mengatakan bahwa komitmen mewujudkan Zero Waste di semua kampus UNJ pada tahun 2023 oleh BEM UNJ, BEM Fakultas, BEM Prodi dan Kelompok Peneliti Mudah (KPM) sebagai implementasi dari budaya unggul yang menjadi ciri karakter seluruh warga UNJ yang berwawasan lingkungan serta peduli pada kualitas generasi yang akan datang, ungkap Aam Amaningsih Jumhur.

Sementara itu, Prof. Budiaman selaku Sekretaris LP3M UNJ yang mewakili Ketua LP3M UNJ dalam sambutan pembukaan acara Loka karya Project Independent Program MBKM menyampaikan bahwa Green Campus harus dapat meningkatkan kualitas lingkungan dengan mendidik warganya untuk menjalankan pola hidup sehat, basis Pendidikan Lingkungan menjadi ciri khas UNJ dalam melaksanakan program Green Campus, ungkap Prof. Budiaman.

Pada kesempatan yang sama, Abdul Sukur selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ yang diwakili oleh Taryudi selaku staf pengembang dalam sambutannya mengatakan bahwa kami sangat mengapresiasi kegiatan Lokakarya Green Campus yang diselenggarakan oleh LP3M UNJ dengan menghadirkan para pakar dibidangnya sebagai narasumber dan diikuti oleh perwakilan dari BEM se-UNJ dan juga KPM UNJ. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan SGDs No. 6 dan juga program MBKM Kemendikbudristek yang tertuang pada Permendikbud No. 3 tahun 2020. Semoga program Green Campus ini menjadi Best Practice dan diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh sivitas akademika UNJ, ungkap Tarjudi.

kontributor: Tim LP3M UNJ

Membahas tuntas dunia digital dengan Ibnu Nadzir pada Eurasia International Course FIS UNJ Sesi-12

Humas UNJ, Jakarta-Kamis, 17 November 2022, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) menyelenggarakan The Eurasia International Course pertemuan ke-12 dimana FIS UNJ menjalin Kerja sama dengan The Eurasia Foundation (from Asia) untuk program International Guest Lecturer Series. Kegiatan ini dilakukan secara hibrid, baik secara dari daring melalui Zoom dan Live Streaming Youtube FIS UNJ Official, dan luring di Gedung Dewi Sartika, Lantai 10, Kampus A UNJ.

Pertemuan ke-12 kali ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang hadir luring dan 36 mahasiswa hadir daring, dosen serta masyarakat umum, baik di UNJ maupun di luar UNJ. Pada pertemuan ke-12 ini, FIS UNJ dengan bangga menghadirkan narasumber Ibnu Nadzir Daraini dari Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) yang juga merupakan Ph.D student di University College London (UCL) secara daring dengan topik “Youth Digital and Multiculturalism in Social Media Era”. Melalui pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir menjelaskan kaitan multiculturalism dengan dunia digital. Ibnu Nadzir menjelaskan bahwa multikulturalisme itu bagaimana orang-orang memiliki pandangan hidup yang beda (dalam politik, agama, etnik grup) untuk bisa hidup bersama dan berdampingan dan membentuk masyarakat yang bisa menopang negara. Namun dengan adanya media digital, keragaman atau perbedaan pandangan hidup lebih mudah disampaikan dan diakses oleh masyarakat luas, sehingga meningkatkan risiko konflik dari berbagai kelompok dengan pandangan berbeda.

Pada pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir membeberkan fenomena yang terjadi pada dunia digital khususnya pada sosial media. Pada platform sosial media, ternyata masih ada pekerjaan manual yang dikerjakan oleh pekerja kontrak yang sering disebut sebagai ghost work. Contohnya di balik sosial media yang ada, masing-masing memiliki penjaga konten yang dikerjakan manual oleh pekerja kontrak yang mungkin terpapar oleh konten-konten terburuk yang ada di sosial media dan tentunya mempengaruhi beban kerja pekerja kontrak tersebut. Fenomena lain yang disebutkan, yaitu isu besar yang sedang dihadapi oleh industri teknologi atau Krisis Industri Teknologi. Di mana saat ini banyak perusahaan teknologi yang mengalami penurunan bisnis, misalnya Meta yang nilai sahamnya menurun turun sehingga akan melakukan pemangkasan pegawai, begitu pun dengan platform Twitter yang memangkas pegawai, serta platform menonton film Netflix yang juga kehilangan pelanggan dalam jumlah besar.

