Month: November 2022

Delegasi Unpad Raih Sejumlah Medali di Ajang Pomnas XVII – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Delegasi mahasiswa Universitas Padjadjaran berhasil meraih sejumlah medali pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVII di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, 17 – 26 November 2022.

Pada ajang tersebut, Unpad mengirimkan 45 atlet mahasiswa mewakili Jawa Barat. Para atlet berlaga di delapan cabang olahraga, yaitu: renang, bola basket, futsal, karate, taekwondo, pencak silat, tarung derajat, dan panjat tebing. Para atlet setengahnya merupakan mahasiswa angkatan 2022 yang berasal dari seleksi Jalur Prestasi.

Setelah melakukan berbagai pertandingan, delegasi Unpad berhasil meraih medali pada cabang olahraga taekwondo, karate, tarung derajat, dan renang.

Pada cabang olahraga taekwondo, mahasiswa Unpad berhasil meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih Arya Mahesa (Manajemen Komunikasi) pada kelas O-87 kg putra. Medali perak diraih Izzwah Nauroh (Teknologi Industri Pertanian) pada kelas U-53 kg putri dan Muhammad Thorieq Aliansyah (Ilmu Sejarah) pada kelas U-58 kg putra. Medali perunggu diraih Muhammad Arfan Baihaqi (Sastra Jepang) pada kelas U-63 kg putra.

Pada cabang karate, mahasiswa Unpad berhasil meraih satu perak yang diraih Fadila Rahmi (Peternakan) pada kelas O-68 kg putri, serta satu perunggu yang diraih Alfianu Adhi Riztiawan (Ilmu Kelautan) pada kelas Kumite U-67 kg putra.

Pada cabang tarung derajat berhasil menorehkan satu emas dan satu perunggu yang diraih Dhika Firly Illahi (Bisnis Internasional) pada kelas Seni Gerak Tarung (Getar Berpasangan) dua putra dua putri, serta kelas Seni Getar Putra Berpasangan.

Sementara pada cabang renang, medali perak berhasil diraih Lanang Garudana Putra Farlen Meganusantara (Kedokteran) pada kelas 100 meter gaya punggung.

Perolehan medali ini berhasil membawa Jawa Barat meraih posisi keempat dengan perolehan medali terbanyak pada Pomnas XVII 2022. Total medali yang diraih Jabar adalah 14 emas, 21 perak, dan 26 perunggu.

Manajer kontingen Pomnas Unpad Inu Isnaeni Sidiq, M.A., PhD, mengatakan, capaian pada Pomnas tahun ini sesuai target yang ditetapkan, meskipun perolehan medali emas menurun dibandingkan dengan Pomnas 2019. Hal ini salah satunya disebabkan tidak dipertandingkannya beberapa kelas dan cabang olah raga yang selama ini menjadi unggulan Unpad, seperti kelas poomsae pada cabang taekwondo, cabang olahraga kempo, dan catur.

“Terlebih lagi beberapa atlet pada cabang olah raga seperti Taekwondo, Karate, pencak silat, dan bola basket juga seminggu sebelum keberangkatan baru saja selesai bertanding di Pekan Olahraga Provinsi sehingga masih ada sisa sedikit kelelahan saat bertanding di Pomnas kali ini,” kata Inu.

Kendati demikian, Inu mengapresiasi bahwa peraih medali Pomnas sebagian besar merupakan mahasiswa dari Jalur Prestasi angkatan 2020, 2021, serta 2022, serta dari jalur SNMPTN. Ke depan, penjaringan atlet potensial melalui Jalur Prestasi akan terus dilakukan Unpad.

“Tahun 2023 Pomnas akan kembali digelar di Kalimantan Selatan. Unpad perlu menjaring atlet potensial terutama pada cabor yang selalu dipertandingkan pada gelaran Pomnas,” kata Inu.*

FKG Unpad Dorong Pangandaran Jadi Kawasan Pariwisata Dental dan Medis – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan  Oral Health Collaboration (OHC)  for West Java Well Being untuk meningkatkan kolaborasi di bidang kesehatan mulut di Kabupaten Pangandaran, November-Desember 2022. Kolaborasi ini dilakukan sebagai pengembangan dental and medical tourism di Kabupaten Pangandaran.