Pada pertemuan ke-12 ini, Rakhmat Hidayat selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibnu Nadzir yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan materi disela kesibukannya di London untuk menyelesaikan studinya. Menurut Rakhmat, materi yang disampaikan Ibnu Nadzir sangat erat kaitannya dengan kehidupan mahasiswa dan juga dosen tentunya di mana semua kegiatan saat ini banyak dilakukan di depan layar dan mengakses internet. Harapannya materi yang disampaikan Ibnu Nadzir ini dapat membuka mata mahasiswa dan juga audience lain yang hadir untuk terus meningkatkan literasi digital. Karena karakteristik dunia digital yang cepat berubah dan tidak dapat diprediksi, ungkap Rakhmat Hidayat.
Sementara itu, Prof. Sarkadi selaku Dekan FIS UNJ menyampaikan bahwa materi hari ini membuka wawasan baru terkait multikulturalisme pada digital era dan tentunya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai multikulturalisme secara komprehensif, ungkap Prof. Sarkadi.

Membahas tuntas dunia digital dengan Ibnu Nadzir pada Eurasia International Course FIS UNJ Sesi-12

Humas UNJ, Jakarta-Kamis, 17 November 2022, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) menyelenggarakan The Eurasia International Course pertemuan ke-12 dimana FIS UNJ menjalin Kerja sama dengan The Eurasia Foundation (from Asia) untuk program International Guest Lecturer Series. Kegiatan ini dilakukan secara hibrid, baik secara dari daring melalui Zoom dan Live Streaming Youtube FIS UNJ Official, dan luring di Gedung Dewi Sartika, Lantai 10, Kampus A UNJ.

Pertemuan ke-12 kali ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang hadir luring dan 36 mahasiswa hadir daring, dosen serta masyarakat umum, baik di UNJ maupun di luar UNJ. Pada pertemuan ke-12 ini, FIS UNJ dengan bangga menghadirkan narasumber Ibnu Nadzir Daraini dari Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) yang juga merupakan Ph.D student di University College London (UCL) secara daring dengan topik “Youth Digital and Multiculturalism in Social Media Era”. Melalui pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir menjelaskan kaitan multiculturalism dengan dunia digital. Ibnu Nadzir menjelaskan bahwa multikulturalisme itu bagaimana orang-orang memiliki pandangan hidup yang beda (dalam politik, agama, etnik grup) untuk bisa hidup bersama dan berdampingan dan membentuk masyarakat yang bisa menopang negara. Namun dengan adanya media digital, keragaman atau perbedaan pandangan hidup lebih mudah disampaikan dan diakses oleh masyarakat luas, sehingga meningkatkan risiko konflik dari berbagai kelompok dengan pandangan berbeda.

Pada pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir membeberkan fenomena yang terjadi pada dunia digital khususnya pada sosial media. Pada platform sosial media, ternyata masih ada pekerjaan manual yang dikerjakan oleh pekerja kontrak yang sering disebut sebagai ghost work. Contohnya di balik sosial media yang ada, masing-masing memiliki penjaga konten yang dikerjakan manual oleh pekerja kontrak yang mungkin terpapar oleh konten-konten terburuk yang ada di sosial media dan tentunya mempengaruhi beban kerja pekerja kontrak tersebut. Fenomena lain yang disebutkan, yaitu isu besar yang sedang dihadapi oleh industri teknologi atau Krisis Industri Teknologi. Di mana saat ini banyak perusahaan teknologi yang mengalami penurunan bisnis, misalnya Meta yang nilai sahamnya menurun turun sehingga akan melakukan pemangkasan pegawai, begitu pun dengan platform Twitter yang memangkas pegawai, serta platform menonton film Netflix yang juga kehilangan pelanggan dalam jumlah besar.

Pada pertemuan ke-12 ini, Rakhmat Hidayat selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibnu Nadzir yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan materi disela kesibukannya di London untuk menyelesaikan studinya. Menurut Rakhmat, materi yang disampaikan Ibnu Nadzir sangat erat kaitannya dengan kehidupan mahasiswa dan juga dosen tentunya di mana semua kegiatan saat ini banyak dilakukan di depan layar dan mengakses internet. Harapannya materi yang disampaikan Ibnu Nadzir ini dapat membuka mata mahasiswa dan juga audience lain yang hadir untuk terus meningkatkan literasi digital. Karena karakteristik dunia digital yang cepat berubah dan tidak dapat diprediksi, ungkap Rakhmat Hidayat.
Sementara itu, Prof. Sarkadi selaku Dekan FIS UNJ menyampaikan bahwa materi hari ini membuka wawasan baru terkait multikulturalisme pada digital era dan tentunya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai multikulturalisme secara komprehensif, ungkap Prof. Sarkadi.