“OHC merupakan kolaborasi yang dilakukan Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat (IKGM) FKG Unpad dengan berbagai stakeholders untuk pengkatan kualitas hidup masayakat,” kata Ketua Panitia OHC sekaligus Kepala Departemen IKGM FKG Unpad Dr. Anne Agustina Suwargiani, drg., M.KM saat dihubungi Kanal Media Unpad.

Kegiatan OHC tersebut dilaksanakan atas kerja sama pemerintah daerah dengan sejumlah pihak swasta untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan gigi.

Sebagai awal kegiatan OHC, telah dilaksanakan Research & Community Development pada 25-26 November lalu di RS. Pandega Pangandaran. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Kegiatan Research & Community Development tersebut diselenggarakan dalam bentuk FGD, Training of Trainer dokter gigi, dan pembuatan konten media sosial terkait potensi wisata.

FGD tersebut diikuti Dekan dan Wakil Dekan I FKG Unpad, Plt Kepala Departemen dan dosen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas kedokteran Gigi Unpad, Ketua Forum Pangandaran Sehat, Sekretaris Dinas kesehatan, Perwakilan Dinas Pariwisata dan Budaya, serta Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pangandaran.

Diskusi ini merupakan upaya pembentukan model pengembangan yang efektif dan efisien yang akan dilakukan ke depannya. Pembahasan juga dilakukan mengenai permasalahan yang ada di Kabupaten Pangandaran yang dapat menghambat pelaksanaan program pembentukan dental and medical tourism dan rencana tindak lanjut terkait solusi yang ditawarkan terhadap faktor-faktor penghambat tersebut.

“FGD ini merupakan langkah awal dalam pembuatan pemodelan dental and medical tourism di Pangandara,” jelas Anne.

Anne menjelaskan, dental tourism merupakan tipe wisata medis. Wisatawan dapat mengakses perawatan gigi. Dengan adanya dental and medical tourism, masyarakat dapat berkunjung ke Pangandaran untuk pengobatan atau meningkatkan kesehatannya sambal berwisata.

Anne menilai, Pangandaran memiliki potensi wisata yang unik dan bervariasi, seperti wisata pantai, pegunungan, budaya, dan penangkaran hewan laut.

“Pengembangan bidang kesehatan gigi dan umum dapat menarik wisatawan dalam dan luar negeri ke Pangandaran dengan akses pelayanan kesehatan yang holistik,” ujar Anne.

Bentuk Tridarma Perguruan Tinggi

Diungkapkan Anne, selain Research & Community Development, dalam OHC juga akan diselenggarakan Webinar dan Massive Open Online Course (MOOC) pada 6,8, dan 15 Desember 2022, serta Community Service pada 17 Desember 2022.

“Program OHC merupakan gabungan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,” ungkap Anne.

Anne menjelaskan, dalam MOOC akan dibahas mengenai dental and medical  tourism dengan narasumber dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gubernur Jawa Barat, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi dan Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bupati Pangandaran, Direktur Rumah Sakit Pandega Pangandaran, para pakar di bidang Kesehatan Gigi Masyarakat FKG Unpad, dan praktisi dental and medical tourism.

Sementara Community Service akan dilaksanakan di aula paamprokan Kabupaten Pangandaran. Dalam kegiatan ini akan dilaksanakan pemeriksaan gigi gratis pada 300 anak usia SMP dan SMA oleh 50 dokter gigi, paralel dengan operasi bibir sumbing gratis.

Dekan FKG Unpad Dr. Dudi Aripin, drg.,Sp.KG(K) mengatakan bahwa pelaksanaan OHC diharapkan dapat meningkatkan potensi pariwisata di Pangandaran khususnya di bidang kesehatan melalui dental and medical tourism.

“Ini merupakan inisiasi. Kami menginginkan ke depan tidak hanya dental yang difokuskan tetapi kesehatan lainnya. Diharapkan ke depannya semua potensi kesehatan yang ada di Pangandaran ini bisa dikembangkan dalam rangka menunjang branding pariwisata Pangandaran,” ujar Dudi.

Dudi mengatakan FKG Unpad berupaya meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia dalam hal ini Pangandaran. Melalui kegiatan ini juga akan dilakukan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Dengan adanya dental tourism, perekonomian masyarakat pun diharapkan akan meningkat.

“Jadi sesuai dengan kami di pendidikan tinggi mempunyai tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, riset, dan pengabdian,” ujar Dudi. (arm)*

Unpad Lepas Kontingen Pimnas ke-35 di UMM Malang – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Dua tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) Universitas Padjadjaran siap berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-35 2022 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur, 30 November-4 Desember 2022 mendatang.

Tim pertama adalah lima mahasiswa Fakultas MIPA Unpad, yaitu Rifky Adhia Pratama, Ahlam Nauval Mahendra, Puteri Khansa Salsabila, Geometry Amal Nur Sheha, dan Yuristian Diasasmita dengan PKM RE berjudul “Preparasi Komposit Nanorod ZnO/S,N-GQDs dengan Teknik Layer-by-Layer Assembly sebagai Fotokatalis Pendegradasi Limbah Tekstil”. Tim dibimbing oleh dosen FMIPA Unpad Dr. Diana Rakhmawaty Eddy, M.Si.

Tim kedua yaitu Azka Algina (Fakultas Pertanian/Faperta), Syifaa Yunita Yulianti (Faperta), Rohimatus Syamsyiah (Faperta), Veadora Yasminingrum (FMIPA), dan Bergas Frenli Nur Vendi (FMIPA) dengan PKM RE berjudul “Uji Potensi Frekuensi Sonic Bloom dalam Menginduksi Ketahanan Padi (Oryza sativa) terhadap Serangan Bakteri Xanthomonas oryzae Penyebab Penyakit Hawar Daun”. Tim dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Unpad Vira Kusuma Dewi, SP., M.Sc., Ph.D.

Dua tim tersebut dilepas secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Senin (28/11/2022).

“Terima kasih sudah mewakili Unpad, kreativitas, dan kreasinya berarti sudah layak dipertandingkan di tingkat nasional,” kata Rektor.

Rektor berharap, Pimnas ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman baru serta kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa se-Indonesia.  Apa yang dilakukan mahasiswa juga diharapkan dapat menginspirasi banyak orang.

Rektor pun berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga semangatnya dan berjuang dengan otpimal. Hasil baik diharapkan dapat diraih.

“Tentu soal menang atau kalah itu hasil dari semua perjuangan,” ujar Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Tim Reviewer Internal Unpad Dr. Budi Irawan, S.Si., M.S mengatakan bahwa kedua tim mahasiswa telah melalui serangkaian monitoring dan pembekalan sehingga siap untuk berlaga di lomba presentasi dan poster.

 “Tim akan berjuang semaksimal mungkin, harapannya tentunya kita bisa memperoleh medali,” harap Budi.

Pelepasan keberangkatan tim tersebut juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD., Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Dr. Eng. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, S.T., M.T.,Ketua Tim Reviewer Iinternal Unpad Prof. Tati Herlina, Dekan Faperta Unpad Dr. Meddy Rachmadi, Ir., M.S, dan Wakil Dekan I FMIPA Unpad Yudhie Andriyana, M.Sc., Ph.D. (arm)*

Bantu Korban Gempa Cianjur, UNJ Salurkan Bantuan dan Turunkan Relawan

Humas UNJ (28/11/2022) –  Pada Senin, 28 November 2022, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) beserta tim datang meninjau ke posko tanggap darurat di SMP Al-Adzkiya, Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Kedatangan Rektor UNJ beserta tim untuk menemui dan berkoordinasi kepada relawan UNJ yang sudah terlebih dahulu datang ke lokasi sejak kejadian gempa bumi di Cianjur 21 November lalu. UNJ melalui UNJ Peduli memberikan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Cianjur, dan juga relawan yang berasal dari perwakilan organisasi mahasiswa di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ ke beberapa titik lokasi bencana.