Membahas tuntas dunia digital dengan Ibnu Nadzir pada Eurasia International Course FIS UNJ Sesi-12

Humas UNJ, Jakarta-Kamis, 17 November 2022, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) menyelenggarakan The Eurasia International Course pertemuan ke-12 dimana FIS UNJ menjalin Kerja sama dengan The Eurasia Foundation (from Asia) untuk program International Guest Lecturer Series. Kegiatan ini dilakukan secara hibrid, baik secara dari daring melalui Zoom dan Live Streaming Youtube FIS UNJ Official, dan luring di Gedung Dewi Sartika, Lantai 10, Kampus A UNJ.

Pertemuan ke-12 kali ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang hadir luring dan 36 mahasiswa hadir daring, dosen serta masyarakat umum, baik di UNJ maupun di luar UNJ. Pada pertemuan ke-12 ini, FIS UNJ dengan bangga menghadirkan narasumber Ibnu Nadzir Daraini dari Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) yang juga merupakan Ph.D student di University College London (UCL) secara daring dengan topik “Youth Digital and Multiculturalism in Social Media Era”. Melalui pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir menjelaskan kaitan multiculturalism dengan dunia digital. Ibnu Nadzir menjelaskan bahwa multikulturalisme itu bagaimana orang-orang memiliki pandangan hidup yang beda (dalam politik, agama, etnik grup) untuk bisa hidup bersama dan berdampingan dan membentuk masyarakat yang bisa menopang negara. Namun dengan adanya media digital, keragaman atau perbedaan pandangan hidup lebih mudah disampaikan dan diakses oleh masyarakat luas, sehingga meningkatkan risiko konflik dari berbagai kelompok dengan pandangan berbeda.

Pada pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir membeberkan fenomena yang terjadi pada dunia digital khususnya pada sosial media. Pada platform sosial media, ternyata masih ada pekerjaan manual yang dikerjakan oleh pekerja kontrak yang sering disebut sebagai ghost work. Contohnya di balik sosial media yang ada, masing-masing memiliki penjaga konten yang dikerjakan manual oleh pekerja kontrak yang mungkin terpapar oleh konten-konten terburuk yang ada di sosial media dan tentunya mempengaruhi beban kerja pekerja kontrak tersebut. Fenomena lain yang disebutkan, yaitu isu besar yang sedang dihadapi oleh industri teknologi atau Krisis Industri Teknologi. Di mana saat ini banyak perusahaan teknologi yang mengalami penurunan bisnis, misalnya Meta yang nilai sahamnya menurun turun sehingga akan melakukan pemangkasan pegawai, begitu pun dengan platform Twitter yang memangkas pegawai, serta platform menonton film Netflix yang juga kehilangan pelanggan dalam jumlah besar.

Pada pertemuan ke-12 ini, Rakhmat Hidayat selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibnu Nadzir yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan materi disela kesibukannya di London untuk menyelesaikan studinya. Menurut Rakhmat, materi yang disampaikan Ibnu Nadzir sangat erat kaitannya dengan kehidupan mahasiswa dan juga dosen tentunya di mana semua kegiatan saat ini banyak dilakukan di depan layar dan mengakses internet. Harapannya materi yang disampaikan Ibnu Nadzir ini dapat membuka mata mahasiswa dan juga audience lain yang hadir untuk terus meningkatkan literasi digital. Karena karakteristik dunia digital yang cepat berubah dan tidak dapat diprediksi, ungkap Rakhmat Hidayat.
Sementara itu, Prof. Sarkadi selaku Dekan FIS UNJ menyampaikan bahwa materi hari ini membuka wawasan baru terkait multikulturalisme pada digital era dan tentunya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai multikulturalisme secara komprehensif, ungkap Prof. Sarkadi.

Membahas tuntas dunia digital dengan Ibnu Nadzir pada Eurasia International Course FIS UNJ Sesi-12

Humas UNJ, Jakarta-Kamis, 17 November 2022, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (FIS UNJ) menyelenggarakan The Eurasia International Course pertemuan ke-12 dimana FIS UNJ menjalin Kerja sama dengan The Eurasia Foundation (from Asia) untuk program International Guest Lecturer Series. Kegiatan ini dilakukan secara hibrid, baik secara dari daring melalui Zoom dan Live Streaming Youtube FIS UNJ Official, dan luring di Gedung Dewi Sartika, Lantai 10, Kampus A UNJ.

Pertemuan ke-12 kali ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang hadir luring dan 36 mahasiswa hadir daring, dosen serta masyarakat umum, baik di UNJ maupun di luar UNJ. Pada pertemuan ke-12 ini, FIS UNJ dengan bangga menghadirkan narasumber Ibnu Nadzir Daraini dari Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) yang juga merupakan Ph.D student di University College London (UCL) secara daring dengan topik “Youth Digital and Multiculturalism in Social Media Era”. Melalui pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir menjelaskan kaitan multiculturalism dengan dunia digital. Ibnu Nadzir menjelaskan bahwa multikulturalisme itu bagaimana orang-orang memiliki pandangan hidup yang beda (dalam politik, agama, etnik grup) untuk bisa hidup bersama dan berdampingan dan membentuk masyarakat yang bisa menopang negara. Namun dengan adanya media digital, keragaman atau perbedaan pandangan hidup lebih mudah disampaikan dan diakses oleh masyarakat luas, sehingga meningkatkan risiko konflik dari berbagai kelompok dengan pandangan berbeda.

Pada pemaparan daringnya, Ibnu Nadzir membeberkan fenomena yang terjadi pada dunia digital khususnya pada sosial media. Pada platform sosial media, ternyata masih ada pekerjaan manual yang dikerjakan oleh pekerja kontrak yang sering disebut sebagai ghost work. Contohnya di balik sosial media yang ada, masing-masing memiliki penjaga konten yang dikerjakan manual oleh pekerja kontrak yang mungkin terpapar oleh konten-konten terburuk yang ada di sosial media dan tentunya mempengaruhi beban kerja pekerja kontrak tersebut. Fenomena lain yang disebutkan, yaitu isu besar yang sedang dihadapi oleh industri teknologi atau Krisis Industri Teknologi. Di mana saat ini banyak perusahaan teknologi yang mengalami penurunan bisnis, misalnya Meta yang nilai sahamnya menurun turun sehingga akan melakukan pemangkasan pegawai, begitu pun dengan platform Twitter yang memangkas pegawai, serta platform menonton film Netflix yang juga kehilangan pelanggan dalam jumlah besar.

Pada pertemuan ke-12 ini, Rakhmat Hidayat selaku Koordinator Pelaksana Kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibnu Nadzir yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan materi disela kesibukannya di London untuk menyelesaikan studinya. Menurut Rakhmat, materi yang disampaikan Ibnu Nadzir sangat erat kaitannya dengan kehidupan mahasiswa dan juga dosen tentunya di mana semua kegiatan saat ini banyak dilakukan di depan layar dan mengakses internet. Harapannya materi yang disampaikan Ibnu Nadzir ini dapat membuka mata mahasiswa dan juga audience lain yang hadir untuk terus meningkatkan literasi digital. Karena karakteristik dunia digital yang cepat berubah dan tidak dapat diprediksi, ungkap Rakhmat Hidayat.
Sementara itu, Prof. Sarkadi selaku Dekan FIS UNJ menyampaikan bahwa materi hari ini membuka wawasan baru terkait multikulturalisme pada digital era dan tentunya meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai multikulturalisme secara komprehensif, ungkap Prof. Sarkadi.

Dosen FT UNJ Ciptakan Alat Resusitasi Jantung dan Paru

Humas UNJ, Jakarta-bertempat di Loby Rektorat Lantai 1 Gedung Rektorat UNJ kampus A, berlangsung peluncuran dan Focus Group Discussion (FGD) Alat Resusitasi Jantung dan Paru (RJP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Acara yang diadakan pada Jumat, 18 November 2022 turut dihadiri oleh Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, Prof. Ucu Cahyana selaku Ketua LPPM UNJ, sekretaris dan koordinator pusat LPPM UNJ, para dekan dan wakil dekan dilingkungan UNJ, dan para koordinator program studi di lingkungan Fakultas Teknik UNJ (FT UNJ). Sementara itu dari luar turut dihadiri Drs. Ridwan Saleh selaku Direktur PT. Mandiri Jaya Medika, Dr. dr. Muzakkir Amir, SpJP(K) dan dr. Agustinus Fatola selaku Dokter Ahli Jantung RSUP Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Dr.Ir.Andi Amijoyo Mochtar, MSc dari Universitas Hasanuddin, dan perwakilan dari Rumah Sakit Jakarta.