Bantuan dari UNJ ini direspon baik oleh masyarakat, salah satunya Rahmat. Menurut Rahmat yang merupakan masyarakat setempat yang turut menjadi korban gempa mengucapkan terima kasih atas bantuan dari UNJ. Alhamdulillah bantuan UNJ ini sangat membantu kami masyarakat disini yang memang jadi korban, ucap Rahmat.

Sementara itu, Prof. Komarudin selaku Rektor UNJ, berasa bersyukur bahwa UNJ dan tim bisa terjun langsung ke lokasi gempa. “Alhamdullah, UNJ bisa berkontribusi memberikan pertolongan kepada masyarakat Cianjur yang terdampak gempa. Kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu masyarakat dalam berbagai bentuknya, distribusi pakaian, minuman, dan makanan” jelas Prof. Komarudin.

Prof. Komarudin menambahkan bahwa kebutuhan kedepan berdasarkan informasi yang didapat, adalah trauma healing. Prof. Komarudin, mengatakan untuk trauma tersebut bisa UNJ bantu terapi karena UNJ memiliki psikolog dan terapis-terapis berpengalaman dalam penanganan trauma ini, sambung Prof. Komarudin.

Dalam sela-sela kunjungan di posko bantuan, Prof. Komarudin juga berdiskusi dengan teman-teman relawan dari UNJ yang sudah terlebih dahulu dilokasi sejak tanggal 22 November lalu. Ia berpesan agar tidak memaksakan diri apabila kondisi badan sudah lelah, lebih baik melakukan rotasi dengan relawan lain.

“Oleh karena itu, kami akan minta ke UNJ Peduli untuk mendata dan menyiapkan pasukan pengganti dari UNJ. Mudah-mudahan nanti akan banyak relawan yang bisa secara bergilir datang kesini.

UNJ juga akan menambahkan dari sisi logistik melalui rekening UNJ Peduli. Harapannya UNJ bisa terus berkontribusi meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di Cianjur”, tutup Prof. Komarudin.

Tim OKK Unpad Sosialisasikan Budaya Hidup Sehat kepada Murid TK Generasi Mulia – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa kelas OKK 164 Universitas Padjadjaran melakukan aksi sosial bertajuk “Karaci” atau “Gerakan 3R Cinta Lingkungan” di TK Generasi Mulia, Tanjungsari, Sumedang, Jumat (25/11/2022) lalu.

“Gerakan ini berangkat dari kepedulian kami terhadap pentingnya penerapan pola hidup sehat di masyarakat. Tentunya sejalan dengan pemikiran ‘untuk menciptakan tunas yang baik, maka diperlukan akar yang kuat’, kami melaksanakan Karaci ini dengan sasaran masyarakat usia dini atau kanak-kanak,” ujar Nita Lianti selaku perwakilan tim mahasswa dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Lebih lanjut Nita mengatakan bahwa ketidaktahuan dan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah menjadi faktor utama dari banyaknya timbunan sampah. Dampaknya adalah pencemaran lingkungan yang sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat dan makhluk hidup yang lain.

Selain itu, timbunan sampah juga dapat mengakibatkan berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan penurunan kualitas lingkungan hidup.

“Oleh karena itu, kami melakukan edukasi dan pencegahan melalui kegiatan ini agar kejadian-kejadian yang merugikan tersebut dapat ditanggulangi,” imbuh Nita.

Tim Karaci ini berjumlah 29 mahasiswa dari kelas OKK 164. Mereka berasal dari berbagai program studi di Unpad. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Fakultas Keperawatan Unpad Nursiswati, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.KMB.

Kegiatan Karaci dimulai dengan permainan yang dilakukan secara berkelompok. Masing-masing kelompok yang telah dibagi, dipandu dengan serangkaian permainan yang mengasah rasa keingintahuan dan kepedulian terhadap lingkungan, seperti menjaga kebersihan lingkungan sekolah, pemilahan sampah yang baik dan benar berdasarkan jenisnya, serta pendaurulangan sampah menjadi barang baru sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Kepala Sekolah TK Generasi Mulia, Lya Maesari, S.Pd. menyatakan bahwa murid-murid menjadi senang dengan sosialisasi penggunaan mainan daur ulang yang dibuat mahasiswa.

“Kegiatan sangat bermanfaat untuk perilaku cinta lingkungan sehat. Semoga kegiatan serupa dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Tim Karaci berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi anak-anak untuk selalu menerapkan budaya hidup sehat.

“Semoga kegiatan ini juga dapat memotivasi masyarakat luas untuk dapat menggalakan hidup sehat, di mana pun dan kapan pun,” harap Nita. (rilis)*

Kisah Mahasiswa Unpad yang Jadi Relawan Bencana Gempa Bumi Cianjur – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 di wilayah Cugenang, Kabupaten Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu mendorong banyak orang terjun melaksanakan misi kemanusiaan sebagai relawan, tidak terkecuali mahasiswa Universitas Padjadjaran.

Selang beberapa jam setelah gempa terjadi, sekelompok mahasiswa Unpad yang tergabung dalam Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue dan tim medis segera berangkat menuju lokasi bencana. Dua di antara mahasiswa yang berangkat ialah Asyrurifa Fauzi dan Viona Liuprilita Budiman. Dua mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Kepada Kanal Media Unpad Fauzi dan Viona bercerita mengenai keikutsertaannya sebagai relawan bencana gempa bumi Cianjur. Viona yang merupakan orang Cianjur asli sangat tergerak untuk membantu sesama warga yang terdampak bencana gempa bumi.

“Jadi saya sangat tertarik untuk membantu kota sendiri juga. Gak nyangka Cianjur kota kecil tapi bencananya bisa dibilang besar,” tutur Viona.

Sementara Fauzi yang berasal dari Sukabumi juga tergerak menjadi relawan. Sebabnya, Cianjur merupakan kota yang kerap dikunjungi karena banyak teman-temannya yang tinggal di sana. Karena kedekatannya dengan Cianjur inilah yang mendorong Fauzi terjun menjadi relawan.

Pasca gempa bumi terjadi, komunikasi di dalam forum intens dilakukan. Utamanya mempersiapkan keberangkatan relawan menuju lokasi bencana. Keduanya yang merupakan anggota dari Unit Pencinta Alam Palawa Unpad tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri sebagai relawan.

“Semuanya atas dasar inisiatif, bukan ditugaskan,” kata Viona.

Belajar Banyak Hal

Sesampainya di Cianjur, relawan Unpad langsung melakukan asesmen terkait kondisi dan apa yang dibutuhkan penyintas. Selanjutnya, relawan dibagi menjadi beberapa tim. Ada yang turun membantu proses evakuasi di lapangan, ada yang bertugas di posko membantu pengelolaan bantuan, serta ada yang bertugas di rumah sakit sebagai tim medis.

Viona dan Fauzi sendiri mendapat tugas di posko. Kendati tidak turun langsung ke lapangan, keduanya mengaku mendapatkan banyak hal selama bertugas di posko. Selama di posko, mereka berhadapan langsung dengan penyintas yang meminta sejumlah bantuan logistik.

“Pas ke sini (penyintas) sedikit membeludak, tetapi Alhamdulillah bisa diatasi,” kata Fauzi.

Bantuan yang datang di posko perlu diatur agar bisa diterima penyintas secara merata. Dari proses ini, Fauzi mengaku sedikit banyak belajar mengenai manajemen penyaluran logistik untuk penyintas bencana.

“Kan di sini kebetulan banyak yang membutuhkan, sementara barang gak terlalu banyak. Jadi bagaimana memprioritaskan untuk yang benar-benar membutuhkan dengan melakukan asesmen terlebih dahulu,” jelas Fauzi.