Dalam paparannya, Rafiuddin Syam, Ph.D selaku Ketua peneliti Alat RJP dan juga dosen program studi Pendidikan Teknik Elektronika FT UNJ menyampaikan bahwa alat RJP ini sederhana tetapi yang bikin menarik karena tidak ada satu pun yang memproduksinya di dalam negeri, berarti hanya di UNJ-lah yang memproduksi pertama untuk alat resusitasi jantung paru ini, ungkap Rafiuddin Syam, Ph.D.

Rafiuddin Syam, Ph.D sedang mendemokan cara kerja alat

Rafiuddin Syam, Ph.D  menambahkan bahwa kelebihan dari alat ini, yaitu waktu pasang lebih cepat, tidak sampai 5 menit, bahkan kurang dari satu menit sudah terpasang. Alat ini juga sudah kita patenkan milik UNJ, bahkan untuk royalti sudah dipersiapkan sekitar 5% untuk UNJ dari harga yang dijual oleh PT. Mandiri Jaya Medika nantinya. Berikutnya bersama-sama dengan PT. Mandiri Jaya Medika untuk izin produk dan izin edar, serta royaltinya akan langsung diberikan kepada pihak UNJ. “tidak ada produk yang sempurna, kami akan menyempurnakan produk hingga menjadi unit yang bagus dan bernilai untuk dijual kepada masyarakat,” tutup Rafiuddin Syam, Ph.D.

Dalam kesempatan yang sama, Ridwan Saleh selaku Direktur PT. Mandiri Jaya Medika menyambut baik dengan adanya alat ini karena sejak Inpres Nomor 2 Tahun 2022, industri kesehatan digalangkan untuk menggunakan produksi dalam negeri. Jadi rumah-rumah sakit yang ada saat ini tidak diperbolehkan membeli produk-produk yang berlisensi luar negeri. Jadi kami berusaha mencari mitra. Ini merupakan suatu angin segar dan kebahagiaan untuk saya sendiri, karena saya merupakan alumni UNJ dan akhirnya kampus saya turut berpartisipasi pada produksi alat kesehatan, dan tentu UNJ memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menciptakan alat kesehatan yang lain nantinya, ungkap Ridwan Saleh.

Drs. Ridwan selaku Direktur PT. Mandiri Jaya Medikar Saleh ketika menyampaikan sambutannya

Pada kegiatan ini, Dr. Uswatun Hasanah selaku Dekan FT UNJ sangat bangga dan mengapresiasi atas penelitian yang dibuat Rafiuddin Syam, Ph.D dan tim dosen FT UNJ lainnya. Semoga Alat RJP ini dapat menjadi salah satu sumbangsih inovasi perguruan tinggi untuk masyarakat, khususnya dunia kesehatan, ungkap Dr. Uswatun Hasanah.

Selanjutnya, Prof. Ucu Cahyana selaku Ketua LPPM UNJ menyampaikan bahwa kegiatan launching ini merupakan bagian dari kegiatan hibah Matching Fund Kedaireka 2022, dan UNJ memperoleh 2 hibah. Matching Fund Kedaireka ini memang suatu dana hibah dari kementerian. Jadi bukan hibah penelitian tetapi hibah program, karena sejak awal dibuatnya harus mempunyai mitra. Jadi harus punya matching dengan pihak dunia industri. Jadi kemitraan ini menjadi kunci utama. Saya kira, kegiatan ini sebagai awalan  untuk membuka kerja sama  dengan pihak industri, sehingga nantinya menghasilkan income bagi UNJ. Untuk itu harus kita bangun awalan yang baik ini. Semoga apa yang dikembangkan tidak hanya produk E-RJP saja, tetapi produk-produk lainnya. Dan menyempurnakan lagi produk-produk yang sudah ada, ucap Prof. Ucu Cahyana.

foto bersama para pimpinan, tamu dan mahasiswa/i unj

Pada kesempatan yang sama, Prof. Komarudin menyampaikan, ada dua kegembiraan kegiatan yang dilaksanakan hari ini, yang pertama iklim inovasi senantiasa tumbuh di UNJ, dan salah satu inovasinya apa yang kita saksikan hari ini dari dosen FT UNJ yang membuat Alat Resusitasi Jantung dan Paru. Semoga FT UNJ diharapkan menjadi lahan subur bagi inovasi yang ada di UNJ. Kegembiraan kedua, dengan hadirnya Pak Ridwan Saleh selaku Direktur PT. Mandiri Jaya Medika ini mewakili antusiasme pihak dunia usaha dan industri untuk mendukung penemuan inovasi UNJ. Apalagi Pak Ridwan merupakan alumni UNJ. Saya ucapkan terima kasih atas antusiasnya dan kehadirannya di kampus ini, ungkap Prof. Komarudin.