Bagi Fauzi dan Viona, keikusertannya menjadi relawan bencana gempa bumi Cianjur merupakan pengalaman pertama. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi keduanya.

Fauzi sendiri merasakan, menjadi relawan di daerah bencana mendorongnya untuk lebih peka terhadap sesame. Selain itu, ia juga mendapat pengalaman bagaimana melakukan manajemen terhadap bantuan untuk korban bencana alam agar tepat sasaran dan merata.

Sementara Viona sendiri belajar untuk lebih mensyukuri atas apa yang diberikan Sang Pencipta. “Meskipun keluarga di Cianjur, syukur masih dilindungi. Semoga apa yang terjadi di Cianjur bisa segera pulih,” pungkasnya.*

Faperta dan IAAS LC Unpad Gelar International Summer Course – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Fakultas Pertanian dan IAAS LC Universitas Padjadjaran menggelar “International Summer Course Unpad” (Issu 2022) secara hybrid dari kampus Unpad Jatinangor, 16-30 November 2022. Acara ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari dalam dan luar negeri, termasuk di antaranya mahasiswa penerima student mobility awards.

“Tahun ini kami menerima peserta luar negeri dari Malaysia, Kazakhstan, Jepang, dan India. Universitas luar negeri yang ikut serta, antara lain Universiti Teknologi Mara, Kazakhstan Agricultural National University, Yamagata University, dan Bidhan Chandran Agricultural University,” ujar Nadia Kamaluddin selaku project officer kegiatan ISSU 2022.

Kegiatan ini dibuka dengan International Student Conference yang berlangsung secara hybrid dari Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. Tercatat sebanyak 41 mahasiswa menjadi penyaji yang memaparkan hasil studi serta gagasan-gagasan baru dalam bidang pertanian, bioteknologi, serta urban farming.

Selain conference, rangkaian kegiatan Issu 2022 lainnya adalah focused group discussion, visiting lecture dari UiTM, field trip, potluck, dan cultural exchange show.

Tema yang diusung International Summer Course tahun ini adalah “Innovation in Sustainable Agriculture for Our Future”. Ini sesuai dengan dengan tujuan Faperta Unpad yaitu keberlanjutan produktivitas dalam merespon perubahan global.

Value pertanian saat ini mulai bergeser dari peningkatan produktivitas untuk mencapai food security menjadi pertanian menuju arah keberlanjutan produksi diantaranya menjaga melalui konservasi plasma nuftah, produksi ramah lingkungan, kegiatan olah tanah konservatif dan restoratif, serta proteksi tanaman ramah lingkungan. Ini akhirnya menjadi latar belakang pemilihan tema ISSU 2022 tahun ini,” tambah Nadia. (rilis)*

Perkaya Kompetensi Mahasiswa, Unpad Jalin Kerja Sama dengan Pertamina International Shipping – Universitas Padjadjaran

Laporan oleh Raden Bagus Muhammad Rizky Fadhillah Meliala

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran dan PT. Pertamina International Shipping menjalin kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta penyelenggaraan program pemagangan.

Kerja sama dengan anak usaha PT. Pertamina tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD.,  dengan Direktur SDM & Penunjang Bisnis PT Pertamina Internasional Shipping Surya Tri Harto di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Jumat (25/11/2022).

Pada kesempatan tersebut, Prof. Arief menyatakan bahwa perjanjian kerja sama ini akan membawa sinergitas antara dunia industri dan dunia pendidikan yang akan berdampak pada banyak aspek.

“Dengan adanya Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang program pemagangan ini diharapkan dapat menciptakan lulusan yang dapat bersaing di masyarakat dalam dunia industri di Indonesia,” ujarnya

Menurutnya, salah satu proses pembelajaran terbaik yang dapat dilakukan guna membentuk lulusan berkompetensi adalah dengan memahami dan merasakan situasi dalam industri secara langsung. Untuk itu, kerja sama antara Unpad dan Pertamina International Shipping ini merupakan hal yang sangat positif untuk menunjang hal tersebut.

“Mahasiswa dapat merasakan bagaimana situasi bekerja langsung dalam industri merupakan hal yang sangat berharga bagi para mahasiswa,” kata Prof. Arief.

Prof. Arief juga menganggap bahwa kerja sama yang dilakukan dengan Pertamina International Shipping ini selaras dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang makin gencar dicanangkan oleh Kemendikbudristek.

“Dalam program MBKM, lulusan tidak hanya dimaknai sebagai lulusan linier, tetapi juga harus memiliki kompetensi tambahan sesuai dengan minat mereka, oleh karena itu, kesempatan ini adalah peluang yang bagus untuk mencetak lulusan berkompetensi,” imbuhnya.

Ke depannya, Prof. Arief menyatakan bahwa Universitas Padjadjaran sangat optimis melihat berbagai peluang kerja sama bidang lain dengan Pertamina International Shipping dengan tujuan saling memberi kontribusi antara dunia pendidikan dan bisnis. (arm)*

Unpad Salurkan Donasi untuk Korban Gempa Bumi ke Pemkab Cianjur – Universitas Padjadjaran

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyalurkan donasi untuk penanganan gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Donasi senilai Rp171.917.590 ini disalurkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan Direktur Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Unpad Prof. Dr. Isis Ikhwansyah, M.H., CN., kepada Asisten Daerah I Pemkab Cianjur Arief Purnawan di halaman kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Jumat (25/11/2022).

Penyerahan donasi tersebut disaksikan Sekretaris Direktorat Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Unpad Ahmad Baehaqi, M.T., Kepala Kantor Komunikasi Publik Dandi Supriadi, PhD, serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga Cianjur,” kata Prof. Isis.

Dalam kunjungan itu, Unpad juga memberikan bahan pokoK, pakaian, terpal, serta 2.500 alat rapid tes antigen Covid-19 “CePAD” karya peneliti Unpad. Alat rapid tes antigen tersebut langsung disalurkan ke gudang farmasi bantuan bencana gempa bumi Cianjur.

Prof. Isis mengatakan, sumbangan uang tunai senilai 171 juta rupiah tersebut merupakan donasi yang  terkumpul dari para warga Unpad. Pascaperistiwa gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu, Unpad langsung membuka layanan donasi melalui program Unpad Peduli Sesama pada Selasa (22/11/2022) pagi. Donasi kemudian ditutup pada Kamis (24/11/2022) pukul 23.59 WIB.

Usai menerima sumbangan secara simbolis, Arief mengucapkan terima kasih kepada warga Unpad yang sudi menyisihkan sebagian rezekinya demi bantuan kemanusiaan di Cianjur.

“Mudahan-mudahan support dana, bantuan, dan empati dari Unpad menjadi daya semangat bagi kami. Dan masyarakat terbantukan dengan apa yang Unpad berikan kepada kami,” kata Arief.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Isis juga mengucapkan terima kasih kepada para donator Unpad Peduli Sesama. Donasi yang telah terkumpul melalui rekening Unpad Peduli Sesama seluruhnya telah didonasikan melalui pihak Pemkab Cianjur.

“Atas nama masyarakat Cianjur menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donator. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap warga Cianjur,” ujar Prof. Isis.

Bertemu Relawan Unpad

Usai menyalurkan donasi, rombongan juga bertemu dengan para relawan mahasiswa dari Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue Unpad. Pertemuan dilakukan di Posko Relawan Unpad yang berlokasi di Gedung PGRI Cianjur.

Koordinator Relawan Unpad Qaul Tsabit Mutawahhid mengatakan, relawan Unpad telah tiba dan bertugas di lokasi bencana sejak Selasa (22/11/2022) lalu. Selama empat hari, tim telah melakukan asesmen lokasi terdampak gempa, membantu proses evakuasi, hingga membantu memberikan pertolongan medis dan nonmedis.

“Asesmen meliputi di mana saja lokasi terdampak, jumlah penyintas, jumlah rumah yang hancur, dan data-data korban,” kata Tsabit.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unpad tersebut mengatakan, relawan terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama bertugas di posko untuk menghimpun data-data asesmen serta membantu penyaluran donasi bersama relawan lainnya. Kelompok dua bertugas membantu proses evakuasi, sedangkan relawan tiga bertugas memberikan pertolongan medis dan nonmedis.

Relawan sendiri terdiri dari gabungan unit kegiatan mahasiswa bidang pencinta alam,  Pramuka dan SAR, tim medis dan psikologi, hingga sejumlah alumni.*

Dosen Fkep Unpad Gelar Pengabdian Tingkatkan Kompetensi Perawat RSUD Sumedang


[Kanal Media Unpad] Departemen Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran menyelenggarakan lokakarya “Peningkatan Kompetensi Perawat dalam Penerapan Perawatan Integratif di Area Keperawatan Medikal Bedah” di RSUD Sumedang, Kamis (24/11 2022).

Lokakarya tersebut digelar dalam Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) tim dosen Departemen Keperawatan Medikal Bedah Fkep Unpad, diikuti sejumlah perawat ruang rawat inap RSUD Sumedang yang berperan sebagai preseptor dan unsur manajemen keperawatan.

Para peserta diberikan materi terkait Integrated Care atau pelayanan terintegrasi berbasis pasien. Sebagai tenaga profesional, perawat harus memahami dan dapat mengaplikasikan bagaimana continuity of care pada pasien penyakit kronis, menjalankan protokol followed up care, transitional care serta bagaimana melakukan discharge planning pada pasien dengan masalah muskolskeletal.

Baru-baru ini, integrated care atau dengan istilah lain person-centred care merupakan pelayanan barbasis pasien yang mulai diterapkan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Keberhasilan dari penerapan integrated care bergantung pada keterpaduan elemen promosi kesehatan masyarakat.

“Tujuan dari intergratif care yang harus diberikan dalam pelayanan keperawatan adalah untuk memberikan kesempatan pasien terlibat dalam asuhan perawatan sehingga dapat melakukan perawatan secara mandiri dan meningkatkan pengalaman akan perawatan,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan PPM, Nursiswati S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.KMB.

Pada acara tersebut hadir sejumlah dosen Fkep Unpad sebagai pemateri. Titis Kurniawan, S.Kep.,Ners.,MNS memberikan materi terkait continuity of care pada chronic disease. Materi ini tentang asuhan perawatan pada pasien penyakit kronis yang masih membutuhan perawatan lanjutan setelah pasien pulang untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kemudian materi kedua diberikan oleh Chandra Isabella HP.,S.Kp., M.Kep yang memberikan materi tentang protocol followed up care oleh perawat medikal bedah. Selanjutnya materi ketiga diberikan oleh Sri Hartati Pratiwi S.Kep.,Ners.,M.Kep.,Sp.Kep.M.B tentang transitional care. Materi terakhir terkait dengan discharge planning musculoskeletal disampaikan oleh Urip Rahayu S.Kp., M.Kep.

Kegiatan PPM tersebut terselenggara atas kerja sama Fkep Unpad dan Bidang Keperawatan RSUD Sumedang. RSUD Sumedang menyambut baik dengan kegiatan PPM yang dilaksanakan FKep Unpad karena penerapan integratif care merupakan pelayanan keperawatan yang sudak sejak lama direnncanakan RS untuk diterapkan dan membutuhkan sosialiasi dalam pelayanan.

Kepala Instalasi Diklat RSUD Sumedang, Nunung Nurliati, S.Kep., Ners mengatakan  pelayanan intergratif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, mencegah rawat ulang, dan menurunkan angka kesakitan dan kematian.

“Kami akan terus meningkatkan kerja sama dengan pihak Fkep Unpad untuk meningkatkan kompetensi perawat dalam keberlanjutan asuhan keperawatan pasien kronis,” ujarnya. (rilis)*

The post Dosen Fkep Unpad Gelar Pengabdian Tingkatkan Kompetensi Perawat RSUD Sumedang appeared first on Universitas Padjadjaran.